
"jangan jangan voucher itu dari rangga apa mereka juga berteman turus rangga cerita sama doni soal perasaan gue" tania semakin panik akan pikirannya
"gak usah panik gue percaya rangga gak mungkin bocorin itu,gue yakin dia orang baik" tania mencoba menenangkan pikirannya
"sekarang fokus pikiran dan hati loe buat entar siang makan bareng doni" tania semakin kegirangan apalagi sudah membayangkan apa yang akan terjadi nanti siang
sedangkan reva dan lisa merasa aneh melihat tingkah tania yang berbeda setelah dari perpus "kenapa tania dari tadi aneh apa dia salah makan tadi" reva bertanya pada lisa
"bukannya tadi dia gak makan ya" lisa hanya menjawab seenaknya
"lah bertanya sama loe gak bakalan bener,lihat deh masa dia senyum senyum gitu kan aneh ?" kata reva sambil melihat tania
"ya mungkin dia lagi seneng" kata lisa
"maksud gue seneng kenapa ?" kata reva semakin penasaran
"loe tanya tania aja kenapa nanya gue terus" kata lisa yang mulai suntuk karena pertanyaan reva
akhirnya mereka memilih diam tanpa bertanya pada tania
saat pulang sekolah tania dan rangga janjian bertemu di kafe karena takut ada yang mengetahui kalau mereka makan bersama saat mereka sudah saling bertemu tania dan rangga langsung duduk di tempat yang d
__ADS_1
sudah di persiapkan oleh rangga
"mau pesen apa" kata rangga sambil memberikan buku menu
"samain aja sama loe" tania tidak mau banyak bicara apalagi dia tau kalau doni bukan lah dari orang yang berada
"ya udah kita pesen nasi goreng special aja ya sama teh manis" kata rangga memberi kan saran pada tania
"iya" kata tania yang terlihat semakin diam
"loe kenapa loe gak suka makan di sini" rangga mulai bertanya karena dari tadi tania tidak banyak bicara
"bukan gak suka bodoh tapi gue gugup baru sekarang gue bisa berduaan sama loe,aduh gimana gue bisa ngomong biasa sama doni nanti bisa bisa dia tau lagi soal perasaan gue tenang tania tenang" tania memfokuskan dirinya lagi
"gue ke toilet dulu" tania langsung berlari menuju toilet sambil memegang dadanya
"ya ampun jantung gue rasanya mau copot ngapain lagi tadi doni megang kening gue segala emang gue sakit" tania mencoba lebih tenang dengan cara mengusap wajahnya dengan air agar lebih terasa dingin
tania pun kembali ke tempat duduknya
"loe gak sakit kan dari tadi diem terus ?" rangga khawatir akan keadaan tania
__ADS_1
"gue baik baik aja" kata tania sambil melihat doni mencoba agar lebih tenang
"gue udah pesenin makan tadi" kata rangga
"iya makasih" kata tania sambil tersenyum agar dia tidak terlihat gugup
"oh iya gue boleh nanya sesuatu ?" kata tania yang mencoba mengeluarkan yang ada di pikirannya
"mau tanya apa ?" kata rangga sambil melihat tania
"itu voucher yang kamu punya dari siapa?" kata tania langsung terus terang
"oh voucher itu dari damar katanya dari rangga karena gue gak ikutan saat pembukaan jadi damar memberikan voucher itu sebagai pengganti,lumayan buat makan gratis katanya" kata rangga mencoba berbohong
"oh kirain kamu berteman sama rangga" tania merasa lega akan jawaban dari doni
"emang kamu kenal sama rangga ?" kata rangga yang mencoba mencari tau seperti apa dirinya di mata tania
"gak kenal banget sih yang gue tau dia cuma teman nya damar" kata tania spontan memberikan jawaban tersebut
sedangkan rangga sendiri sudah meresa jengkel akan jawaban tania
__ADS_1
"apa loe bilang gak kenal padahal kita udah pernah jalan bareng awas aja ya loe di dekat doni loe bilang gak kenal gue,gue bakal kasih perhitungan nanti sama loe" dalam hati rangga