
Diana pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju pasar setelah berterimakasih kepada warga yang juga membantunya. Selama perjalanan nenek diana tidak henti hentinya membicarakan pria muda yang sudah memberinya uang
"dian kalau kamu nanti punya pacar harus yang baik seperti pria tadi tapi tidak perlu kaya yang penting dia baik itu saja sudah cukup" ucap nenek diana
"iya nek dian akan mengingat semua yang nenek bicarakan sekarang kita mau belanja apa saja ?" tanya diana.
Nenek diana pun membeli semua barang jualan yang memang di butuhkan untuk warungnya sampai sampai satu angkot penuh karena nenek diana ingin melengkapi warung miliknya dan sisa uang nya akan dia tabung.
Selesai berbelanja diana membantu sang nenek membereskan barang jualan di warung milik neneknya
"nek besok diana akan mulai kembali mencari kerja tidak apa apakan kalau nenek jaga warung sendiri lagi ?" tanya diana
"iya gak apa apa maaf kalau saja tadi nenek gak minta di temenin sekarang mungkin kamu sudah dapat kerja" ucap nenek diana karena tadi pagi diana sudah meminta izin untuk mencari pekerjaan tapi siang hari malah di suruh pulang untuk menemaninya berbelanja
"nenek bicara apa ini juga sudah kewajiban diana untuk membantu nenek" ucap diana.
Walaupun hidup hanya berdua tapi diana bahagia karena masih memiliki seorang nenek yang begitu baik.
...----------------...
Sedangkan rangga sudah kembali dari salah satu kafe miliknya sekalian mengecek keuangan kafe
"sepertinya pelayan di kafe harus di perbanyak melihat pemasukan tadi tamu yang datang cukup banyak" rangga kemudian memberikan perintah pada manajer kafe untuk menambah pegawai melalui chat. Selesai mengurus kafe rangga kembali mengurus berkas perusahaan. Setelah seharian bekerja rangga bermaksud untuk pulang tapi saat berada di area parkir rangga melihat damar sedang berdiri di dekat mobilnya. Rangga pun menghampirinya
"bukannya kamu ada janji dengan rena ?" tanya rangga
"kamu tau dari mana ?" tanya damar
__ADS_1
"dari rena tadi dia minta izin katanya mau jalan sama lo dan sekarang kenapa masih di sini ?" rangga bingung karena biasanya damar selalu cepat bertindak kalau urusannya dengan rena
"elsa tadi telpon katanya dia pulang sekarang dan minta di jemput di bandara" ucap damar yang bingung harus bagaimana
"kalau begitu sebaiknya kamu telpon rena dan bilang yang sejujurnya dia pasti akan mengerti" ucap rangga memberikan solusi
"baiklah" damar kemudian menelpon rena dan menceritakan akan kepulangan elsa ke tanah air. Karena sudah mengerti masalah yang di hadapi oleh damar rena memberikan izin kepada damar untuk menjemput elsa di bandara
"rangga sebaiknya kamu menjemput rena di kampus kasian dia karena ada janji dengan ku acha pulang duluan" ucap damar.
Damar langsung berangkat menjemput elsa di bandara dan rangga pergi menjemput rena di kampus. Sebenarnya damar tidak ingin seperti ini dia ingin hubungannya dengan rena akan selalu baik baik saja tapi damar juga takut kalau elsa akan berbuat nekad dan menyakiti rena, damar sudah memutuskan untuk berbicara dengan elsa soal hubungannya dengan rena.
Saat di jalan rangga lagi lagi bertemu dengan perempuan yang tadi hampir ketabrak dan kejadian itu kembali terulang tapi sekarang rangga yakin kalau ini bukanlah kesalahannya. Perempuan itu menggedor pintu kaca mobil milik rangga, karena sedang di kejar waktu rangga membuka kaca mobilnya sedikit
"ada apa ?" ucap rangga sedikit ketus
"iya kalau sudah tidak ada yang mau di bicarakan lagi aku pergi aku sedang sibuk" rangga kembali menutup kaca mobilnya dan kembali melajukan mobilnya.
Mendapat sikap yang tidak baik membuat diana merasa salah karena harus mengucapkan terima kasih pada orang begitu menyebalkan
"ah apanya yang baik dasar laki laki menyebalkan orang kaya belagu" maki diana sampai sampai dia melemparkan alas kakinya ke arah mobil rangga. Karena mobil rangga sudah jauh jadi lemparan diana tidak sampai ke mobil rangga.
Melihat alas kakinya tergeletak begitu saja diana kembali mengambil alas kakinya dan pergi sambil memaki pemilik mobil yang sudah hampir menabraknya itu.
Di kampus rena sedang menunggu kedatangan rangga sambil melamun karena masalah dalam hubungannya sudah datang dan itu membuat hati rena tidak senang. Baru saja datang elsa sudah bisa membatalkan perjanjian yang sudah di rencanakan oleh rena dan damar bagaimana nanti bisa bisa waktu damar habis hanya untuk menemani elsa. Melihat sepupunya yang sedang melamun membuat rangga merasa kasihan
"ayo kita pulang jangan melamun di sore hari nanti kesambet loh bukannya begitu kata orang sunda" ucap rangga
__ADS_1
"sudah lah gak usah bicara sunda kalau memang tidak tau artinya ayo pulang aku capek" ucap rena dan masuk ke dalam mobil.
Selama perjalanan tidak ada yang di bicarakan hanya suara musik yang terdengar rena terus melamun memikirkan nasib hubungannya dengan damar.
...----------------...
Sedangkan di bandara damar sudah melihat kedatangan elsa dia semakin terlihat anggun dan cantik siapa saja yang melihat elsa pasti akan jatuh hati tapi siapa yang tau di balik keanggunan dan kecantikannya ada sosok menakutkan yang elsa sembunyikan. Saat melihat damar elsa langsung berlari dan memeluk tubuh damar elsa juga memberikan ciuman hangat untuk damar orang yang sangat dia rindukan
"sayang aku sangat merindukan mu" bisik elsa. Damar hanya tersenyum mendengar bisikan itu walaupun dalam hatinya damar mulai tidak tenang karena kehadiran elsa.
Melihat respon damar yang cuek membuat elsa tidak suka
"aku kira selama setahun aku tidak menghubungi mu kamu akan menelpon ku tapi kamu sama sekali tidak menghubungi ku apa begitu bahagianya kamu berhubungan dengan rena" elsa mulai mengancam damar dengan rena.
Mendengar nama rena di sebut membuat tubuh damar reflek dan memeluk tubuh elsa
"mana ada aku sibuk kerja sebentar lagi aku akan mulai menjalankan perusahaan milik papah jadi aku harus banyak belajar" ucap damar untuk mengubah topik pembicaraan agar tidak melibatkan rena
"baiklah aku sekarang lapar kita makan dulu ya" pinta elsa sambil merangkul tangan damar. Damar hanya bisa menyetujui keinginan elsa
"pak tolong bilang sama daddy kalau aku pergi makan dulu dengan pacar ku dan barang bawaan ku tolong bawa pulang terima kasih" ucap elsa tersenyum pada anak buah ayahnya.
Mendengar ucapan elsa pada bawahannya membuat damar sulit mempercayai pendengarannya karena bagaimana orang sekejam elsa begitu sopan pada seorang bawahan
"ayo kita cari tempat makan aku sudah benar benar lapar" pinta elsa pada damar.
Damar mengangguk pada bawahan elsa dan pergi mengajak elsa untuk mencari tempat makan
__ADS_1