
Walaupun mereka berdua sudah ikut membaur dengan yang lainnya tapi masih terlihat jelas raut wajah kekhawatiran dari rangga dan juga damar apalagi mereka berdua terus melihat ke arah rena
"rena kamu tau gak kenapa kak rangga dan kak damar melihat ke arah kamu terus ?" acha juga dapat melihat ada keanehan pada rangga dan damar
"aku juga gak tau lebih baik kita tanya langsung saja dari pada penasaran" rena juga penasaran dengan apa yang terjadi sekarang.
Sedangkan lisa merasa kesal karena rangga terus melihat ke arah acha begitulah yang terpikirkan oleh lisa
"ngapain sih si rangga melihat terus ke arah acha bikin sebel saja tapi aku harus bisa tenang lisa ingat kalau kamu bisa dengan rangga semua fasilitas ini akan menjadi milik kamu tenang tenang" lisa berbicara dalam hatinya sambil mengelus dadanya agar bisa tenang.
Rangga dan damar begitu khawatir dengan rena banyak hal yang mereka pikirkan dalam otaknya
"apa aku harus menjauhkan rena dari damar tapi aku tau benar kalau itu tidak mungkin karena rena sangat mencintai damar" rangga
"apa aku harus menjauh dari rena kalau aku menjauhinya aku takut dia malah membenci ku karena merasa di permainkan" damar
"atau aku harus menjelekan damar agar rena tidak mencintai damar lagi tapi apa akan segampang itu menghilangkan rasa cintanya" rangga
"atau aku harus jujur pada rena soal perasaanku dan menceritakan semua yang akan terjadi kalau seandainya dia menerima perasaanku" damar
hah
Keduanya menghela nafas karena sudah tidak tau apa yang harua di lakukan.
Dari kejauhan terlihat rena dan acha menghampiri rangga dan damar
"apa mereka menuju kemari ?" damar bertanya pada rangga
"mungkin jangan jangan mereka menyadari sesuatu" rangga menebak nebak.
__ADS_1
Rena dan acha akhirnya sampai di tempat rangga dan damar
"ok sekarang acha mau tanya kenapa kak rangga dan kak damar melihat ke arah rena terus apa ada yang mau di bicarakan ?" acha sangat tau kebiasaan rangga dan damar jadi langsung mengetahui kalau sekarang ada yang tidak beres
"mungkin memang harus di bicarakan kalian ngobrol lah berdua" rangga mengajak acha pergi dan lanjut memanggang daging.
Sedangkan damar sedang bingung harus memulainya dari mana agar rena tidak salah paham
"baiklah kakak memang ingin berbicara sesuatu hal sama rena sini duduklah samping kakak" damar menepuk kursi yang tadi sempat di duduki oleh rangga
"jadi kakak mau cerita apa ?" rena sudah duduk di samping damar
"kamu pasti sudah dengar dari acha kalau tadi kakak habis bertemu dengan seseorang iyakan ?" damar melihat ke arah rena
Rena hanya mengangguk menandakan dia sudah dengar
Mendengar itu seketika ekspresi rena menjadi sedih dan itu terlihat jelas oleh damar.
Damar kemudian menggenggam tangan rena
"kamu jangan salah paham dulu kakak akan jujur sama kamu kakak memiliki perasaan sama rena tapi kalau kakak bersama rena kamu akan dalam bahaya dan kakak tidak mau kamu kenapa napa kamu adalah hidup kakak" damar mencium tangan rena.
Rena sangat bahagia karena akhirnya cintanya terbalas tapi rena juga merasa ada yang salah dalam perkataan damar
"maksud kakak walaupun kakak mencintai rena kakak tidak bisa bersama rena tapi kenapa ?" rena merasa bingung karena damar tau betul kalau selama ini dirinya mencintai damar
"ELSA karena elsa kakak tidak bisa bersama dengan kamu" damar menggenggam erat tangan rena
"apa maksud kakak kenapa jadi karena elsa bukannya kakak bilang kalau kakak memiliki perasaan pada rena atau jangan jangan kakak juga memiliki perasaan untuk elsa begitu" rena mulai meneteskan air mata
__ADS_1
"hey jangan menangis tolong dengar kakak dulu" damar menyeka air mata rena.
Damar merasa sakit melihat rena menangis damar kemudian memeluk tubuh rena agar lebih tenang dan rena juga membalas pelukan damar.
...----------------...
Sedangkan dari kejauhan para orang tua melihat tingkah damar dan rena
"aduh sepertinya damar sudah menemukan cintanya kita akan cepat menimbang cucu" ibu halimah bersandar pada pundak pak airlangga
"tidak bisa rena baru saja masuk kuliah dia juga pernah bilang kalau dia tidak ingin menikah muda jadi angan angan bu halimah sepertinya masih jauh" ibu sindi menertawakan keinginan bu halimah yang ingin menimang cucu
"tapi lihatlah ke sebelah sana rangga dan acha juga sangat serasi bagaimana kalau kita menjodohkan mereka berdua" pak airlangga mulai membicarakan rencana yang memang sudah di rencanakan dari dulu
"kalau masalah itu kami berdua setuju setuju saja lagian acha anak yang baik tapi semua tergantung dengan anaknya rangga saat ini belum mau mencari pengganti selepas kepergian tania rangga belum bisa move on kalau istilah anak jaman sekarang" ibu sindi tertawa canggung karena tidak tau harus berbicara seperti apa
"iya ibu sindi benar semua memang tergantung anak" pak airlangga memaklumi sikap bu sindi.
Semua orang tua hanya bisa memperhatikan anak anaknya, lisa yang melhat kalau acha hanya berduaan dengan rangga membuat dirinya kesal dan akhirnya memutuskan untung bergabung dengan rangga karena lisa tidak ingin membiarkan acha berduaan
"rangga bagaimana kalau kamu duduk saja biar aku yang panggang nanti kalau sudah jadi aku kasih ke kamu" lisa menyentuh pundak rangga
"tidak perlu aku bisa sendiri" rangga melepaskan tangan lisa dari pundaknya
"maaf" lisa merasa rangga masih menjaga jarak dengan dirinya.
Melihat lisa yang di tolak oleh rangga karena memegang pundaknya membuat acha tertawa
"hehehe kasian di tolak kak rangga ya makannya jangan kegatelan" acha berbisik ke telinga lisa
__ADS_1