Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 11


__ADS_3

Rangga kembali menenangkan mamahnya yang dari tadi tidak berhenti menangis karena mengkhawatirkan kondisi suaminya


setelah melihat mamahnya sudah sedikit tenang rangga memutuskan untuk mengecek ke adaan perusahaan


"mah biar rangga telpon ibu ya biar bisa menemani mamah di sini ?"


"iya boleh, rangga kalau kamu mau ke perusahaan tolong jangan terlalu memaksakan diri kalau kamu memang tidak bisa biar tangan kanan papah yang mengurusnya apa kamu mengerti ?"


rangga kembali memeluk mamahnya "iya mamah tenang saja rangga pasti bisa menyelesaikan masalah di perusahaan bukannya mamah pernah cerita kalau perusahaan itu adalah hasil keringat papah jadi rangga janji akan membuat perusahaan papah kembali normal"


ibu sindi kembali memeluk tubuh rangga dengan sangat erat dia kembali menangis tapi bukan karena suaminya melainkan oleh sikap rangga ibu sindi sangat bangga memiliki anak seperti rangga.


Rangga kemudian menelpon ibu halimah agar bisa menemani mamahnya di rumah sakit


"halo bu maaf rangga menganggu istirahat ibu, apa ibu bisa menemani mamah di rumah sakit soalnya rangga harus pergi mengurus perusahaan"


"iya boleh ini ibu juga sudah di jalan tadi damar sempat memberi kabar sebentar lagi juga sampai"


"baiklah bu terima kasih" rangga kemudian menutup telponnya.


Beberapa menit kemudian ibu halimah dan pak airlangga sudah sampai di rumah sakit


"rangga om sudah tau masalah kamu kalau kamu butuh bantuan jangan sungkan hubungi om ya" pak airlangga menepuk pundak rangga


"iya om terima kasih atas niat baik om kalau begitu rangga pamit dulu ke perusahaan, ibu tolong jaga mamah ya" rangga mencium tangan mamahnya dan juga bu halimah rangga juga tidak lupa mencium tangan pak airlangga

__ADS_1


rangga akhirnya berangkat menyusul damar ke perusahaan


...----------------...


Setelah berpacu dengan waktu akhirnya rangga sampai di perusahaan dan di sambut oleh damar dan juga tangan kanan papahnya


melihat kedatangan rangga damar langsung menyerahkan dokumen yang harus di baca oleh rangga


"ini semua adalah berkas keuangan setelah aku baca banyak nominal uang yang tidak masuk ke perusahaan kemungkinan telah di ambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan sebaiknya kita langsung mengadakan rapat agar semua nya bisa langsung di tangani dan usulan ini juga sudah di sepakati oleh pak roni"


"iya sebaiknya kamu langsung mengadakan rapat dan mencari tau sampai mana masalah ini sudah meluas agar bisa langsung di tangani" kata pak roni sambil mengikuti setiap langkah rangga


"baiklah kita lakukan jangan sampai ada yang curiga kalau perusahaan sedang mengalami masalah bekerja lah seperti biasa dan satu hal lagi menurut bapak siapa yang sudah berani korupsi di perusahaan ini ?" rangga benar benar ingin cepat selesai agar bisa kembali ke rumah sakit dan bisa menemani kedua orang tuanya


"lebih baik kita bicarakan di ruang rapat saja agar orang itu tidak waspada dan kebetulan saya juga sudah mendapatkan semua bukti keterlibatannya"


rangga langsung menyuruh para staf keuangan untuk masuk ke ruangan meeting


banyak yang bertanya kenapa pak rangga menyuruh seluruh staf keuangan untuk meeting mendadak karena selama ini tidak pernah terjadi hal seperti ini.


Setelah semua staf keuangan berkumpul rangga langsung memanggil setiap nama yang sudah di tulis oleh damar


"untuk yang namanya di panggil harap tetap di sini roy, bimo, yoga silahkan duduk sedangkan sisanya silahkan keluar"


semua staf yang memang tidak di sebut namanya langsung keluar dengan wajah heran sedangkan untuk tiga orang lainnya mereka merasa ketakutan

__ADS_1


"apa kalian sudah tau apa kesalahan kalian bertiga ?" rangga melemparkan berkas yang tadi di berikan oleh damar


ketiga staf tersebut langsung berlutut karena tau apa kesalahan mereka


"maaf pak kami hanya di suruh mohon bapak memaafkan kami" yoga yang berbicara karena dia lebih senior dari pada roy dan bimo


"apa kalian tau dengan memalsukan berkas keuangan berapa kerugian yang sudah di alami oleh perusahaan dengan gaji kalian saja itu tidak bisa menutupinya sekarang saya akan bertanya bagaimana kalian akan mengganti semua kerugian yang di alami perusahaan" rangga benar benar marah bagaimana bisa mereka menerima perintah orang lain yang sudah jelas kalau orang itu bukanlah bos mereka


Ketiga orang itu hanya bisa diam karena merasa bersalah


"kenapa kalian diam saja atau mau saya penjarakan jawab" rangga menggebrak meja


"saya tidak mau di penjara pak kami hanya di suruh tolong ampuni kami" sekarang bimo yang berbicara dia sudah ketakutan


"sebaiknya kalian bilang siapa yang menyuruh kalian dengan begitu saya tidak akan memenjarakan kalian tapi kalian cuma akan di pecat dan tidak perlu mengganti kerugian bagaimana" rangga sudah lebih tenang karena mereka bertiga juga korban


"baik pak dia adalah pak alex kami juga memiliki bukti ini adalah chat saya dengan pak alex" yoga memberikan hpnya pada rangga


Rangga memberikan hp itu pada pak roni agar bisa menjadi tambahan bukti


"baiklah sekarang kalian boleh pergi dan bereskan barang kalian"


ketiga orang itu langsung keluar dari ruangan


"bagaimana pak apa sudah bisa di panggil orangnya ?" rangga sudah kembali duduk di tempatnya

__ADS_1


"iya bisa kita sudah punya cukup bukti kalau nanti dia mencoba menyangkal kita bisa memberikan semua bukti yang kita punya untuk mengancamnya" pak roni juga sudah duduk di tempatnya


sedangkan damar hanya memperhatikan dan mendengarkan agar dia bisa mengambil pelajaran agar bila nanti pak roni pensiun damar sudah siap menjadi tangan kanan rangga


__ADS_2