
Damar yang merasakan ketegangan di rumah rangga mendadak mati rasa dan rasanya dia ingin pingsan apalagi melihat calon mertua yang terus melihat ke arahnya, dengan mencoba bersikap tenang damar berjalan ke arah ibu rena dan memberikan salam pada calon mertuanya tersebut
"sore bibi saya damar senang dapat melihat dalam keadaan sehat" ucap damar yang mencoba menutupi kegugupannya.
__ADS_1
Melihat sikap damar yang kaku membuat rangga dan rena ingin tertawa tapi karena suasana rumah yang sedang tegang membuat mereka berdua mencoba untuk menahan tawanya. Ibu rena melihat damar dengan lebih intens dia melihat dari bawah sampai atas "walah gening kasep budak teh ieu bener kabogoh na rena mani asa teu percaya budak sakasep kieu bisa bogoh ka anak ibu (ya ampun tampan sekali anak ini apa benar ini pacar rena anak saya saya merasa tidak percaya karena dia sangat tampan tapi bisa jatuh cinta pada anak saya) ?" tanya sang ibu sambil menepuk nepuk pundak damar. Damar yang tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh calon mertuanya hanya mangut mangut saja sambil menahan rasa sakit karena ternyata tepukan ibu rena cukup keras di pundak damar.
Mendengar ucapan ibunya sontak saja membuat rena cemberut dan berdiri dari duduknya "ibu mah kieu kieu ge abi teh geulis bener teu a (ibu mah gitu gini gini juga aku tuh cantik iyakan a) ?" tanya rena pada damar, melihat rena yang meliriknya damar hanya diam karena dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang anak dan ibu itu ucapkan. Melihat damar yang seperti orang bodoh membuat rangga tidak bisa menahan tawanya dan terdengarlah tawa rangga yang membuat orang tua rangga juga ikut tertawa "ha ha ha lihat wajahnya damar yang seperti orang linglung" ucap rangga sambil memegang perutnya karena merasa sakit habis tertawa, rena berhasil membuat damar tidak bisa bicara di depan ibunya rena hanya ingin sedikit menghibur dirinya setelah apa yang terjadi akhir akhir ini antara hubungannya dengan damar.
__ADS_1
Melihat damar yang sepertinya tidak mengerti ucapan ibunya rena memberi tahu arti ucapan dari ibunya "ibu bilang kalau ibu sudah tau soal keingian kakak untuk memiliki rena dan ibu setuju asal kak damar bisa menjaga rena" mendengar ucapan rena membuat raut wajah damar seketika bahagia dan damar langsung berdiri dan menepuk dadanya dengan penuh kebanggaan "ibu tenang saja saya akan menjaga anak ibu dengan baik dan juga terima kasih karena ibu sudah merestui hubungan kami" damar langsung membungkukkan badannya mencoba berterima kasih.
Setelah suasana serius berlalu mereka semua mengobrol apa yang memang harus di obrolkan dan keputusan terakhir adalah orang tua damar di minta untuk datang seminggu lagi untuk membicarakan soal pertunangan.
__ADS_1