Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
Melihat cabang kafe


__ADS_3

Siang hari rangga pergi mengecek cabang kafe nya bersama damar dan saat di dalam mobil ternyata pesan yang di kirim kepada tania yang menanyakan kabarnya baru di balas oleh tania yang di jawab kalau dia sudah mulai menjalani pengobatan tania juga bilang kalau dia akan kuliah dekat rumah sakit,


saat rangga mendapat kabar dari tania rangga menjadi sedikit senang setidaknya tania tidak berubah padanya setelah menerima balasan itu rangga terus fokus pada hpnya sedangkan sang sopir di biarkan bicara sendiri


"wah kebangetan loe gue malah di cuekin malah senyum senyum sendiri lagi" damar menepuk kepala rangga


"aduh kenapa sih loe ganggu aja udah fokus aja bawa mobil" kata rangga dan fokus lagi pada hpnya


"ya udah lah dari pada ngomong sendiri lebih baik gue nelpon reva" damar langsung menelpon reva


jangan di turuti ya kalau bawa kendaran harus fokus sama jalan


tut tut tut klik


"hallo" kata reva


"sayang temenin aku ngobrol ya nih si rangga lagi rese masa aku di biarin ngomong sendiri" kata damar sedikit merajuk


"ya ampun cayang cayang jangan ngambek gitu dong emang kamu lagi ngapain ?"


"aku lagi nyetir yang"

__ADS_1


saat mendengar kalau damar sedang menyetir reva langsung marah


"KALAU KAMU LAGI NYETIR JANGAN SAMBIL NELPON BAHAYA TAU" reva langsung menutup telponnya


ketika mendengar terikan reva di telpon rangga langung tertawa seketika


"udah loe chetingan nya" kata damar sambil fokus melihat ke depan


"udah,loe gak ngajak ketemuan reva di kafe ?"


"nanti aja lah kalau udah nyampe gimana apa tania jadi kuliah di sana ?"


"jadi dia udah dapet universitas yang bagus katanya"


"yang ada gue yang bakal nyusul dia ke sana ya walaupun gak sekarang soalnya masih banyak kerjaan"


merekapun sampai di salah satu cabang kafe dan di sambut oleh menejer dan karyawan di sana


"bos sudah sampai ingat jangan bikin masalah kafe tempat kita bekerja tergantung pada mereka" kata menejer kafe memberi peringatan


"ya ampun mereka bos kita gue gak nyangka ternyata ganteng dan masih muda lagi kayanya seumuran kita gak salah gue pilih kerja" kata salah satu karyawan yang memang tidak bisa melanjutkan kuliah karena faktor ekonomi

__ADS_1


"ya beruntung banget kita"kata satu temannya lagi sambil cengar cengir


"shut diam mereka udah dekat" kata karyawan laki laki


di kafe itu terdapat 4 karyawan 2 cewek dan 2 cowok karena kafe itu baru buka jadi belum butuh terlalu banyak karyawan


"siang pak bagaimana apa udah siap buka ingat besok saya kesini lagi untuk lihat hasilnya" kata damar menyapa sang menejer


"siap pak tenang saja saya sudah menerima 4 karyawan untuk bantu" kata menejer sambil menundukan kepala


"kita bicara di dalam jangan di sini" kata rangga sambil pergi ke ruangan menejer


"baik pak" kata menejer sedikit takut


mereka bertigapun pergi keruangan menejer sedangan ke empat karyawan langsung mengerjakan tugas masing masing dan sedikit mengobrol biasa kaum hawa suka gosip


"liat tadi gak salah satu bos kita dingin banget jadi serem untung ganteng"


"ya tadi liat gak menejer kita langsung keluar keringat dingin gitu"


"hust kerja mau sebelum kerja langsung di pecat" kata karyawan laki laki

__ADS_1


di dalam ruangan rangga mengobrol dengan menejer sedangkan damar chetingan dengan reva dan menyuruh reva untuk datang ke kafe ya kadang kadang damar juga memberi saran, ya walaupun damar kelihatan tidak terlalu serius tapi damar termasuk orang yang bisa di beri kepercayaan


__ADS_2