Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 13


__ADS_3

Selama perjalanan rangga terus saja diam dia merasa masalah hari ini benar benar berat untuknya


"damar kenapa hari ini harus ada ?, pertama papah ku masuk rumah sakit, perusahaan mengalami masalah, dan sekarang tania tidak ada kabar, apa tuhan membenci ku ?" rangga seperti sudah kehilangan separuh kehidupannya


"rangga ini semua adalah ujian buat lo gue yakin lo bisa menyelesaikan masalah ini lo pasti kuat gue yakin itu" damar menepuk pundak sahabatnya itu


Rangga kembali terdiam dia mencoba untuk berpikiran jernih agar tidak terlalu banyak pikiran yang akan membuatnya stres dan malah membuatnya tidak bisa menghadapi masalah


Saat sedang memikirkan masalahnya tiba tiba telpon rangga berdering dan yang menghubunginya adalah mamahnya


"iya halo mah ada apa ? apa terjadi sesuatu dengan papah ?" rangga sudah kembali panik


"rangga sekarang papah sudah di pindahkan ke ruang rawat papah ingin bertemu dengan kamu cepatlah datang papah berada di ruang VIP" ibu sindi langsung menutup telponnya.


Setelah cukup lama di perjalanan akhirnya rangga dan damar sampai di rumah sakit rangga langsung menuju ruangan dimana papahnya di rawat


di ruangan itu sudah ada rena,acha dan juga bu halimah


"ibu mamah dimana kok tidak ada ?" rangga masuk ke dalam ruangan bersama dengan damar


"mamah kamu sedang menemui dokter" bu halimah menggeser duduknya agar damar bisa duduk di sampingnya

__ADS_1


sedangkan rangga langsung menghampiri ranjang papahnya


"papah ini rangga, rangga sudah datang" rangga memegang tangan papahnya


Dan tangan pak danu bergerak matanya pun mulai terbuka


"anak papah sudah datang maaf ya malah merepotkan kamu soal masalah perusahaan" pak danu duduk dan memegang tangan rangga


"papah bicara apa sih ini memang sudah tugas rangga sebagai anak sebaiknya sekarang papah istirahat yang cukup biar masalah perusahaan rangga yang handle dulu" rangga memeluk tubuh papahnya rangga sangat bahagia karena bisa melihat papahnya sudah lebih baik dari tadi


Tapi rasa bahagia rangga seketika hilang saat bayangan tania kembali muncul dan meminta tolong padanya


"tania aku pasti akan menemukan mu" tidak terasa air mata rangga kembali jatuh dan sedikit terisak semua orang yang ada di ruangan itu dapat mendengarnya


"menangis lah papah tau hari ini adalah hari yang berat buat kamu" pak danu mengusap punggung rangga


Rangga merasa malu bila harus menangis di depan papahnya dia mencoba menahan air matanya agar tidak keluar kembali


Tapi tidak lama terdapat pelukan yang begitu hangat menempel kembali dari belakang tubuh rangga


"menangis lah sayang mamah tau kamu pasti sedih sekarang menangis lah ada papah sama mamah di sini" ibu sindi langsung memeluk tubuh rangga sekembalinya dia dari ruangan dokter

__ADS_1


Seketika air mata rangga tumpah dia menangis di pelukan mamahnya dia merasa benar benar sedih,


"mah rangga tidak becus menjaga orang yang rangga cintai papah sakit dan sekarang rangga tidak bisa melakukan apapun untuk tania" rangga mencoba untuk sedikit tenang walaupun air matanya masih mengalir, ibu sindi hanya mengusap punggung rangga dan mengalirkan kehangatan untuk rangga,


cukup lama rangga menangis di pelukan mamahnya sampai suara pintu menghentikan tangisannya


"maaf saya akan mengganti infusan pak danu" ternyata yang membuka pintu adalah suster


"iya silahkan sus" ibu sindi sedikit menggeser kan tubuhnya begitu juga dengan rangga


Rangga kembali seperti semula dia menunjukan sikap dinginnya walaupun matanya sedikit merah akibat menangis


Suster itu kembali keluar setelah mengganti infus milik pak danu


"papah rangga kembali ke kantor dulu ya sekarang waktunya pak alex untuk mengembalikan uang milik perusahaan" rangga sudah kembali bersiap dengan jasnya


"tidak usah pak roni sudah menyelesaikan masalah om alex sebaiknya sekarang kamu fokus pada tania, apa yang akan kamu lakukan sekarang ?" pak danu masih duduk sambil memakan apel yang di berikan oleh istrinya


"rangga tidak bisa melakukan apapun mungkin rangga besok akan pergi ke negara S untuk bertemu dengan ayah tania" rangga duduk di kursi sambil melihat kedua orang tuanya


"baiklah tapi sebaiknya besok kamu ajak damar agar kamu ada temannya di sana mamah takut kalau kamu sendirian" ibu sindi masih mengupas apel untuk di berikan pada suaminya

__ADS_1


"baik mah besok rangga akan ajak damar"


Rangga kembali melamun dia benar benar tidak tau apa yang harus di kerjakan nya sekarang mencari tania tidak mungkin di tambah tubuhnya kecapean begitu juga dengan pikirannya karena tubuhnya merasakan lemas akhirnya rangga ketiduran di kursi


__ADS_2