
Sinar mentari pagi sudah menunjukkan cahayanya rangga seperti biasa sudah selesai dengan olah raga paginya dia langsung membersihkan diri karena hari ini jadwal dia untuk mengantar tania pulang
begitu juga dengan tania dia sudah siap untuk kembali ke negara S karena ayah tania mewanti wanti untuk cepat pulang karena masalahnya tidak bisa di selesaikan oleh ayahnya harus tania yang menyelesaikannya
"mamah papah rangga izin pergi lagi untuk mengantar tania pulang nanti setelah sampai rangga akan memberi kabar" rangga mencium tangan kedua orang tuanya
"iya hati hati di jalan dan jangan lama lama di sana kamu harus kuliah jangan terlalu sering bolos" pak danu mengingatkan anak semata wayangnya itu agar tidak keseringan bolos
"iya papah rangga pamit" rangga langsung berjalan menuju mobil yang akan mengantarnya ke bandara
"om tante tania pamit ya terima kasih karena sudah menjaga tania selama beberapa hari ini" tania mencium tangan kedua orang tua rangga
"iya sama sama kalau ada apa apa jangan sungkan hubungi om sama tante karena kamu sudah kami anggap seperti anak sendiri" ibu sindi memeluk tubuh tania
"iya tante kalau begitu tania pamit" tania masuk ke dalam mobil dan di susul oleh rangga.
...----------------...
Selama perjalanan tania terus terlihat gelisah rangga yang melihat itu mencoba menenangkan dengan memeluknya
"tenang lah aku jamin semuanya baik baik saja ayah kamu pasti bisa menghandle semuanya dan kamu akan datang tepat waktu di sana" rangga terus mengusap punggung tania
"iya aku juga tahu ayah pasti bisa menghandle semuanya" tania jauh lebih rileks setelah di tenangkan oleh rangga.
Tania terus bersandar ke pundak rangga dia jauh merasa tenang kalau bersandar ke tubuh rangga.
Akhirnya mereka sampai di bandara, namun belum juga turun dari mobil rangga sudah mendapat telpon dari mamahnya
__ADS_1
"ya halo mah ada apa rangga baru aja sampai di bandara ?" rangga langsung mengangkat telpon dari mamahnya karena nada dering orang tua selalu rangga khususkan jadi berbeda dengan yang lain.
Rangga sangat kaget dan panik saat mendengar suara tangisan mamahnya
"mah ada kenapa mamah menangis ?" rangga jadi cemas karena mamahnya jarang menangis
"rangga pa papah kamu masuk rumah sakit hiks hiks hiks" ibu sindi kembali menangis.
Rangga yang sangat menyayangi orang tuanya akhirnya memutuskan untuk tidak ikut mengantar tania
"sayang maaf sepertinya aku tidak bisa mengantarmu sampai rumah papah ku masuk rumah sakit maaf aku tidak bisa meninggalkan mamahku sendirian"
tania yang mengerti dengan khawatiran rangga memakluminya malahan tania juga ikut cemas
"apa aku gak usah jadi pulang biar aku bisa nemenin tante ?" tania memberikan sedikit bantuan pada rangga
tania hanya mengangguk dan turun dari mobil karena jadwal penerbangannya sudah dekat
rangga juga turun dari mobil hanya sekedar mengantarnya sampai ruang tunggu
"aku pergi dulu kalau sudah sampai kasih kabar cup" rangga mencium kening tania
"I LOVE YOU" rangga membisikan kata cinta di telinga tania
tania juga menjawab ucapan rangga "I LOVE YOU TO".
Rangga pun pergi meninggalkan tania, rangga langsung menelpon damar agar menyusulnya ke ke rumah sakit setelah menelpon damar rangga juga menghubungi ayah tania karena tidak bisa mengantar tania sampai ke negara S
__ADS_1
ayah tania pun memaklumi dan mendoakan agar pak danu lekas sembuh.
Selama perjalanan rangga tidak berhenti berdoa untuk keadaan papahnya dia benar benar cemas dan takut kalau papahnya mengalami sakit parah.
...----------------...
Akhirnya rangga sampai juga di rumah sakit rangga langsung pergi menanyakan keberadaan ruang ICU, setelah mengetahuinya rangga langsung berlari menuju ruangan tersebut
saat melihat mamahnya tengah duduk sendiri sambil menahan tangisnya hati rangga kembali sakit
"mamah" rangga diam untuk sesaat karena papahnya ternyata masih di tangani dan itu membuat rangga syok
ibu sindi yang melihat ke datangan rangga langsung berlari menghampiri anaknya dan menangis di pelukan anaknya
"rangga papah kena serangan jantung hiks hiks hiks" ibu sindi tidak henti hentinya menangis dia benar benar terluka melihat suaminya pingsan di depan matanya.
Damar yang sudah sampai ke rumah sakit langsung mendapat perintah dari rangga
"tolong selidiki apa yang terjadi pada perusahaan papah karena saya tau benar papah tidak mungkin seperti ini kalau bukan karena perusahaannya mengalami masalah"
damar yang mendapat tugas dari rangga langsung bergerak cepat damar sudah tau siapa yang harus dia temui terlebih dahulu
rangga juga menelpon orang kepercayaan papahnya
"halo om damar akan ke sana tolong beri tau damar semua yang om tau rangga akan menjaga mamah dulu sebentar setelah mamah cukup tenang rangga akan langsung menyusul damar ke perusahaan"
setelah selesai berbicara rangga langsung menutup telpon dan kembali menenangkan mamahnya
__ADS_1