Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
Pembukaan Kafe


__ADS_3

"bukan punya gue tapi punya teman gue" damar yang keceplosan bicara membuat reva lisa dan rangga saling menatap ke arahnya


"kenapa kalian menatap gue begitu emang bukan punya gue kafe nya punya rangga, rangga itu teman gue entar gue kenalin saat pembukaan kafe" damar terlihat gugup takut salah bicara lagi,


damar yang dari tadi sadar kalau dia sudah di pelototi oleh rangga cuma memberikan senyum,


"jangan marah gue tadi keceplosan maaf" damar berbisik kepada rangga


Sudah seharian di sekolah tak terasa waktu sudah malam sudah waktunya membuka kafe baru,


di dalam kafe begitu penuh dengan tamu undangan dan juga teman sekolah rangga,


"maaf sudah lama menunggu kita perkenalkan dulu pemilik kafe dia nama nya rangga dia anak tunggal dari keluarga pak danu pemilik dari salah satu perusahaan terbesar"damar yang mempersilahkan rangga untuk memotong pita agar acara bisa langsung di mulai


semua mata melihat ke arah rangga yang begitu berkharisma,tampan dan juga begitu keren di mata kaum hawa,


reva dan lisa begitu ingin cepat cepat berkenalan dengan nya karena tadi siang damar sudah berjanji akan memperkenalkan mereka kepada rangga,


"rangga sini kenalin ini teman teman baru gue di sekolah" damar mulai memperkenalkan mereka kepada rangga,


saat rangga melihat tania rangga berinisiatif berkenalan duluan kepadanya, "gue rangga" sambil mengulurkan tangannya kepada tania,


tania membalas jabatan tangan rangga sambil memperkenalkan dirinya rangga juga mengajak nya untuk berjalan jalan melihat kafe nya.

__ADS_1


saat acara sudah selesai rangga memberikan tawaran kepada tania untuk mengantarkan pulang namun tania menolak secara halus karena dia sudah punya rencana untuk pulang bersama teman temannya,


"gimana apa lo mau coba deketin tania sebagai rangga ?" kata damar sambil melihat rangga yang mulai melamun seperti ada yang sedang di pikirkan


"gue bakalan coba kayanya dia beda sama cewe lain,biasanya cewe lain pada pecicilan kalau ngeliat gue tapi tania dia dari tadi hanya diam seperi sedang mencari seseorang" rangga dan damar tiba tiba diam seribu bahasa


selang lima menit mereka tidak bersuara akhirnya mereka memutuskan untuk pulang


"sebaiknya kita pulang bukannya besok lo udah ada janji sama reva ?"


rangga sangat tau bagaimana sikap damar kalau dia sudah menargetkan seseorang dia akan terus memepetnya sampai dapat


"lo memang sahabat terbaik dan paling dapat gue andalkan" damar cengengesan mendengar ucapan rangga.


...----------------...


rangga yang sedari tadi melihat damar yang sudah terlihat rapi tapi mondar mandir terus di depan nya membuat rangga pusing


"kenapa lo mondar mandir terus kaya gitu" kata rangga yang jenuh melihat perbuatan damar yang terus bolak balik di depannya


"gue lagi mikirin reva" kata damar yang tidak mengerti kenapa dia harus bolak balik di depan rangga


"kalau mikirin reva harusnya senyum senyum bukan malah kaya orang bingung" kata rangga yang sudah mulai mengerti kenapa damar terus bolak balik di depannya

__ADS_1


"gue lagi mikirin gimana nanti kalau reva belanja terus harus gue yang bayarin,gue harus bilang apa, masa maaf reva gak bisa gue gak punya uang kan gak lucu" kata damar yang semakin bingung


karena ini pertama kalinya dia akan mengajak cewek jalan jalan yang notabenenya orang kaya damar biasanya mengajak ceweknya jalan jalan palingan pergi ke kafe walaupun ke mall mereka tidak pernah membeli barang yang mahal karena dengan harga 500 ribu saja sudah termasuk mahal untuk kalangan damar


"oke gini aja gue kasih lo lima juta tapi lo harus bisa buat tania ikut bareng sama reva gimana setuju gak" kata rangga yang membuat pikirin damar sedikit tenang


"ok kalau begitu gue telpon reva dulu" damar langsung menghubungi reva


Setelah berbincang bincang cukup lama dalam telpon akhirnya damar selesai dengan pembicaraannya


"ok tania bisa kebetulan tania dan lisa juga menginap di rumah reva jadi kita tinggal menjemput mereka di rumahnya" damar sudah tidak sabar untuk pergi bersama dengan reva


Reva termasuk cewek populer di sekolahnya yang sekarang baru bertemu beberapa hari dia sudah mampu mengajak reva jalan jalan ini adalah hasil yang cukup cepat yang biasanya damar cukup lama mendapatkan perempuan karena harus pendekatan yang cukup rumit.


Akhirnya rangga dan damar pergi menjemput reva di rumahnya di sana sudah terlihat tania dan juga lisa sudah menunggu mereka berdua,


rangga satu mobil bareng tania dan lisa sedangkan damar satu mobil bareng reva ,


di dalam mobil rangga memperhatikan wajah tania yang seperti bosan di dalam mobil sedangkan lisa banyak bertanya seolah sedang mencari perhatian rangga,


lisa begitu kesal karena rangga bersikap dingin kepadanya.


Mereka berlima akhirnya tiba di salah satu mall terbesar di kota,

__ADS_1


lisa langsung turun dari mobil karena masih sebal akan perlakuan rangga kepadanya.


Secara tiba tiba tania memegang baju rangga sambil bertanya "apakah kamu kenal sama doni ?"


__ADS_2