Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 21


__ADS_3

Damar mencari keberadaan reva yang berlari entah kemana


"kemana perginya dia bikin pusing aja tau gini biarin aja mereka pergi berdua"


Sedang mencari kesana-kemari damar mendapat pesan dari lisa


"reva sudah ada di parkiran" begitulah isi pesan dari lisa.


...----------------...


Sedangkan di area parkir reva sedang curhat pada lisa


"damar nyebelin kok dia bisa sih buat aku malu di depan banyak orang walaupun dia sudah tidak menyukai ku setidaknya dia harus ingat kalau dulu kita pernah bersama iya kan ?" reva melampiaskan kekesalannya pada lisa


Lisa yang di ajak curhat malah diam saja


"ya lagian udah tau damar udah gak suka sama lo tapi di depan banyak orang lo bilang damar selingkuh ya wajar aja kalau damar membela diri" lisa hanya bisa mengutarakan pendapatnya dalam hati


"lo dengerin gue gak sih kok malah diam sih" reva menepuk pundak lisa karena tidak ada jawaban

__ADS_1


"gue denger udah lah kita lebih baik balik ke rumah tania gue udah chat damar agar langsung ke parkiran gue yakin sekarang dia pasti sedang nyariin lo" lisa tetap mencoba meredakan emosi reva walaupun sedikit


"lo yakin damar sedang nyariin gue bukan lagi berduaan dengan teman ceweknya itu" reva masih sedikit emosi kalau mengingat kejadian tadi.


Tidak lama akhirnya damar sampai di parkiran


"lo itu kalau mau ngambek jangan di negara orang kalau nanti lo hilang gue juga yang pusing udah syukur gue mau nemenin lo udah masuk ke dalam mobil" damar membuka kunci mobil dia langsung masuk ke dalam tanpa melihat ke arah reva kembali


Lisa pun ikut masuk dan duduk di kursi belakang, reva yang sebenarnya masih emosi tidak mau langsung masuk ke dalam mobil tapi melihat tatapan damar yang terlihat marah membuat nyali reva ciut dan akhirnya memberanikan untuk masuk dan duduk di samping damar.


Tanpa aba aba damar langsung melajukan mobilnya menuju rumah tania.


Setelah cukup lama di jalan akhirnya damar sampai di rumah tania dia langsung masuk ke dalam rumah karena ternyata art di rumah tania belum tidur jadi saat damar datang langsung ada yang membukakan pintu.


Damar langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa ingin melihat reva belanjaan reva pun di biarkan di bawa oleh reva


"sepertinya damar beneran marah sama gue sekarang" reva yang tadi emosi sekarang menjadi merasa sedih karena sikap damar yang mendiamkannya


"kalau menurut gue lo memang salah seharusnya lo jangan buat damar malu di depan umum dengan menyebutnya selingkuh jadi wajar saja kalau damar marah" lisa berjalan ke arah kamar karena semua badannya sudah merasa pegal dan capek.

__ADS_1


Mendengar perkataan lisa reva tetap merasa benar kalau semua yang terjadi tadi bukanlah kesalahannya


"semua ini salah cewek itu kalau saja cewek itu tidak ada damar tidak akan marah marah sama gue" reva akhirnya menyalahkan teman damar


Setelah selesai menyalahkan orang, reva akhirnya menyusul lisa ke dalam kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Sinar mentari pagi akhirnya memberikan kehangatan untuk semua orang,


rangga mulai kembali menata hatinya dia mencoba untuk menerima semua hal yang menimpanya dengan mencoba lembaran baru


"pagi om ?"rangga menyapa ayah tania yang sedang duduk di meja makan


"pagi juga rangga sini sarapan bareng mumpung masih hangat" ayah tania menyuruh rangga untuk sarapan bersama


Rangga pun duduk bersama dengan ayah tania


"om bagaimana kalau om pulang bersama dengan kita biar perusahaan yang di sini di kelola oleh orang kepercayaan om rangga merasa tidak tenang kalau membiarkan om sendirian di sini bagaimanapun om adalah orang yang paling di sayang oleh tania" rangga merasa kalau sekarang ayah tania adalah tanggung jawabnya dia tidak ingin membiarkan ayah tania merasa sendirian


"terima kasih atas ajakannya nanti om pikirkan dulu bagaimanapun om belum bisa pergi sekarang masih banyak hal yang harus om selesaikan di sini" ayah tania merasa senang karena masih ada orang yang mau memperhatikan dirinya

__ADS_1


__ADS_2