
Rangga melihat ke arah tangan yang tengah di pegang oleh acha,melihat sikap rangga acha merasa malu karena telah lancang memegang tangan rangga
"maaf kak" kata acha dan langsung melepaskan tangannya
"lebih baik loe istirahat gue panggil dokter dulu" rangga langsung pergi meninggalkan acha
"ya ampun kak rangga pasti marah lagian nie tangan make pegang pegang segala" dalam hati acha sambil memukul tangannya
"aw aw aw sakit aduh ngapain juga make di pukul segala" kata acha sambil menggerutu karena ulahnya sendiri,mendengar suara acha pak airlangga langsung bangun dari tidurnya
"sayang kamu sudah bangun,mana yang sakit biar papih lihat ?" kata pak airlangga sambil melihat setiap inci badan acha
"apa apan sih pih acha gak kenapa napa cuma memar memar" kata acha sambil memperlihatkan memar di tangannya
"maafin papih,lebih baik setelah kamu sembuh langsung pulang" pak airlangga masih khawatir akan kondisi acha di tambah acha jauh dari dirinya
"gak mau acha mau tetep tinggal di rumah bu halimah acha gak mau pulang" kata acha dan langsung tidur di tutupi oleh selimbut
"ya udah tapi papih akan nyiapin orang buat jaga kamu selama tinggal di sana" kata pak airlangga mencoba mengerti keinginan acha
__ADS_1
selama ini acha selalu tinggal di rumah dan jarang keluar rumah karena pak airlangga selalu melarang acha berpergian kemanapun tanpa di temani dirinya,semua kebutuhan acha sudah terpenuhi semuanya bahkan sekolahpun di lakukan di rumah
makanya saat acha merasa ada kesempatan acha kabur dari rumah padahal pak airlangga sudah tau rencana anaknya itu tapi membiarkanya agar acha mendapat pengalaman
pak airlangga juga tau saat awal awal acha ngontrak dan sering berurusan dengan preman tapi pak airlangga selalu membiarkannya selama belum menyakiti anaknya
tapi sekarang berbeda karena musuh bisnisnya sudah mulai mengancam nyawa anaknya pak airlangga merasa keputusannya membiarkan acha salah jadi pak airlangga memutuskan untuk menjaga anaknya dari dekat dengan mengirimkan orang orang kepercayaannya.
Kembali ke cerita terakhir
"what papih gak salah gak mau itu sama aja dengan acha tinggal di rumah acha gak suka" acha langsung bangun dari tidurnya
acha hanya bisa pasrah menerima keputusan papihnya karena bagaimanapun acha sudah betah tinggal di rumah damar karena ada sosok mamih yang selama ini di rindukannya
setelah perdebatkan itu rangga datang bersama dokter yang menangani acha,dokter langsung memeriksa acha dan menjelaskan ke adaan acha
"kamu sudah membaik dari terakhir saya memeriksa lebih baik sekarang istirahat besok baru boleh pulang" kata dokter dan langsung pergi meninggalkan ruangan
"maaf pak saya keluar dulu untuk mencari makan,apa pak airlangga mau sekalian di bawain ?" kata rangga
__ADS_1
"tidak usah nak tadi saya sudah menyuruh asisten saya untuk mengantarkan makanan" kata pak airlangga
ranggapun pergi dan hendak menyusul damar dan rena yang sudah duluan pergi
di restoran
damar dan rena sudah memesan makanan sekaligus pesanan rangga karena rangga tau damar akan pergi makan
"makan yang kenyang biar cepat besar" kata damar yang masih asik menggoda rena
"kak damar gak lihat rena sudah besar" kata rena langsung berdiri memperlihatkan kalau tubuhnya besar
"iya iya kamu memang sudah besar tapi belum semua" kata damar malah semikin gencar menggoda rena
"belum semua" dalam hati rena yang tidak mengerti akan ucapan damar
melihat rena yang seperti tidak mengerti ucapannya damar hanya bisa tertawa
"sudah gak usah di pikirin cepat makan nanti sakit" kata damar sambil memegang pundak rena agar duduk
__ADS_1