Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 3


__ADS_3

damar rena dan acha akhirnya sampai di rumah di sana sudah terlihat banyak orang yang sedang menyiapkan pesta damar dapat melihat ibunya sedang menyuruh pekerja yang sedang merapihkan tirai pernikahan walaupun ini bukan pernikahan pertamanya tapi dia juga menghargai calon suaminya yang adalah seorang pengusaha dia tidak ingin membuat malu calon suaminya walaupun umurnya sudah 40 tahun bu halimah masih lah terlihat muda, rena dan acha pun menghampiri bu halimah mereka langsung memberi salam dan tidak lupa pelukan hangat untuk bu halimah dari rena dan acha "siang bu apa ada masalah atau ada yang bisa kami bantu" mereka benar benar kompak dalam hal menyayangi bu halimah


melihat 2 anak gadisnya yang begitu ceria hari ini seketika menghilangkan rasa capek yang di dera nya "emang nya bakal ada masalah apa sama pernikahan orang tua seperti ibu dan juga kalian baru saja pulang sekolah jadi lebih baik kalian istirahat makan dan mandi kalau memang mau bantu nanti saja kalau kalian sudah cukup istirahatnya" rena dan acha kembali kompak memberi hormat bendera pada bu halimah "siap bos" bu halimah yang melihat itu sedikit tertawa karena terhibur oleh sikap 2 anak gadisnya, damar yang melihat itu juga ikutan tertawa dengan sikap 2 gadis yang saat ini sudah menjadi tanggung jawabnya


damar menghampiri ibunya dan langsung mencium tangannya "bu kalau udah capek istirahat ya jangan di paksakan damar gak mau kalau ibu sakit" tentu saja mendapat perhatian dari anaknya bu halimah tidak mungkin tidak mendengarkan "iya ibu juga tadi sudah istirahat kamu tidak perlu khawatir" damar yang mendengar kalau ibunya sudah istirahat menjadi lebih tenang "ya sudah damar mau lihat yang lainnya takutnya ada yang belum di kerjakan jadi damar bisa bantu" damar pergi ke halaman depan dan bu halimah kembali dengan aktifitasnya.

__ADS_1


sedangkan di negara S rangga sedang membantu tania beres beres pakaian karena hari ini dia sudah di perbolehkan pulang oleh dokter "sayang aku sudah cerita belum ya soal mamah damar yang akan kembali menikah" tania yang mendengar itu tentu saja sedikit kesal karena rangga belum cerita soal pernikahan bu halimah "kamu ini kenapa baru bilang sekarang aku belum beli apa apa lagi buat bu halimah aduh masih ada waktu gak ya buat beli kadonya kamu sih" tania memukul tangan rangga karena kesal, rangga yang mendapat pukulan dari tania pura pura kesakitan "aduh sayang sakit" rangga mengusap tangannya yang di pukul oleh tania


tania yang melihat rangga mengusap tangan bekas pukulannya menjadi merasa bersalah "apa pukulan ku sesakit itu" tania ikut mengusap tangan rangga yang tadi sempat di pukul tiba tiba rangga memegang tangan tania dan mencium tangannya, tania yang mendapat perlakuan romantis dari rangga secara mendadak tentu saja membuat tania bahagia karena sekarang rangga sudah bisa meluapkan isi hatinya lewat perbuatan "sayang aku senang melihat kamu yang sekarang karena dulu paling cuma pegangan tangan saja tapi sekarang kamu bisa romantis begini" tania mencubit pipi rangga karena gemas rangga sendiri tidak marah di perlakukan seperti anak kecil rangga malah merasa senang karena bisa membuat tania bahagia dengan perlakuannya yang mungkin hanya sedikit ini


selesai beres beres rangga dan tania pulang ke rumah tania terlebih dahulu selama di perjalanan tania terus berbicara soal hadiah untuk bu halimah "sayang nanti berhenti dulu di sebuah toko aku mau membeli hadiah untuk pernikahan" rangga yang melihat antusias di wajah tania jadi merasa tidak enak kalau tidak menuruti keinginannya "sayang tapi kamu baru saja pulang loh dari rumah sakit emang tidak capek kalau langsung beli besok saja ya sekarang istirahat saja dulu di rumah" tania yang dapat penolakan dari rangga tentu saja sedikit marah "ng'gak aku maunya sekarang kan sekalian lewat sayang ayolah aku mohon" melihat mata berharap dari tania rangga menjadi semakin tidak tega

__ADS_1


tania mencium aromanya dan yang ini benar benar cocok untuk rangga "ok pas yang ini saja dan satu lagi aku ingin yang tadi kamu ambil pertama kali kamu masih ingatkan" rangga yang mendengar itu tentu saja kesal karena benar saja tania sedang mengerjainya tapi rangga tidak bisa marah siapa suruh dia begitu mencintai tania, selesai masalah hadiah sekarang mereka melanjutkan untuk pulang "nanti aku akan bawakan hadiah kamu ini buat bu halimah dan akan aku titipkan selamat dari kamu" mendengar itu tania tidak terima karena ingin ikut merayakan "tidak aku akan ikut bersama kamu lagian aku juga ingin bertemu dengan teman teman ayolah rangga boleh ya aku ikut nanti aku akan minta izin sama ayah" rangga kembali kalah karena dia tidak bisa kalau melihat mata tania yang memohon seperti itu akhirnya rangga mengangguk setuju


mereka akhirnya sampai di rumah ayah tania yang tau kalau hari ini tania pulang menyempatkan pulang sebentar dari kantor untuk menyambut ke datangan anaknya tania tentu saja langsung memeluk tubuh ayahnya rangga juga tidak lupa mencium tangan ayah tania "terima kasih sudah mau menemani tania selama pengobatan kalau tidak ada kamu om tidak tau harus bagaimana" tania yang melihat ayahnya malah berbicara di luar rumah merasa malu karena itu sangatlah tidak sopan "ayah tidak sopan kalau mau bicara di dalam rumah bagaimanapun rangga itu tamu" ayah tania tertawa dan menyuruh rangga untuk masuk


di dalam rumah rangga dan ayah tania membicarakan banyak hal sampai akhirnya rangga meminta izin untuk membawa tania bersamanya "maaf om rangga akan kembali pulang besok karena sebentar lagi mamahnya damar mau menikah jadi rangga harus sudah ada di sana tapi saat rangga bercerita kepada tania soal ini ternyata tania juga ingin ikut apa om memberi izin agar tania bisa ikut bersama ku" ayah tania sebenarnya merasa keberatan tapi melihat tania yang sepertinya ingin ikut ayah tania merasa tidak tega kalau harus melarang tania jadi akhirnya mengizinkan tania untuk pergi bersama rangga

__ADS_1


tentu saja tania sangat senang karena akhirnya dia bisa pulang ke tempat kelahirannya "tapi ingat jangan terlalu capek dan jaga terus kesehatan dan maaf om gak bisa ikut karena di sini pekerjaan om lagi numpuk jadi tidak bisa di tinggal om nitip selamatnya saja buat mamahnya damar" rangga mengangguk dan berpamitan untuk pulang ke hotel, tania mengantar rangga ke depan rumahnya sambil memberikan parfum yang tadi sempat di belinya "ambil lah ini cocok buat kamu dan satu lagi cup" tania mencium pipi rangga tanda terima kasih karena rangga selalu ada untuknya tentu saja mendapat hadiah istimewa dari tania rangga juga akan memberikan sesuatu untuk tania besok


__ADS_2