Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
Kegelisahan Tania


__ADS_3

tania meresa kalau akhir akhir ini fisik tubuhnya tidak seperti biasanya dia menjadi sering kelelahan walaupun setelah istirahat


"apa aku harus cerita sama papah ?" tania begitu ketakutan akan kesehatan nya akhir akhir ini


malam hari


tania sedang makan malam bersama sang ayah


"pah tania mau tanya apa boleh ?" sambil membereskan piring piring bekas makan


"mau tanya apa sayang ?" kata ayah tania sambil memegang tangan tania


"pah bagaimana awal gejala mamah terkena kangker darah" tania sebenarnya sedikit takut dengan pertanyaannya bagaimana pun itu sama saja dengan membuka luka lama


deg


ayah tiba tiba diam seribu bahasa dengan tatapan kosong dia berhasil mengingat kembali bagaimana istrinya dulu menderita karena penyakit itu


"pah maaf apa tania salah pah jangan menakuti tania" tania sedikit menepuk bahu sang ayah


seketika sang ayah langsung tersadar akan lamunannya


"maaf kenapa kamu bertanya begitu sayang" sambil membelai rambut tania

__ADS_1


"pah sebenarnya akhir akhir ini kesehatan tania sedikit menurun tania sering kelelahan padahal tania sudah mencoba istirahat tapi rasa lelah itu masih ada tania takut pah" tania memeluk ayahnya karena takut kalau kalau penyakit mamahnya juga menyerangnya


"sayang sudah berapa lama kamu merasa kelelahan seperti ini " ayahnya memegang tangan nya sambil menyuruhnya untuk duduk


"sudah sekitar seminggu ini pah" kata tania


"besok kita periksa ke rumah sakit ya " kata ayah tania sambil memeluk anak semata wayangnya itu


'apa kamu juga akan mengambil anak ku setalah kau mengambil istriku ' ayah tania berbicara dalam hati sambil mengutuki kehidupannya


keesokan harinya di sekolah


semua siswa sudah siap siap untuk memasuki ruang ujian karena hari ini adalah hari pertama ujian terlihat wajah wajah yang terlihat gugup, takut ,karena kalau kalau mereka tidak bisa mengisi soal ujian


"tenang aja bukannya kita udah belajar mati matian untuk ujian ini" kata tania menyemangati sahabatnya tersebut


sebenarnya pikiran tania tidak terlalu fokus pada ujian nya tapi bagaimana pun dia harus bisa menerima kenyataan kalau kalau nanti saat pemeriksaan ternyata dia juga sama seperti sang mamah


selama ujian tania mencoba lebih fokus pada ujiannya sampai jam terakhir dia berhasil mengisi semua lembar ujian


setelah pulang sekolah tania langsung pulang tanpa pamit pada 2 sahabat nya


"ya ampun tania udah ngilang aja apa dia langsung pulang" reva merasa bingung karena tania langsung pergi begitu saja

__ADS_1


"mungkin dia lagi ada urusan penting " lisa mecoba menebak nebak alasan tania pulang duluan


"lisa gue pergi dulu ya tadi kayaknya damar juga sudah selesai" reva langsung pergi tanpa melihat lisa lagi


"loe benar benar udah berubah reva loe udah gak mentingin sahabat loe lagi gue akan buat loe kayak dulu lagi" lisa sedikit geram dengan sikap reva


sedangkan tania sedang pergi ke rumah sakit di antar ayah tania yang ternyata sudah menjemputnya


"sayang tenang saja kamu cuma kecapean papah sangat yakin itu " ayah tania mencoba menenangkan anaknya itu


"iya pah tapi tania sedikit takut bagaimana kalau.. " ucapan tania langsung potong oleh sang ayah


"tidak akan sayang percaya sama papah "


rumah sakit


tania langsung di periksa oleh dokter khusus yang dulu juga menjadi dokter sang mamah


"seperti nya tania harus di rawat inap agar hasil nya lebih jelas " kata dokter tersebut


"tapi tania baik baik saja kan dok" kata ayah tania sedikit takut


"maaf pak tapi kemungkinan besar tania juga mempunyai riwayat yang sama dengan mamahnya,lebih baik tania di rawat dulu agar kita bisa tau sudah sampai mana penyakit ini menyerang" kata dokter

__ADS_1


penjelasan dokter membuat ayah tania syok dan juga takut bila suatu hari nanti juga harus kehilangan tania


__ADS_2