Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 25


__ADS_3

Sesuai dengan rencana lisa datang lebih awal dan membantu ibu sindi untuk menyiapkan semua keperluan,


tapi ternyata acha juga datang lebih awal karena tidak ingin lisa leluasa merebut hati orang tua rangga


dan saat mempersiapkan acara untuk barbeque sangat terasa persaingan antara lisa dan acha yang mencari perhatian orang tua rangga


"lebih baik tante istirahat saja biar lisa yang membantu di sini" lisa meminta ibu sindi untuk duduk di dekat rangga


lisa pun memulai untuk membantu pelayan di rumah rangga yang sedang membereskan meja


"tante ini dagingnya di simpan di sini biar nanti tamu yang datang dapat memilih bagaimana menurut tante ?" acha keluar dari rumah sambil membawa beberapa jenis daging


"boleh sayang taruh saja dan kamu jangan terlalu capek tante takut nanti kamu kecapekan dan sakit" ibu sindi sangat peduli pada acha bagaimana pun acha sangat dekat dengan rena dan juga anak dari bu halimah


"tante tenang saja acha kuat kok" acha menyusun setiap daging di atas meja di bantu oleh rena yang tidak membiarkan acha kerja sendiri.


Ibu sindi pun membiarkan dua perempuan itu untuk melakukan apa yang mereka inginkan


"rangga kamu mau pilih yang mana lisa atau acha dua duanya baik cantik lagi ?" ibu sindi bertanya pada rangga karena dari tadi sama sekali tidak berbicara karena sibuk dengan laptop dan hpnya


"mah pilih apa siapa rangga sedang sibuk jangan ganggu rangga dulu" rangga sama sekali tidak melihat ke arah mamahnya karena sedang sibuk dengan urusannya


"kamu itu sudah dua tahun mamah tidak lihat kamu bawa pacar kamu lagi ke rumah ya setidaknya pilih lah yang ada di depan mata" ibu sindi merasa rangga sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dan bekerja.


Ibu sindi takut rangga menjadi tidak memikirkan hidupnya untuk mencari pasangan karena kepergian tania membuat rangga menjadi trauma


"mah rangga belum mau memikirkan masalah mencari pasangan rangga belum siap" rangga menutup laptopnya dan memegang tangan sang mamah dan melihat ke arah mata mamahnya


"mudahan mamah mengerti dan tidak perlu memikirkan hal ini kalau rangga sudah bisa mendapat pengganti tania rangga pasti akan memperkenalkannya pada mamah maupun papah" rangga menggenggam tangan mamahnya lebih erat


Ibu sindi meneteskan air mata merasa sedih melihat anaknya yang masih belum bisa melupakan tania.


Akhirnya semua tamu mulai berdatangan ke rumah rangga untuk memeriahkan acara yang di adakan oleh keluarga rangga begitu juga dengan damar yang langsung datang setelah pertemuannya dengan elsa

__ADS_1


"lo gak mandi dulu sebelum kesini" rangga merasa heran karena ini bukanlah kebiasaan damar


"belum gue mandi dulu oh iya gue pinjam baju lo" damar berlari ke arah kamar rangga


"aneh ini bukan kebiasaan damar sepertinya dia dapat masalah" rangga pergi menyusul damar.


Tentu saja sikap rangga dan damar dapat terlihat oleh kedua keluarga


"sepertinya ada masalah sama kak damar iyakan cha ?" rena dapat melihat damar yang tidak seperti biasanya


"iya kak damar tadi juga tidak pulang ke rumah kata ibu kak damar ada janji sama seseorang tapi aku juga tau siapa" acha melihat ke arah rena sambil memanggang daging untuk rangga


...----------------...


Sedangkan di kamar rangga, damar sudah selesai dengan rutinitas mandinya dan sedang memakai baju


"lo ada masalah apa gue bisa tau lo sedang ada masalah cerita sama gue ?" rangga langsung to the points karena sepertinya masalah damar sangat berat


"ini masalah reva, lo tau kan sudah dua tahun reva tidak ada kabar dan hari ini gue tau apa alasan reva tidak ada kabar" damar kembali mengingat kejadian tadi saat bersama dengan elsa


"kalau kamu menolak aku akan membuat semua perempuan yang dekat dengan mu menghilang termasuk TEMAN DEKAT ADIK KAMU" elsa sedikit menekankan nada suaranya pada kalimat terakhir agar damar tau kalau dia tidak sedang main main


"kamu apakan reva elsa" damar merasa kaget dengan semua pernyataan yang di ucapkan oleh elsa


"kamu tenang saja reva cuma pergi tapi walaupun kamu mencarinya kamu tidak akan menemukannya jadi tidak usah capek capek mencari" elsa memegang wajah damar dan mengelusnya dengan sangat lembut


"aku sekarang akan pergi tapi walaupun aku pergi aku akan tau dengan siapa saja kamu berhubungan jadi jangan macam macam"


damar menghempaskan tangan elsa dari wajahnya


"dasar perempuan gila sebaiknya kamu pergi secepatnya" damar berdiri hendak pergi dari hadapan elsa


"tunggu jangan pergi dulu sayang selama aku tidak ada di sisi kamu, kamu bebas kok mau jalan dengan siapapun aku tidak akan marah tapi nanti kalau aku sudah pulang perempuan manapun yang dekat dengan kamu akan mengalami hal yang sama seperti reva"

__ADS_1


Mendengar ucapan elsa membuat damar diam di tempat dan semakin takut dengan sikap elsa.


Elsa berdiri dan berjalan ke arah damar elsa memeluk tubuh damar dari belakang


"kamu adalah pria ku jadi jangan harap ada perempuan lain di sisi mu" elsa terus memeluk tubuh damar semakin erat


Setelah puas memeluk tubuh damar elsa juga mencium damar di depan umum


"pulanglah aku tidak mau ibu mengkhawatirkan kamu bukannya setelah ini kamu ada janji dengan keluarga rangga titip salam ya buat rangga" elsa melepaskan tangannya dari wajah damar


"akhirnya aku akan pulang aku benar benar takut sekarang" damar pun melangkah pergi meninggalkan elsa tapi baru saja tiga langkah elsa kembali memeluk damar dari belakang


"sebelum kamu pergi aku mau bilang kamu harus mengangkat telpon dari ku dan juga membalas chat dari ku kalau tidak aku akan langsung pulang ke sini dan datang menemui kamu" elsa berbicara sambil memeluk tubuh damar


Damar mulai bisa mengontrol rasa takutnya karena tidak ingin kejadian reva terulang kembali damar hanya bisa mengikuti permainan yang di buat oleh elsa


Damar melepaskan pelukan elsa dan membalikan badannya untuk melihat ke arah elsa


"pasti sekarang aku pulang dulu karena sudah janji dengan rangga dan kamu juga harus belajar dengan benar di luar negri agar lulusnya bisa lebih cepat aku akan menunggu mu" damar pun mencium kening elsa agar elsa senang.


Setelah mencium kening elsa damar pun langsung pergi menuju parkiran"


flashback off


Rangga yang mendengar cerita damar merasa kaget dan juga syok karena baru ini dia mendapat cerita yang begitu menyeramkan


"bagaimana bisa kamu mengenal perempuan psikopat seperti elsa" rangga tidak habis pikir dengan pikiran damar


"ya aku juga tidak tau kalau elsa orangnya seperti itu karena saat pertemuan pertama kali dia sedang menangis di dekat toilet perempuan gue cuma sedikit menghiburnya sudah cuma itu saja" damar juga merasa tertipu oleh sikap polos elsa dulu


"sebaiknya sekarang kamu jauh jauh dari rena gue tidak mau rena jadi sasaran elsa berikutnya" rangga menjadi khawatir dengan rena


"lo tenang saja untuk sekarang rena masih aman sebaiknya sekarang kita turun dan balik lagi kumpul dengan yang lain" damar pergi keluar dari kamar rangga

__ADS_1


begitu juga dengan rangga yang ikut menyusul damar


__ADS_2