Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 42


__ADS_3

Keesokkan paginya seperti biasa rangga sudah siap untuk bekerja setelah mengurusi masalah pertunangan rena, ibu rena tetap tinggal di rumah adiknya untuk sementara karena ingin mengurusi perihal pertunangan anaknya.


Damar sendiri meminta elsa untuk bertemu di pagi hari karena damar harus mulai menyiapkan segala hal untuk acara pertunangannya. Di dalam mobil damar sedang mengobrol dengan rena dan menebak kemungkinan apa yang akan di bicarakan oleh elsa "sebenarnya kak elsa itu kelihatan baik tapi kenapa dia malah seperti ini, mau merebut orang yang jelas jelas sudah memiliki kekasih aku takut kalau kak elsa berbuat jahat" damar bisa melihat raut wajah rena yang ketakutan.


Damar memegang tangan rena dan mencoba untuk menenangkannya "sayang kamu tenang saja kakak yakin elsa tidak akan melanggar hukum dia cuma mengancam kita saja tidak lebih, lagian kan ada kakak yang akan menjaga kamu" ucap damar sambil mencium sekilas tangan rena.


Mendapatkan perlakukan yang begitu manis rena hanya bisa tersipu malu.


Di dalam kafe

__ADS_1


Elsa sudah menunggu kedatangan damar dan juga rena dia nampak tenang berbeda sekali dengan damar dan rena yang sedikit khawatir karena takut elsa melakukan hal yang seharusnya tidak di lakukan "eh kalian sudah datang silahkan duduk kenapa begitu khawatir aku tidak akan gigit kok" kata elsa penuh dengan senyuman yang seperti memiliki arti tertentu


"langsung saja sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan" tanya damar sambil terus memegangi tangan rena yang dari tadi gemetar apalagi melihat orang orang yang ada di belakang elsa


"ya ampun sayang jangan marah lagian yang seharusnya marah itu aku loh kamu sudah selingkuh di belakang ku" ucap elsa dengan tenangnya "lagian kamu masih ingat kan ucapan ku tiga tahun lalu aku yakin kamu masih ingat dengan jelas semua ucapan ku" sambungnya.


Rena sendiri merasa kaget sekaligus takut dengan apa yang dia dengar, dia semakin menggenggam erat tangan damar semoga semua ini segera berakhir


"kamu tenang saja lagian saat aku bertemu dengan rena dia perempuan yang baik dia sangat percaya sama kamu aku yakin dia mampu membuat kamu bahagia, dan aku juga akan mengucapkan selamat aku dengar kalian akan bertunangan semoga kalian bahagia" ucap elsa yang membuat damar dan rena semakin bingung sebenarnya apa yang di inginkan elsa sebenarnya.

__ADS_1


Melihat wajah kebingungan damar dan rena membuat elsa tertawa "ha ha ha apakah aku susah di tebak sudah tidak perlu di pikirkan aku akan berkata jujur sama kamu rena dan mungkin akan sedikit bercerita aku sangat mencintai damar karena bagiku damar adalah malaikat yang membawaku keluar dari kegelapan saat aku tau kalau dia berpacaran dengan reva aku merasa kalau semuanya sudah berakhir tapi saat aku melhat reva yang berselingkuh dari damar membuat ku marah tapi melihat bagaimana sikap damar yang akhirnya berani mengakhiri hubungannya dengan reva membuat ku senang sampai suatu saat aku melihat reva masih terus mengejar damar membuat jengah dan akhirnya aku menemui dia dan memintanya untuk pergi dari kehidupan damar untuk selamanya dengan imbalan uang sebesar 50 juta dan dia dengan senang hati pergi setelah mengambil uang tersebut" cerita elsa panjang lebar.


Dan cerita itu membuat damar dan rena mengerti kenapa reva selama ini tidak pernah ada kabar "apakah kak reva masih hidup ?" tanya rena dengan polosnya, mendengar pertanyaan rena membuat elsa kembali tertawa "tentu saja dia masih hidup ya walaupun hidupnya sekarang tidak sebaik saat di sini dia sekarang bekerja di sebuah hiburan malam tapi sebaiknya kalian jangan menemuinya lagi karena hanya akan membuat masalah pada hubungan kalian" jawab elsa sambil tersenyum ke arah rena "tolong jaga baik baik damar ya walaupun dia kadang sedikit nakal tapi aku yakin dia hanya mencintai kamu aku pergi dulu kamu perempuan yang baik kalau seandainya saat kita bertemu kamu percaya pada foto itu aku akan membuat hubungan kalian berakhir hari ini dan kamu harus percaya aku bisa melakukan itu" ucap elsa sambil pergi meninggalkan damar dan rena


...****************...


Sedangkan di kantor rangga sedang mengerjakan semua berkas yang akan dia bahas di meeting hari ini dia sesekali melihat ke arah jam tangannya karena dia bermaksud untuk makan siang di kafe, entah kenapa rasanya dia ingin terus mendengar suara diana yang sedang marah marah kepadanya. Saat sedang melamun damar datang mengagetkannya "woy melamun aja lo" teriak damar, rangga reflek langsung tersadar dari lamunannya "sialan lo udah selesai urusan lo sama elsa ?" tanya rangga sambil kembali memeriksa berkas yang ada di meja kerjanya "oh udah lo tenang aja sekarang rena aman, oh iya nanti siang kita makan siang bareng yuk kita ajak rena sama acha sekalian" jawab damar dengan antusias dia ingin mencoba membuat rangga agar bisa lebih dekat dengan acha "aduh gak bisa gue punya jadwal sendiri lain kali aja, oh iya lo udah baca soal berkas yang akan kita bicarakan hari ini jangan sampai lo lupa dan gak lo pelajari" ancam rangga karena damar sering kali membuat rangga pusing "tenang saja gue udah pelajari semuanya lo tenang aja" setelah pembahasan seputar pekerjaan mereka langsung mesuk ke ruang meeting untuk membahas berkas bersama dengan para investor.


Setelah semua selesai rangga langsung pergi untuk makan siang sedangkan damar di tinggalkan sendiri di ruangannya, rangga tidak ingin kalau damar tau kalau dirinya akan pergi ke kafe di mana diana bekerja. Sesampainya di kafe rangga tentu saja langsung di sambut oleh manajer kafe, melihat kedatangan rangga membuat wajah riang diana seketika memucat apalagi saat di beri tahu oleh seniornya kalau rangga adalah bos di kafe itu semakin membuat diana kaget dan juga syok. Seketika diana kembali mengingat hal apa saja yang sudah dia lakukan pada rangga rasanya lulutnya menjadi lemas dan ingin rasanya dia pergi sejauh mungkin agar tidak terlihat oleh rangga. Saat dia akan pergi dari jarak pandang rangga tiba tiba suara yang sangat dia kenal karena akhir akhir ini sering menjahilinya memanggil namanya "diana" ucap rangga dengan sedikit keras karena melihat perempuan itu akan pergi "mampus gue" ucap diana dengan sangat pelan agar hanya terdengar olehnya

__ADS_1


__ADS_2