
rangga sedang mengerjakan tugas kuliah sambil sesekali melihat ke arah tania yang sedang menyisir rambutnya setelah melakukan kemoterapi tania menangis saat melihat gumpalan rambut di sisirnya tania takut kalau dirinya akan kehilangan rambut panjangnya, mendengar isak tangis yang keluar dari mulut tania tentu saja membuat rangga khawatir dia langsung menutup laptopnya dan menghampiri tania sambil menghapus air mata tania "kenapa bukannya seharusnya senang kata dokter penyakit kamu sudah tidak ada lagi di tubuh kamu" rangga langsung mengerti saat melihat gumpalan rambut di tangan tania "apa kamu menangis karena ini" rangga mengambil rambut itu dari tangan tania dan menyimpannya di ranjang tempat tidur
rangga kembali melihat tania dan memegang wajah tania "rangga apa kamu akan tetap mencintai ku walaupun suatu saat nanti aku tidak memiliki rambut" rangga yang mendengar perkataan tania hanya tersenyum "sayang aku akan tetap mencintaimu walaupun kamu kehilangan rambut aku akan belikan rambut yang banyak buat kamu atau mau aku belikan serum penumbuh rambut buat kamu" tania yang mendengar candaan rangga sudah mulai melupakan masalah kerontokan nya "tania aku mencintai kamu apa adanya mau kamu tidak punya rambut atau tidak punya apapun aku akan selalu mencintai kamu ingat itu dan satu hal lagi aku akan melakukan apapun asal kamu bahagia selama itu tidak melanggar hukum" tania merasa beruntung karena memiliki pacar yang rela melakukan apapun untuknya dan mau menerima semua kekurangannya
__ADS_1
ayah tania yang melihat perlakukan rangga pada anaknya tentu saja merasa bahagia karena selain dirinya sudah ada orang lain yang benar benar menyayangi tania karena melihat rangga sedang berbincang dengan anaknya akhirnya ayah tania memutuskan untuk tidak jadi masuk karena takut mengganggu dia pun menunggu di depan ruangan sambil sesekali melihat ponselnya karena takut ada panggilan dari kantor, saat sedang melihat ke arah ponsel rangga keluar karena dia sedikit lapar saat melihat ayah tania sedang duduk di kursi tunggu tentu saja rangga sedikit kaget "siang om kok tidak masuk kedalam" rangga mencium tangan ayah tania sebagai bentuk penghormatan "nanti saja om ke dalamnya sepertinya tania sedang istirahat takut mengganggu kasihan" rangga melihat ke arah kaca jendela untuk melihat tania
melihat tania sedang istirahat ayah tania menyuruh rangga untuk duduk di sampingnya rangga pun mengikuti keinginan ayah tania "rangga terima kasih karena sudah mencintai tania dengan begitu besar om bisa melihat perjuangan kamu selama ini yang rela bolak balik hanya untuk menemani tania kemoterapi om benar benar bisa tenang sekarang karena selain om ada kamu yang menjaga tania" mendengar ayah tania terus mengucapkan terima kasih rangga tentu saja merasa tidak enak hati "om bicara apa tentu saja tania adalah tanggung jawabku sekarang dan juga ini termasuk kewajiban ku untuk menjaga tania karena dia adalah cintaku om sampai kapan pun aku akan selau menjaganya jadi kalau bisa aku juga mau meminta restu pada om agar mau menerima saya untuk menjaga tania"
__ADS_1
tentu saja ayah tania menerima niat baik rangga dia langsung merestui hubungan mereka berdua "eh om malah mengajak kamu ngobrol di sini apa jangan jangan ada yang mau kamu kerjakan sampai sampai harus keluar dari kamar" rangga tersenyum ke arah ayah tania "sebenarnya rangga keluar karena lapar om kebetulan tadi kata tania dia juga ingin istirahat jadi ya aku bermaksud untuk nyari makan sebentar terus balik lagi" ayah tania yang mendengar itu merasa bersalah karena telah membuat rangga menahan rasa laparnya "ya ampun maaf om benar benar tidak tau kamu malah jadi ketahan gara gara om ya sudah sana cari makan tidak usah buru buru biar om yang jaga tania sekarang" om memegang pundak rangga dan masuk ke dalam kamar tania begitupun rangga yang pergi mencari makan siangnya.
damar yang merasa sudah ketahuan oleh acha langsung mencari topik lain agar rena tidak bertanya hal yang akan membuatnya malu "kakak melihat mu karena ingin bilang tolong bantuin ibu nanti karena tadi saat kakak pulang sepertinya ibu sedikit kecapean mengurus semua ini" rena yang mendengar itu langsung berinisiatif untuk membantu "kalau begitu apa rena juga bisa membantu ibu kebetulan hari ini paman dan bibi tidak akan pulang ke rumah jadi rena bisa tinggal sebentar di rumah kak damar untuk membantu ibu" damar tentu saja senang mendengar rena akan ke rumahnya "tentu saja boleh ibu pasti senang bisa melihat kamu kan sudah lama juga kamu tidak main ke rumah" rena hanya mengangguk acha yang sudah terbiasa menjadi obat nyamuk kalau rangga sedang tidak ada
__ADS_1
acha tiba tiba mengingat rangga acha jadi ingin tau seperti apa wajah kak tania sampai kak rangga begitu sangat mencintainya karena saat melihat dalam ponsel acha tidak terlalu memperhatikan "kak kapan kak rangga pulang" damar kembali melihat ke arah acha "kakak juga tidak tau tapi kata rangga dia akan datang ke acara pernikahan ibu jadi kamu tidak perlu khawatir soal rangga" rena yang mendengar acha menanyakan sepupunya tertawa diam diam karena rena tau acha sedang merindukan sepupunya itu tapi mau bagaimana lagi rangga sangat mencintai tania jadi sudah tidak ada kemungkinan untuk acha bisa mendapatkan rangga
acha juga tidak tau sejak kapan dia mulai menyukai rangga tapi mendengar rena menceritakan hubungan rangga dan tania acha memang sudah tidak ada harapan selama tania masih ada rangga akan selalu setia pada satu orang yaitu tania jadi dia hanya bisa berharap semoga ada keajaiban apapun itu demi mendapatkan rangga, tapi acha juga meminta selama rangga bisa bahagia apapun itu akan dia lakukan.
__ADS_1