
Keesokan paginya rumah rangga menjadi lebih rame karena kehadiran sosok rena ya walaupun rena bukan pertama kali tinggal di rumah rangga tapi saat terakhir kali rena tinggal rangga masih sekolah jadi tidak tau kebiasaan rena di rumah
betapa terkejutnya rangga saat mendengar rena sudah berteriak memanggil namanya dan tanpa basa basi rena langsung masuk ke kamar rangga
"rangga bangun cepat aku mau jalan jalan sebelum pendaftaran sekolah di mulai aku mau beli peralatan sekolah" kata rena sambil duduk di kasur dan menggerak gerakan badan rangga
"ya ampun rena ini masih pagi gue masih ngantuk" rangga langsung menutup kepalanya dengan bantal
"kalau kamu gak bangun aku bakalan bilang sama bibi kalau kamu sudah jahat aku akan buat kamu di marahin sama bibi" rena kembali menarik tubuh rangga
"ok ok gue bangun sekarang loe keluar dari kamar gue,gue mau mandi dulu" rangga langsung duduk sambil melempar bantal ke arah rena
"awas jangan tidur lagi" rena pun pergi dan melemparkan kembali bantal ke arah rangga
rangga keluar dari kamar dan sudah melihat rena sedang sarapan sendiri,rangga langsung menghampiri rena dan ikut sarapan bareng
__ADS_1
"rangga kak damar kemana kok gak kelihatan ?" kata rena di sela sela sarapannya
"oh damar pindah rumah" rangga menjawab tanpa melihat rena
"kalau begitu kita ke rumah kak damar yuk"
"nanti aja bukannya tadi bilang mau jalan jalan dulu lagian sekarang dia lagi sibuk ngurusin kafe biar gak pacaran mulu"
mendengar kata pacaran dada rena terasa sakit karena itu pertanda damar sudah jadian dengan reva,dengan sedikit takut rena mencoba bertanya
"apa kak damar sudah pacaran dengan kak reva ?" sebenarnya rena takut mendengar jawaban dari rangga tapi rena harus memastikannya
"kok kamu tau aku suka sama kak damar" rena sedikit terkejut karena rangga mengetahui perasaannya
"loe masih punya banyak kesempatan karena gue tau bu halimah gak mungkin suka sama reva,jadi kamu harus banyak berusaha buat dapetin hati damar gue dukung loe" kata rangga sambil memberikan jempolnya
__ADS_1
"senengnya punya sepupu kaya kamu jadi pengen nyubit deh" tanpa aba aba rena langsung mencubit pipi rangga dengan gemasnya
"apa apaan sih loe lepasin gue" rangga sedikit marah karena diperlakukan seperti anak kecil
mereka berduapun bercanda di sela sela sarapannya,dan itu sukses membuat para pelayan di rumah merasa senang karena lebih terasa hangat.
Selesai sarapan rena dan rangga langsung pergi ke mall untuk membeli keperluan sekolah rena dan itu sukses membuat rangga kecapean karena rangga terus mengikuti kemanapun rena pergi
setelah terasa cape rena memilih untuk beristirahat di salah satu stan makanan, mereka berdua memilih memesan minuman
"rangga bagaimana hubungan kamu dengan kak tania apa sudah pacaran juga seperti kak damar dan kak reva ?" tiba tiba jiwa kepo rena muncul
"nggak tania pergi ke negara s untuk melanjutan kuliahnya di sana" kata rangga sambil menyeruput minumannya, rangga tidak menceritakan tentang penyakit tania karena memang tidak ada yang tau selain rangga dan orangtuanya
"oh aduh kasian sepupuku di tinggal pergi tenang jodoh gak bakal kemana" rena menepuk nepuk pundak rangga
__ADS_1
"apaan gue gak di tinggal ya sory nanti gue bakal nyusul ke sana" kata rangga
karena merasa rangga tidak cocok di panggil adik akhirnya rangga menyeruh rena untuk memanggil dia dengan nama langsung yaitu rangga