Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
Pembalasan Rangga


__ADS_3

di toko buku tania dan rangga masih asik mencari buku sambil sedikit bercanda bersama


"setelah ini aku anterin kamu pulang aku gak mau kalau kamu harus telat pulang" rangga menawarkan tania langsung pulang tania hanya mengangguk


"tania makasih untuk hari ini,mudahan kamu gak bosen kalau kalau aku nanti ngajak kamu jalan lagi" rangga langsung pergi dari dari rumah tania


tania langsung pergi ke kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil mengingat setiap perkataan doni


"ah dia pengen gue jadi pacarnya ternyata dia gak kelihatan sombong kalau udah kenal aku kira bakalan susah untuk ngedeketin dia,ah senengnya hari ini" tania teriak teriak di dalam kamar


"ah coba aja dari dulu aku coba deketin pasti sekarang aku udah jadian sama doni oh my hero aku seneng banget hari ini makasih"


malam harinya di rumah tania


"wah wah sepertinya anak ayah lagi seneng habis jalan sama teman cowo ya ?" ayah tania mencoba bercanda


"eh kok ayah bisa tau ayah gak mata matain tania kan ?" tania menyelingkan tangannya di perut sambil memajukan mulutnya

__ADS_1


"ya nggak lah tadi bibi yang bilang" kata ayahnya tania sambi meminum kopinya


"sini ayah mau bicara sama kamu" ayah tania menepuk sofa agar tania duduk di dekatnya


"ayah seneng kamu bisa menemukan seseorang yang bisa membuat kamu senang ayah akan selalu mendukung kamu,tapi ingat sekarang prioritas kamu adalah menghadapi ujian jadi jangan sampai mempengaruhi nilai kamu,kamu paham kan ?" kata ayah tania menjelaskan


"tania ngerti kok lagian dia juga gak mau pacaran dulu dia ingin fokus dulu menghadapi ujian jadi tania juga akan berusaha" kata tania


"bagus kalau gitu jadi kalian masih bisa terus bersama dan bisa belajar bareng juga, memang pemikiran yang bagus anak itu memang pintar benar benar menurun dari ayahnya" kata ayah tania sambil menjentikan jarinya


"eh apa maksud ayah apa ayah tau soal doni malah ayah bilang seperti ayahnya apa ayah sedekat itu dengan ayahnya doni,atau jangan jangan ayah salah orang" dalam hati tania


"bukannya kamu lagi dekat dengan anak nya pak danu si rangga" ayah tania mencoba meyakinkan


"ayah tau dari mana kalau tania kenal rangga ?" tania sudah mulai emosi


"eh apa ayah salah ? kata pak danu tadi ayah ke kantornya mau membicarakan bisnis,terus pak danu bilang kalau ayah akan jadi besannya ya makannya itu ayah menyimpulkan kalau kamu lagi dekat dengan rangga" ayah tania menjelaskan yang dia ketahui

__ADS_1


"ah kenapa rangga lagi aku gak mungkin cerita soal doni kalau begini" dalam hati tania


akhirnya tania pergi ke kamarnya dan mencoba menghubungi seseorang


tut tut tut" hallo tania tumben menghubungi duluan" kata rangga di balik telpon


"hei loe bilang apa sama bokap loe sampai sampai bokap gue bisa tau kalau gue kenal sama loe ?" tania sudah tersulut emosi


"tenang tenang gue gak bilang apa apa lagian tanpa cerita bokap gue pasti udah tau,gue kan anak satu satunya jadi pasti terus di awasin" kata rangga jujur


"iya juga sih tapi tolong bilang sama bokap loe kalau gue gak punya hubungan apapun sama loe jadi gue bisa tenang ngejalanin hubungan gue tanpa harus ada yang ngawasin" kata tania yang sudah bisa menahan emosinya


"eh emang siapa yang mau ngawasin loe ?" kata rangga


"ya bisa aja suruhan bokap loe,bokap loe tau nya gue lagi dekat sama loe pasti gue di awasin dong kan bokap loe pasti mau yang terbaik buat loe" kata tania menjelaskan


"benar juga,ok kalau gitu kita besok ketemuan gue jemput loe di sekolah buat bilang sama bokap gue gak boleh nolak !" rangga menegaskan dan langsung menutup telpon

__ADS_1


"ah bagaimana ini kalau nanti rangga ketemu sama doni terus doni salah paham gimana hubungan gue sama doni yang baru aja mau jalan" tania frustasi sampai sampai mau tidur pun masih kepikiran dan akhirnya tidak bisa tidur nyenyak


__ADS_2