Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
Pertengkaran 2


__ADS_3

Mereka berdua akhirnya sampai di kampus reva saat sampai di kampus begitu banyak yang mengagumi paras rangga dan damar di tambah dengan mobil yang di bawa oleh rangga membuat pengagum mereka bertambah


karena bosan mencari akhirnya damar berinisiatif untuk menanyakan pada salah satu mahasiswi


"maaf apa kalian kenal dengan reva jurusan seni kami sedang mencarinya" kata damar sambil sedikit tersenyum


"oh iya maaf tadi saya lihat dia ada di dekat taman kampus" dia begitu terkejut saat salah satu dari pria yang sedang menjadi pusat perhatian mendekatinya


"terima kasih"


rangga dan damar langsung pergi setelah di beri tahu tempat tujuan mereka


sesampainya di temat tujuan damar bisa langsung melihat reva di sana dan sedang berbicara dengan seorang pria kadar emosi damar semakin besar dan siap untuk meledak tapi saat akan mengdekati reva rangga mencegahnya dan mencoba menenangkan sahabatnya itu agar tidak terbawa emosi


setelah di rasa sahabatnya sudah lebih tenang rangga membiarkan damar untuk mendekati reva,setelah damar pergi rangga akan menunggu di kantin kampus ternyata tempatnya tidak terlalu jauh dari taman jadi rangga masih bisa melihat kejadian yang akan menimpa sahabatnya itu.


Saat damar mendekati reva banyak pasang mata yang melihatnya

__ADS_1


"dia siapa anak baru di kampus ya"


"ya ampun dia tampan"


"keren banget"


setelah dekat dengan reva damar langsung memeluk reva dari belakang dan membiarkan kepalanya jatuh di pundak reva


"kamu sedang berbicara dengan siapa SAYANG" damar sedikit membesarkan kata sayang akan terdengar oleh lawan bicara reva


"sayang kamu sedang apa di sini" reva begitu panik saat tau siapa yang sedang memeluknya dia benar benar tidak menyangka kalau damar akan datang ke kampusnya setelah pertengkaran semalam


"senang berkenalan dengan loe" kata damar tanpa melihat ke arah adit


reva bisa melihat raut wajah damar yang sepertinya menahan amarah akhirnya reva mengajak damar ke tempat yang cukup sepi di dekat taman


"apa yang kamu lakuin ke sini mau ngebahas soal semalam apa belum cukup kamu marah marah semalam aku udah cape,kalau mau ngebahas soal yang kemarin lebih baik kamu pergi" reva sudah mulai muak dengan sikap damar yang lebih memilih ibunya hanya karena hal sepele

__ADS_1


"aku kan udah bilang aku hanya mau supaya kamu bisa dekat dengan ibuku apa salahnya ajak jalan jalan menemani ibuku sebentar agar ibuku bisa menerima mu" damar sedikit mencengkram pundak reva


"damar sakit" reva meringis kesakitan akibat ulah damar


"maaf aku tidak bermaksud menyakitimu" damar melepaskan cengkramannya


"ibu kamu aja yang susah di dekatin setiap aku main ke rumah pasti akan menjauh kenapa gak kamu suruh aja ibu mu untuk mencoba berprilaku baik pada ku"


"reva dia ibuku seharusnya kamu bisa lebih sopan padanya,aku tau saat pertama kali kamu melihat ibuku ada yang salah dengan raut wajah ibuku saat bersalaman dengan mu, kamu pasti sudah memberikan kesan buruk pada ibu ku makannya dia tidak setuju dengan hubungan kita"


"kenapa kamu malah menyalahkan ku lihat sendiri ibu mu penampilannya sangat kampungan apa kamu tidak malu punya ibu seperti itu"


plak


tiba tiba damar menampar pipi reva dan itu langsung membuat reva terkejut


"jangan sekali kali lagi kamu menghina ibu ku kalau kamu hanya mencintai ku karena aku orang kaya maka maaf lebih baik kita berpisah" damar langsung pergi meninggalkan reva yang sudah terkulai lemas di tanah

__ADS_1


"BERENGSEK KAU DAMAR" reva berteriak ke arah damar


__ADS_2