Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 28


__ADS_3

Sesampainya di bandara pulau dewata mereka semua langsung bisa menghirup udara pantai yang begitu khas. Semua langsung masuk ke mobil yang memang sudah di siapkan oleh keluarga airlangga. Ya penyewaan pesawat di ambil alih oleh keluarga danu herawan sedangkan akomodasi selama di pulau dewata di atur oleh keluarga airlangga.


Selama di perjalanan tidak ada yang aneh semuanya masih terlihat sama tapi hanya ada satu perbedaan yaitu damar yang sedang menerima telpon dari elsa dan sekarang rena sedang ngambek di samping damar. Setelah selesai menelpon damar langsung membujuk rena


"ayolah kan kamu tau sendiri ceritanya bagaimana nanti aku ceritakan semua yang kita bicarakan di telpon" setelah berbicara itu damar kembali gelisah setelah mendapat telpon dari elsa.


Rangga dan rena dapat melihat kegelisahan itu rangga langsung mengirim chat pada damar untuk menceritakan apa yang di bicarakan elsa di telpon. Damar melirik ke arah rangga dan mengangguk.


Damar mulai berpikir apa sebaiknya aku menceritakan semua ini pada yang lain agar ada lebih banyak orang yang menjaga rena terutama acha.


Damar menggenggam tangan rena lebih erat seperti takut akan kehilangan rena.


Rena pun ikut menggenggam tangan damar mencoba menenangkan


"sebenarnya ada apa kakak sampai gelisah seperti ini ?" rena mengusap wajah damar yang tampak lebih pucat


"kakak tidak apa apa nanti kakak bicarakan di vila ya" ucap damar tersenyum ke arah rena.


Mereka akhirnya sampai di vila. Semua orang langsung menuju kamar masing masing hanya sekedar menyimpan barang bawaan mereka.


Setelah membereskan barang rangga, damar dan dani langsung berkumpul di balkon hanya sekedar untuk mengobrol


"jadi apa yang di ucapkan elsa di telpon ?" ucap rangga


"elsa tau kalau kita sekarang sedang berlibur dan dia juga tau kalau aku sedang berhubungan dengan rena" ucap damar.


Rangga yang mendengar ucapan damar kaget

__ADS_1


"bagaimana bisa elsa tau semua itu ?" rangga sepertinya harus mencari tau identitas elsa yang sebenarnya.


Rangga langsung menghubungi pak roni. Dia menceritakan semua yang terjadi pada rena dia juga mengirimkan foto elsa pada pak roni untuk di selidiki


"saya tunggu ya pak" rangga kemudian menutup telpon


"pak roni akan menyelidiki identitas elsa kita akan tau siapa elsa sebenarnya" ucap rangga.


Dani yang memang tidak tau permasalahannya merasa bodoh sendiri mendengarkan pembicaraan rangga dan damar


"tunggu kalian mau mencari identitas elsa emangnya elsa kenapa ? kenapa kalian panik begini ?" dani merasa harus tau juga


"oh iya gue belum cerita ya" damar kemudian menceritakan semua yang terjadi antara dirinya dan elsa begitu juga dengan reva yang tidak lupa di ceritakan oleh damar.


"jadi maksud lo reva menghilang karena elsa ya ampun gue gak habis pikir cewek anggun seperti elsa ternyata mempunyai jiwa seperti itu" dani bergidik ngeri mensyukuri kalau dirinya tidak terlalu dekat dengan elsa


"ya mana aku tau tapi kamu ingat tidak saat kita pertama kali bertemu dengan elsa yang lo bilang kalau dia hantu toilet lo ingat gak" damar menepuk pundak dani


"yap bener banget lo langsung kabur nah karena penasaran gue samperin dan ternyata itu elsa tapi waktu pertama kali bertemu elsa tidak seperti yang sekarang dia lebih terkesan cupu dan sepertinya habis di bully oleh teman satu angkatannya" damar kembali mengingat momen itu


flash back


Damar menghampiri gadis yang sedang menangis di pojokan dekat toilet mahasiswa. Penampilannya begitu acak acakan rambut yang penuh dengan air dan tepung pakaian yang sudah tidak layak lagi di pakai. Damar mencoba memberanikan diri dan menyentuh tangan gadis itu


"hey apa kamu baik baik saja" ucap damar.


Seketika gadis itu melihat ke arah damar dengan kaca mata yang tebal dan wajah yang sudah penuh dengan tepung dan ada juga bekas tamparan di pipinya. Damar yang memang lemah terhadap perempuan apalagi yang sedang menangis merasa kasihan dan mengusap bekas tepung di wajahnya

__ADS_1


"are you okay" damar memperhatikan lebih jelas wajah gadis tersebut. Gadis itu hanya mengangguk sambil sesekali meremas tangannya karena gugup


"berdirilah dan kalau mau kamu bisa cerita pada ku" damar tersenyum ke arah gadis itu sambil memegang tangan agar gadis itu bisa berdiri sambil memegang tangannya. Melihat respon gadis itu damar merasa kalau gadis di depannya pasti bisa melewati ini


"jadi siapa nama kamu ?" damar membantu membereskan rambut gadis itu sambil terus bertanya


"elsa" gadis itu terlihat malu malu tapi damar terus mencoba menghiburnya "jadi apa mau cerita" gadis itu menggeleng. Damar memaklumi mungkin gadis di depannya malu. Damar menyuruh gadis itu untuk mencuci wajahnya agar terlihat lebih bersih dan gadis itu menurutinya


"tuh kan lebih cantik kalau kamu bisa menunjukan kelebihan kamu pada orang lain tunjukanlah jangan di sembunyikan agar mereka semua tau kalau kamu bukanlah gadis yang lemah buatlah mereka bungkam dengan perubahan mu, oh iya namaku damar kalau kamu butuh teman cerita cari saja aku di jurusan bisnis aku pergi dulu" damar pun pergi menyusul dani yang sudah pergi entah kemana


flashback off


Setelah menceritakan pertemuan pertama mereka damar kembali di buat bingung


"dan kalian tau setelah kejadian itu tiba tiba keesokan harinya dia datang ke kelas kita dan anehnya bekas tamparan di wajahnya menghilang pakaian yang di pakainya pun branded di tambah dia juga sudah memiliki teman bukannya itu aneh".


Rangga dan dani juga dapat merasakan keanehan yang di rasakan oleh damar


"bener juga kata lo kalau memang elsa habis di bully tempo hari itu tandanya dia selama itu menyembunyikan identitasnya tapi untuk apa dan satu lagi kenapa setelah bertemu dengan lo dia mulai menunjukan identitasnya ?" ucap dani memberikan statement nya pada rangga dan damar


"kalau itu gue juga gak ngerti" damar kembali kebingungan.


Saat sedang menebak nebak tiba tiba rangga mendapat telpon dari pak roni. Rangga langsung menjawab telpon dari pak roni dan berbicara beberapa kata


"baiklah pak tolong kirimkan ke email saya" rangga kembali menutup telponnya


"sepertinya kamu sudah berurusan dengan orang yang salah damar" rangga kembali masuk ke dalam kamar dan menyalakan laptopnya.

__ADS_1


Damar dan dani tentu saja ikut ke dalam dan melihat apa yang di kirimkan oleh pak roni. Dan saat membaca isi email nya rangga, damar dan dani di buat kaget oleh fakta yang di temukan oleh pak roni


"habislah aku" damar sudah pasrah dengan keadaan hidupnya saat ini


__ADS_2