
Mereka bertiga akhirnya sampai di rumah tania, ayah tania langsung menyambut kedatangan 2 sahabat anaknya itu
"masuklah kebetulan bibi sudah menyiapkan makan siang kita langsung makan dulu"
ayah tania merasa senang karena sahabat anaknya masih mengingat akan kehadirannya
tentu saja damar, reva dan lisa langsung duduk dan menemani ayah tania untuk makan bersama
"maaf om rangga nya mana ya kok tidak makan bareng bersama ?"
lisa merasa heran seharusnya saat seperti ini rangga harus ada di dekat ayah tania
"rangga sedang di kamar tania tadi saat om akan mengajaknya untuk makan ternyata dia sedang tidur om tidak tega untuk membangunkannya, sudah lebih baik sekarang kita makan om yakin kalian pasti sudah lapar"
Mereka akhirnya memutuskan untuk makan siang bersama tanpa kehadiran rangga
Selama makan siang tidak ada yang berbicara satu orang pun semuanya diam dan hanya menikmati makanan yang ada tidak ada yang membahas soal tania di meja makan karena menghormati ayah tania
__ADS_1
Setelah selesai makan siang reva yang mulai mengucapkan belasungkawanya
"om reva turut berduka cita sola tania reva minta maaf karena tidak bisa main ke sini selama tania pindah" reva sudah duduk bersama dengan yang lainnya
"lisa juga turut berduka cita mudahan om bisa menerima semua kejadian ini" lisa duduk di samping reva
"iya om mencoba untuk menerima semua ini karena bagaimanapun kesedihan om tidak akan bisa membuat tania kembali, lebih baik kalian istirahat kamarnya sudah om siapkan nanti bibi yang akan mengantar kalian ke kamar om istirahat dulu untuk menenangkan hati" ayah tania kemudian pergi ke kamarnya.
Reva yang duduk di samping damar kembali mencoba untuk mendekati damar
"damar om dan rangga sekarang pasti sedang bersedih bagaimana kalau nanti malam kita pergi jalan jalan untuk menghibur rangga kalau om aku bingung bagaimana cara menghiburnya" reva menyandarkan kepalanya pada pundak damar
"aku ke kamar duluan ya aku pengen istirahat dulu" lisa bangkit dan pergi ke arah kamar yang sudah di siapkan oleh ayah tania
Sedangkan reva masih mengobrol dengan damar
"reva sebaiknya kamu juga istirahat lihat lisa juga sudah masuk ke kamar" damar sudah mulai merasa risih
__ADS_1
"damar aku belum ngantuk kamu mau ya temenin aku ngobrol" reva mulai bersikap manja
"reva ayolah aku juga butuh istirahat lagian aku belum memberi kabar pada ayah dan ibu jadi maaf aku pergi ke kamar duluan" damar berdiri dan pergi ke kamar
Reva yang merasa di acuhkan akhirnya memutuskan untuk menyusul lisa dengan sedikit emosi
"belum memberi kabar ayah dan ibu palingan juga mau menelpon anak kampung itu ah aku jadi ingat kata katanya tadi pagi ah sial aku harus bisa merebut damar kembali"
...----------------...
Sedangkan di tanah air keluarga rangga sudah mendapat kabar soal rangga yang sudah sampai di negara S
"papah mamah takut rangga akan sakit karena kejadian ini apalagi saat tadi mendengar cerita dari damar kalau rangga selama perjalan lebih banyak melamun dari pada mengobrol atau tidur mamah jadi khawatir" ibu sindi mulai gelisah
"mamah tenang saja papah yakin rangga anak yang kuat dia pasti bisa melalui ujian ini lagian kan ada kita berdua apalagi ada damar juga yang selalu setia menjadi teman rangga jadi mamah tenang saja"
walaupun pak danu berbicara seperti itu pada istrinya tapi itu hanya untuk menenangkan istrinya jauh di dalam hatinya pak danu juga sedikit khawatir
__ADS_1
"rangga papah yakin kamu pasti kuat menerima semua ujian ini"