
Rangga kembali gelisah sebenarnya apa yang sedang di lakukan damar bagaimana bisa dia tidur bersama dengan elsa apa damar akhirnya tergoda damar memang orang yang gampang bosan tapi rangga yakin kalau cintanya damar untuk rena itu sangat tulus jadi tidak ada kemungkinan yang membuat damar berselingkuh dari rena.
Karena sudah pusing dengan masalah rena rangga memutuskan untuk mendinginkan pikirannya.
Sedangkan rena sedang curhat kepada acha lewat telpon
"acha apa kakak kamu sedang selingkuh sekarang apa dia sudah mulai bosan dengan ku ?" rena memberikan banyak pertanyaan pada acha
"rena tenangkan pikiran mu aku memang belum terlalu mengenal kakak tapi kalau rangga bilang kakakku baik baik saja itu pasti kebenarannya bukannya kamu pernah bilang kalau kakak dan rangga itu besar bersama jadi rangga pasti sudah tau bagaimana dalam dan luarnya kakak walaupun sekarang dia tidak ada kabar tapi kamu harus percaya pada kakak bukannya kepercayaan adalah penopang dalam sebuah hubungan" jawab acha.
Mendapat nasehat dari acha membuat rena sedikit tenang dia mulai berpikiran jernih
"sejak kapan sahabat ku begitu bijak biasanya juga" rena tidak melanjutkan kata katanya
"sudah lah lebih baik sekarang kita tidur sudah malam" acha menutup telpon agar rena dapat beristirahat.
Rena tiduran sambil mengingat apa yang di ucapkan acha
"benar aku harus mempercayai damar, kak sedang apapun kamu sekarang semoga mimpi indah dan selamat tidur" rena akhirnya terlelap dalam tidurnya.
......................
Sedangkan di tempat elsa damar sedikit tersenyum mungkin karena damar bisa merasakan ketulusan hati rena dan itu membuat damar merasa tenang damar yang tadinya pingsan sekarang menjadi tidur
"aku ingin lihat reaksi kamu besok pagi selamat tidur sayang" elsa mencium bibir dan juga kening damar tapi damar sama sekali tidak bereaksi dia tidur dengan damai.
__ADS_1
Pagi hari damar sama sekali tidak kaget saat melihat elsa ada di sampingnya damar langsung memakai pakaian yang sempat dilucuti oleh elsa dan sama sekali tidak berbicara pada elsa
"sayang apa kamu tidak mau bertanggung jawab dengan semua yang terjadi" tanya elsa
"maaf tapi aku yakin semalam kita tidak melakukan apapun karena aku sangat ingat kalau semalam aku di pukul dan jatuh pingsan dan aku yakin semua ini adalah ulah mu" jawab damar yang masih bersikap tenang
"kalau kamu tidak bertanggung jawab aku akan memberikan foto ini pada rena agar rena tau kalau kamu sudah tidur dengan ku" ancam elsa
"silahkan aku yakin rena akan lebih percaya padaku aku pulang" damar meninggalkan apartemen elsa karena ingin cepat bertemu dengan rena.
Damar melajukan mobilnya menuju rumah rangga tapi sayang saat sampai rena sudah berangkat ke kampus dan cuma ada rangga di rumah
"jadi apa yang terjadi semalam kenapa elsa yang mengangkat telpon mu" tanya rangga
"kamu tidur bersama dengan elsa" tanya rangga
"iya tapi tenang saja aku tidak berbuat apapun lagian aku tidak mungkin berselingkuh di belakang rena aku sangat mencintainya" jawab damar
"aku ikut ke kamar mandi aku belum membersihkan diri" damar langsung pergi ke kamar mandi yang biasa di gunakan saat masih di rumah rangga.
Saat selesai membersihkan diri ternyata rangga sudah tidak ada di rumah sepertinya rangga sudah berangkat ke perusahaan damar pun langsung menyusul rangga untuk bekerja.
Saat sedang di jalan lagi dan lagi rangga berpapasan dengan perempuan yang selalu saja membuatnya hampir menabrak
"kalau mau menyebrang itu lihat lihat jangan asal nyelonong aja kalau kamu tertabrak bagaimana" rangga selalu di buat emosi oleh perempuan yang ada di depannya ini
__ADS_1
"kamu lihat dong ini lampu merah kamu punya mata gak" diana juga gak kalah sewot
"tapi kan tadi masih belum sudah lah aku tidak mau berdebat" rangga kembali memasukan kepalanya dan membunyikan klakson agar perempuan itu menyingkir dari depan mobilnya
"dasar orang kaya belagu" diana berjalan sambil menendang mobil rangga
"sepertinya dia sedang mencari pekerjaan sudah lah biarkan saja" rangga kembali fokus melihat lampu lalu lintas dan jalanan, tapi saat lampu menunjukan warna hijau rangga melihat ke arah belakang spion dan melihat perempuan itu sedang memberikan uang untuk pengemis di jalan
"ternyata dia baik juga" rangga kemudian kembali melajukan mobilnya.
Setelah sampai di kantor ternyata damar juga sudah sampai sepertinya damar mengebut di jalan karena tidak ingin rangga sampai duluan
"hebat juga udah sampai aja" ucap rangga sambil menerima berkas dari tangan damar
"harus dong jangan sampai bos datang duluan" jawab damar
"terus bagaimana soal kamu yang akan pindah apa sudah dapat pengganti kamu" tanya rangga
"belum tapi tenang aku akan carikan orang yang bisa membuat kamu tidak bosan agar kamu tidak merasa kehilangan aku" jawab damar.
Rangga dan damar masuk ke dalam lift khusus semua karyawan yang sempat mendengar pembicaraan kedua orang penting di perusahaan mulai bergosip
"kamu dengarkan pak damar sedang mencari penggantinya apa kita harus mengajukan diri" ucap salah satu karyawan kantor
"kalau pak damar sedang mencari penggantinya di sini sudah pasti sudah ada yang di panggil tapi lihat sampai sekarang tidak ada yang di panggil itu tandanya pak damar mencari orang luar" ucap salah satu karyawan yang juga sempat mendengar pembicaraan damar dan rangga
__ADS_1