
Diana yang mendengar ucapan Rangga langsung melihat ke arah samping dan melihat Rangga sedang memegang tangannya seketika wajahnya bersemu merah tapi dia mencoba untuk tetap tenang agar Rangga tidak menyadari kalau dirinya tengah malu karena perbuatan yang Rangga lakukan
Diana kemudian memanyunkan bibirnya memberikan tanda kalau dirinya tengah kesal pada Rangga
"jangan pegang pegang lagian apa loe bilang tadi papah loe ingin ketemu sama gue yang benar aja kita ini cuma pura-pura pacaran masa udah dikenalin sama orang tua loe dan lagi loe kenapa gak bicara dulu soal..."
belum juga selesai meluapkan emosi nya jari telunjuk Rangga sudah menempel indah di mulutnya dan membuat Diana berhenti berbicara dan Diana kembali merasakan panas di wajahnya dia yakin wajahnya sekarang sudah memerah
"sekarang loe cukup diam dan ikut gue"
Rangga kemudian merangkul tangan Diana dan membawa Diana ke arah orang tuanya.
Rangga tidak tau saat pagi tadi dirinya mendengar pembicaraan antara Diana dan mamahnya yang menanyakan soal siapa pacar diana Rangga secara spontan menyebutkan kalau Diana adalah pacarnya
tapi karena perkataan spontan nya sekarang papahnya ingin bertemu dengan Diana dan yang menjadi kekhawatiran Rangga sekarang bagaimana kalau kedua orang tuanya tau kalau mereka berdua sebenarnya tidak memiliki hubungan, apa yang akan dia ucapkan pada kedua orangtuanya.
Melihat kedatangan Rangga bersama seorang perempuan tentu saja menjadi pusat perhatian dua keluarga yaitu keluarga Rangga dan keluarga Acha
Acha yang melihat Rangga sedang merangkul tangan Diana hatinya merasakan sakit dan sebagai seorang ibu Bu Halimah tau kalau anak gadisnya menyimpan rasa pada Rangga dia langsung merangkul tubuh Acha mencoba menyalurkan kekuatan agar Acha bisa kuat menghadapi hal yang ada di depannya
"jadi ini yang namanya Diana sangat cantik" puji pak Danu
"terima kasih om" ucap Diana sambil tersenyum
pak Airlangga yang memang sudah menjodohkan Rangga dengan Acha merasa sedikit kesal pada Rangga karena dia merasa Rangga sudah menyakiti anak kesayangannya tapi dia tidak mungkin marah di depan banyak orang jadi dia mencoba menahan emosinya
__ADS_1
"terus bagaimana soal perjodohan anak kita masa akan di batalkan begitu saja cuma karena orang luar yang tidak jelas asal usulnya" ucap pak Airlangga
Mendengar perkataan pak Airlangga semua mata melihat ke arah pak Airlangga
Diana yang merasa terseret oleh ucapan orang yang sepertinya ayah dari Acha merasa sesak di hatinya dia ingin menangis tapi dia mencoba untuk kuat karena Diana yakin Rangga akan menjaga dirinya
"maaf om tapi Rangga sudah menolak perjodohan ini dan Acha tau itu apalagi sekarang Rangga sudah memiliki kekasih dan dia bukan orang luar Rangga harap om bisa menerima keputusan ini dan membatalkan perjodohan antara saya dan acha" Rangga membungkukkan kepalanya mencoba menghormati pak Airlangga
"maaf kak Rangga, kak Dian papah tidak bermaksud menyinggung perasaan kak Dian papah hanya merasa khawatir kepada ku kalau bisa besok kita bertemu bertiga di kafe saat makan siang lagian ini adalah hari bahagia untuk kakak dan sahabat ku jadi sebaiknya kita tidak membahas soal ini" ucap Acha mencoba untuk tetap tersenyum
"baiklah besok kita bertemu di kafe x saat makan siang"
Setelah pembicaraan itu semua kembali seperti semula Diana yang memberikan selamat kepada damar dan juga Rena dan sesekali dia ajak berbincang oleh keluarga Rangga
Diana merasa senang hari ini walaupun tadi sempat ada sedikit masalah tapi tidak membuat mood Diana berubah apalagi saat dirinya merasa di terima oleh keluarga Rangga membuat Diana semakin senang dan entah kenapa hati Diana merasa dirinya ingin selalu seperti ini dia ingin bersama Rangga karena bersama dengan Rangga dia dapat merasakan kasih sayang kedua orang tua.
merasakan ada yang memperhatikan dirinya Rangga melirik ke arah Diana dan melihat Diana sedang memperhatikan dirinya tanpa berkedip
Rangga menghentikan mobilnya karena mereka sudah sampai di pekarangan rumah Diana
merasakan mobil yang berhenti Diana langsung tersadar dari lamunannya dan saat sadar Diana langsung melihat Rangga yang sedang memperhatikan dirinya tentu saja dirinya kembali merasakan panas di wajahnya dan wajahnya kembali memerah
"loe sakit" Rangga memegang kening Diana mencoba mengecek suhu tubuhnya
mendapat perlakukan itu membuat Diana semakin malu dan detak jantungnya semakin tidak berirama dia benar benar ingin segera pergi dari hadapan rangga
__ADS_1
"gue gak apa apa gue masuk duluan loe mau mampir" ucap Diana saat melihat kalau dirinya sudah sampai di depan rumah
saat akan keluar dari mobil tangan Diana di pegang oleh Rangga dan membuat Diana kembali duduk di samping rangga
"Diana gue mau ngomong sebentar sama loe" ucap Rangga yang masih memegang tangan Diana karena takut Diana keluar dari mobil
"mau ngomong apa" Diana sudah merasa tidak tenang dia takut Rangga mengucapkan hal yang Diana ingin dengar dari mulut Rangga
"soal kita bagaimana kalau hubungan kita ini kita resmikan" ucap Rangga
Diana sudah tidak bisa mengendalikan hatinya dia merasa banyak bunga yang bermekaran di hatinya dia sangat senang tapi dirinya kembali mengingat kalau dirinya belum lama mengenal Rangga dia tidak ingin kalau hubungan di antara mereka hanya sebatas alasan agar Rangga bisa menolak perjodohan antara Rangga dan Acha
"maksud loe apa kita ini baru kenal" ucap Diana mencoba melepaskan genggaman tangan Rangga
"gue tau kita baru kenal tapi kita bisa saling mengenal sambil menjalin hubungan kan lagian kedua orang tua gue juga udah setuju soal hubungan ini jadi apa loe mau mencoba melanjutkan hubungan ini" tanya Rangga
Diana tidak tau harus menjawab apa jadi dia hanya bisa meminta waktu pada Rangga
"gue akan coba pikirkan soal hubungan kita apa gue boleh keluar sekarang"
Saat Diana sudah turun dari mobil lagi lagi tangannya di tahan oleh Rangga dan saat Diana melihat ke arah Rangga satu kecupan berhasil mendarat di kening Diana dan sang pelaku hanya tersenyum ke arah Diana
"good night mimpi indah"
Diana diam membeku dia benar benar terkejut dengan perlakukan Rangga kepadanya dia memegang keningnya yang tadi sempat di sentuh oleh bibir Rangga seketika wajahnya kembali memerah dia malu dan sesaat kemudian dia kembali sadar Diana langsung berteriak ke arah Rangga yang sudah melajukan kembali mobilnya
__ADS_1
"Rangga nyebelin"
Rangga yang melihat reaksi Diana lewat kaca spion hanya tersenyum melihat Diana yang terus menghentikan kakinya ke tanah karena merasa kesal kepada dirinya