Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
Cerita bulan


__ADS_3

Setelah malam hari damar memutuskan untuk bermalam di rumah rangga karena dia berencana akan sedikit membuka hatinya untuk rena dan damar sudah menargetkan rena sebagai kekasihnya.


Gak apa apa lah walaupun baru putus tapi sudah cari yang baru hidup harus cepat move on agar tidak terjebak dalam masa lalu.


Saat damar akan pergi menemui rena tiba tiba hpnya berdering dan terlihat pangilan dari dani


"ada apa,gue masih ada urusan loe nelpon di waktu yang kurang tepat"


"loe urus tuh mantan loe dari tadi hubungin gue terus gue cape cepat kelarin gue gak mau dia ganggu waktu gue" hubungan telponpun terputus


"sialan gak bisa hubungin gue dia malah menghubungi dani" sebenarnya reva sering menghubungi damar setelah pertengkaran terakhir kali tapi damar enggan untuk menjawab atau merespon reva karena menurutnya setelah memutuskan sesuatu berarti itu sudah menjadi keputusan terakhir, akhirnya karena damar tidak mau reva menggangu siapapun damar menchet reva agar bertemu di salah satu kafe dekat kampus reva


damar pun melanjutkan rencana awal yaitu mencoba lebih dekat dengan rena akhirnya damar pergi ke arah kamar rena untuk mengajaknya mengobrol tapi saat akan mengetuk pintu damar tidak sengaja mendengar pembicaraan rena yang sedang mengobrol di telpon,damar akhirnya tidak jadi mengajak ngobrol rena malah jadi menguping pembicaraan rena damar tau kalau rena sedang menelpon dengan teman cowoknya karena dari nada bicaranya rena tampak memilih kata kata agar tidak ada salah kata dan agar tidak menyinggung lawan bicaranya


saat mengetahui rena telah selesai menelpon akhirnya damar menunda sedikit waktu agar rena tidak curiga setelah sekitar 30 detik damar mengetuk pintu kamar rena

__ADS_1


rena membuka pintu kamarnya rena begitu kaget saat tau siapa yang mengetuk pintu


"ya ampun kak damar aku kira bibi" rena langsung menutup pintu dan berbicara di luar kamar karena bagaimanapun tidak baik membawa laki laki ke kamar


"ada apa kakak kemari apa ada yang bisa rena bantu"


"rena maukah menemani kakak ke depan kak damar ingin ngobrol santai"


rena mengangguk untuk memberikan jawaban dari pertanyaan damar


"malam ini sangat indah banyak bintang dan bulan yang hanya setengah" saat damar mengucapkan kalimat itu rena langsung melihat ke langit


"kasihan bulan tidak ada yang menemani" kata damar masih tetap melihat langit malam


"bukannya ada bintang yang menemani" kata rena menjawab pertanyaan konyol damar

__ADS_1


"mungkin bintang memang terlihat menemani bulan tapi jarak bintang pada bulan masih jauh bulan masih sendiri,itu seperti kakak dan kak reva"saat nama reva di sebut hati rena terasa sakit


"apa kak damar akan curhat tentang hubungannya dengan kak reva tau begini aku lebih memilih tidur" dalam hati rena


"kakak sebagai bulan dan reva sebagai bintang, reva mungkin memang menemani kakak tapi dia jauh dari jangkauan kakak jadi kakak masih tetap sendiri,apa kamu mengerti kiasan yang kakak ceritakan" kata damar melihat ke arah rena


rena hanya mengeleng karena tidak mengerti akan cerita damar sama sekali,damar lalu tersenyum akan jawaban rena akhirnya damar melanjutkan ceritanya


"kamu seperti bulan yang tak terlihat mungkin kakak tidak melihatmu tapi kamu selalu ada dekat kakak" saat damar menceritakan itu rena masih belum mengerti dan itu terlihat jelas di wajah rena


"apa kamu masih belum mengrti" rena masih mengelengkan kepalanya


"coba kamu lihat bulan yang hanya setengah itu bulan yang terlihat itu kakak sedangkan yang tak terlihat itu kamu jadi walaupun kamu tidak menampakan dirimu kamu selalu ada di sisi kakak"


saat rena sudah mengerti akan makna cerita damar rena tersipu malu dan langsung berlari ke arah kamarnya sambil memegang dadanya detak jantungnya begitu cepat seakan jantungnya akan melompat ke luar

__ADS_1


__ADS_2