
Setelah cukup siang akhirnya rangga memutuskan untuk kembali ke tanah air karena mengingat kesehatan papahnya
"kalau om sudah siap untuk kembali ke tanah air om tinggal bilang nanti rangga akan mempersiapkan semuanya rangga sama yang lain pamit om" rangga mencium tangan ayah tania begitu juga dengan yang lainnya.
Selama perjalan menuju bandara hanya damar dan lisa yang berbincang,
walaupun rangga sudah mencoba lembaran baru tapi dia belum bisa sepenuhnya menjadi dirinya seperti dulu dan kejadian ini mungkin akan merubah sikap rangga kedepannya.
Sedangkan reva tidak ikut berbincang karena masih sebal pada damar sebelum damar meminta maaf padanya dia tidak akan berbicara pada damar.
Damar sendiri merasa ini adalah kesempatannya untuk membuat reva menjauh darinya dengan cara membiarkannya tanpa mengajaknya bicara.
Lisa sendiri sedang mencoba dekat dengan damar akan kedepannya dia akan lebih mudah untuk dekat dengan rangga.
Sebelum ke bandara rangga mampir ke tempat penyewaan mobil untuk mengembalikan mobil yang dia sewa selama di negara S.
Melihat rangga sudah mengembalikan mobil orang yang memang sudah mengenal rangga merasa heran karena biasanya rangga akan menyewa mobil paling sebentar adalah empat hari
tapi sekarang belum juga dua hari sudah di kembalikan
"rangga tumben sebentar ini biasanya paling sebentar juga empat hari apa terjadi sesuatu ?" orang tersebut merasa ada perubahan sikap pada pelanggannya itu
"mungkin karena sekarang sudah tidak perlu lama lama di negara ini aku langsung pergi karena jadwal penerbangan ku sudah mepet" rangga tidak ingin terlalu banyak bercerita
__ADS_1
"terima kasih karena sudah memberikan diskon selama ini aku pergi"
rangga pergi ke bandara menyusul teman temannya.
Seperti biasa setelah sampai di bandara dan masuk ke dalam pesawat rangga masih tetap diam dia masih memikirkan hal apa yang akan dia lakukan ke depannya tanpa kehadiran tania karena selama ini rangga sudah memikirkan rencana hidupnya bersama dengan tania
"rangga apa lo sedang memikirkan hidup lo kedepannya ?" damar yang memang sudah mengerti jalan pikiran rangga mencoba untuk mengambil sedikit beban dalam hidup rangga
"lo memang sahabat sekaligus saudara gue yang paling bisa gue andalkan, ya begitulah selama ini gue cuma memikirkan rencana gue bersama dengan tania tapi sekarang gue gak tau harus ngapain" rangga mencoba membagi beban hidupnya dengan damar
"walaupun tania sudah tidak ada tapi lo masih punya orang tua dan juga orang yang sayang sama lo" damar membeberkan fakta kalau rangga tidak hidup sendiri masih ada orang sayang padanya selain tania
"lo bisa mencoba memberikan perhatian lo kepada orang tua lo seperti dulu sebelum lo jatuh cinta pada tania" damar menepuk pundak rangga
"lo bener gue terlalu memikirkan kepergian tania dan lupa pada orang tua gue makasih lo selalu ada buat mengingatkan gue" rangga menepuk pundak damar dan kembali dengan pemikirannya
Akhirnya mereka sampai di tanah air dan tentu saja supir pribadi dari keluarga rangga dan damar sudah datang menjemput.
Setelah melihat kedatangan para majikannya para sopir langsung membawakan koper tuan mereka dan langsung berjalan menuju parkiran
Di dalam area parkir sudah ada rena dan acha yang sudah menunggu kedatangan mereka
"rena bagaimana keadaan papah sekarang" rangga mulai fokus kembali untuk menjaga kedua orang tuanya
__ADS_1
"paman sudah baikan sekarang paman mulai berobat jalan dan sudah pulang ke rumah" rena menjawab pertanyaan yang memang ingin di dengar oleh rangga
"bagus lah" rangga kemudian masuk ke dalam mobil
Sebelum rena masuk ke dalam mobil damar menghentikan rena
"rena tunggu kakak punya sesuatu buat kamu mudahan kamu suka" damar memberikan paper bag pada rena
Rena tentu saja menerima pemberian dari damar
"terima kasih kak" kata rena malu malu
"jadi begitu buat rena di belikan oleh oleh buat aku mana ?" acha merengek pada kakaknya karena merasa terlupakan
"tenang buat kamu juga ada malah lebih banyak" damar memberikan dua paper bag pada acha
"kakak memang yang terbaik" acha begitu senang karena ternyata kakaknya tidak melupakannya
Tapi kesenangan acha langsung hilang saat melihat reva juga datang bersama dengan kakaknya
"kak sebaiknya kamu cepat masuk karena ibu sudah merindukan kakak" acha merasa takut kalau nanti kakaknya kembali di goda oleh reva
Melihat sikap acha yang mencoba menjauhkannya dengan damar membuat reva semakin emosi
__ADS_1
"kenapa sih semua orang menjauhkan ku dari damar tidak di negara S tidak di sini sungguh menyebalkan" reva hanya bisa meluapkan emosinya melalui kata kata
Lisa yang mendengar ucapan reva hanya bisa tertawa dalam hati karena takut terdengar oleh reva