Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
Ucapan sang mamah


__ADS_3

Reva melihat ka arah damar dan kelihatan sedang melamun


"sayang kamu kenapa ?" reva langsung memegang tangan damar


karena merasa ada pergerakan di tangan seketika damar sadar dari lamunannya untungnya tidak ada kendaraan di jalan yang di laluinya atau orang lalu lalang karena kawasan perumahan itu belum terlalu ramai karena baru di buka


"ya ada apa sayang ?" kata damar sambil menggenggam balik tangan reva


"kamu kenapa apa ada yang lagi di pikirkan ?" reva sedikit khawatir


"nggak ada sayang"


merekapun sampai di rumah, damar langsung mengajak reva masuk dan memperkenalkan reva pada sang mamah,ternyata mamah damar sedang berada di dapur sedang membuat biskuit karena damar suka sekali ngemil


betapa kaget nya reva saat damar memperkenalkan sang mamah padanya

__ADS_1


"ya ampun dia mamahnya damar kok kaya art/ pembantu sih pakaiannya juga ih jelek bangat " reva berbicara dalam hati


"hallo tante aku pacarnya damar nama saya reva salam kenal" reva sedikit tersenyum walaupun terpaksa sambil mengulurkan tangan


setelah bu halimah menjabat tangan reva,reva langsung menarik tangannya kembali dengan sedikit perasaan jijik,tentu saja itu terlihat oleh mata bu halimah tapi tidak dengan damar


setelah melihat sikap reva bu halimah langsung pergi tanpa ingin berbicara dulu dengan reva


"sayang di rumah kamu tidak ada pembantu rasanya sepi banget" reva langsung duduk sambil melihat isi rumah damar


"nggak ada soalnya mamah suka mengurus rumah sendiri cuma ada sopir itu juga datangnya cuma kalau mamah mau ke pasar" kata damar sambil membelai kepala reva


"gak usah aku mau langsung pulang lagian sudah sore juga" reva langsung bangun dan mencium pipi damar


damar langsung mengantar reva sampai depan rumah, damar langsung masuk setelah tidak melihat mobil reva

__ADS_1


dari lantai atas terlihat bu halimah seperti akan pergi ke dapur kembali karena merasa tadi belum membereskan dapur seusai membuat biskuit


"mah tadi pacar damar namanya reva dia wanita yang cantik,apa mamah suka ?" kata damar sambil menggandeng tangan sang mamah untuk duduk


"damar kalau ibu boleh jujur, ibu tidak suka sama teman kamu yang tadi ibu bisa lihat kalau dia bukan wanita yang baik sayang" bu halimah menggenggam tangan damar


damar bisa merasakan perasaan sang mamah dari tatapan dan juga perlakuan mamahnya pada reva tadi


"damar bukannya mamah tidak merestui hubungan kamu tapi mamah pengen yang terbaik buat kamu,kamu anak mamah satu satunya mamah gak pernah melarang kamu sama siapapun kamu sudah besar kamu tau mana yang baik buat kamu" bu halimah langsung pergi ke dapur untuk membereskan peralatan dan juga mencuci peralatan yang kotor


damar langsung pergi ke kamarnya untuk mencerna ucapan sang mamah


sedangkan di tempat reva,reva sudah sampai di rumahnya dengan hati yang gembira ya walaupun tadi sedikit risih dengan perkenalannya dengan mamah damar yang lebih pantas di sebut art/pembantu tapi reva mencoba melupakan kejadian itu


"ya ampun sayang seperti nya kamu lagi seneng banget" kata mamah reva yang melihat kedatangan reva dengan penuh senyuman

__ADS_1


"tentu saja mah,mamah tau tadi aku pergi ke perumahan yang elit itu yang lagi viral yang harga satu rumahnya aja berharga miliaran aku gak nyangka aku bisa dapatin pacar yang kaya banget" kata reva menggebu gebu menceritakan tentang damar


"bagus jangan sampai lepas sayang kapan lagi punya pacar kaya raya" mamah reva juga ikut senang mendengar cerita reva


__ADS_2