
Reva dan lisa sedang menunggu orang yang sudah di utus oleh pak danu, reva yang paling banyak membawa barang dia sampai membawa 2 koper sedangkan lisa hanya membawa 1 koper
lisa merasa kalau sekarang dirinya ke negara S bukan untuk liburan jadi dia hanya membawa sekedarnya agar rangga dapat respek padanya
Tapi sepertinya pemikiran reva tidak searah dengan lisa, reva merasa ini adalah kesempatannya untuk jalan jalan
"ngapain lo bawa koper sampai 2 gitu kita ini mau menemui orang yang di tinggalkan bukannya mau liburan" lisa merasa reva terlalu menunjukan sikap tidak pedulinya
"kita ke sana mau beberapa hari toh cuma hari pertama kita berbelasungkawa selebihnya kita bisa jalan jalan jadi jangan menyianyiakan kesempatan ok" reva berbicara dengan gaya sok seperti ucapannya benar
Selang beberapa menit dari kedatangan mereka berdua akhirnya orang suruhan pak danu datang
"mba temannya rangga yang bernama reva dan lisa betul ?" orang itu datang dengan tergesa-gesa karena memang masih banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan
"iya kami berdua adalah temannya rangga" reva sudah kembali dengan sikap ramahnya
"maaf untuk memastikan apa saya boleh melihat kartu identitas kalian ?" orang tersebut tidak ingin salah dalam menjalankan tugas
__ADS_1
Akhirnya reva dan lisa mengeluarkan kartu identitas mereka, setelah melihat orang itu langsung memberikan tiket pesawat yang memang sudah di beli untuk mereka berdua
Setelah memberikan tiket itu orang tersebut langsung meninggalkan reva dan lisa
"ah bener bener deh cuma mau ngasih tiket saja meski melihat kartu identitas segala bikin repot aja" reva ngedumel sendiri karena merasa orang suruhan pak danu sangat menjengkelkan
"lo itu udah syukur ada yang mau memberikan kita tiket secara gratis lo malah ngedumel cuma karena di minta untuk nunjukin kartu identitas sadar diri dong" lisa merasa kalau reva terlalu menjunjung tinggi harga dirinya
"ah gue juga tau kalau dalam hati lo pasti juga sudah sebel iya kan, udahlah kita pergi gue takut malah jadi ketinggalan pesawat"
Reva berjalan sambil membawa koper miliknya begitu juga dengan lisa yang ikut mengekor
Sedangkan rangga dan damar akhirnya sampai di negara S, rangga kembali mengingat dirinya saat datang ke negara ini dan di jemput oleh tania dan juga ayahnya dengan wajah yang penuh dengan senyuman tapi sekarang hanya ada kesedihan dan kehampaan
Damar melihat kesedihan di mata rangga dia hanya bisa menepuk pundak rangga mencoba menguatkan
"hey ayolah kita kesini mau bertemu dengan ayah tania jangan kamu tunjukan ekspresi seperti ini bukannya lo mau menghibur ayah tania jadi lo juga harus kuat"
__ADS_1
Damar benar benar tidak menyukai rangga yang sekarang semenjak di dalam pesawat rangga sama sekali tidak berbicara atau mengobrol dengannya dia menghabiskan waktunya dengan melamun damar benar benar tidak tau apa yang harus dilakukannya agar rangga kembali tersenyum walaupun hanya sebentar
Saat sedang memikirkan ucapan damar rangga mendapat telpon dari papahnya
"ya halo" rangga langsung mengangkat telpon karena takut terjadi sesuatu pada papahnya
"rangga teman kamu yang bernama reva dan lisa akan menyusul kalian ke negara S katanya mereka adalah sahabat tania mereka juga ingin bertemu dengan ayah tania jadi papah membelikan tiket untuk mereka" rangga hanya mendengarkan apa yang di ucapkan oleh papahnya
"oh iya nanti damar akan menghubungi reva" telpon itu kemudian di matikan oleh pak danu
"damar kata bokap gue reva dan lisa nyusul ke sini jadi nanti lo telpon reva ya takutnya mereka tidak tau alamat rumah tania" rangga memberitahukan perihal ucapan papahnya di telpon
"ah gak usah di telpon gue yakin nanti kalau mereka udah sampai gue jamin reva akan menelpon gue, udah kita langsung sewa mobil aja kita langsung ke rumah ayah tania"
Rangga dan damar akhirnya pergi ke tempat sewa mobil yang biasa rangga datangi dan selama menuju ke rumah tania rangga kembali diam dia hanya memperhatikan jalanan "mungkin rangga sedang mengenang momen dimana dulu dia selalu ke sini untuk menemui tania tapi sekarang suasananya sudah berbeda ya ampun rangga mudah-mudahan lo gak bakalan seperti ini terus" damar begitu khawatir dengan keadaan rangga
Akhirnya mereka berdua sampai di rumah tania mereka di sambut oleh ayah tania mata sembab yang di akibatkan karena menangis terlihat jelas rangga yang tadi nya cukup tegar sekarang merasa iba karena tania adalah satu satunya keluarga yang di miliki oleh ayah tania
__ADS_1
"maaf om rangga baru bisa datang sekarang" rangga mencium tangan ayah tania
"tidak apa apa om mengerti tidak usah di pikirkan ayo masuk" ayah tania mempersilahkan rangga dan damar untuk masuk