
Hari kelulusanpun tiba semua sangat senang karena semua di nyatakan lulus,tidak terkecuali 5 orang ini tania,rangga,reva,damar dan juga lisa mereka berencana merayakan kelulusan untuk pergi ke puncak
sebenarnya tania sedikit ragu karena kondisinya tapi dia memantapkan hatinya karena ini mungkin jadi momen terakhir tania bersama sahabatnya dan juga orang yang di cintainya
"ok nanti kita naik 1 mobil,sayang nanti kamu yang bawa mobil kita akan kumpul di kafe rangga" kata reva sambil menggengam tangan damar
"ok sayang jangan lupa nanti bawa jaket pasti udara di sana sangat dingin di malam hari"
"tenang saja aku gak bakalan lupa lagian kalau dingin kan ada kamu sayang"
"udah romantisan mulu ngerasa dunia milik berdua apa" kata lisa yang sedikit tidak terima apalagi setelah tau kalau mereka sudah resmi jadian
Setelah sedikit percakapan yang basa basi dan sedikit di hiasi kemesraan damar dan reva akhirnya mereka memutuskan untuk pulang
rumah tania
"pah tania jamin hanya sekali ini saja tania pengen pergi lagian mungkin ini kenangan tania yang terakhir bersama teman teman tania"
saat tania menceritakan rencananya untuk pergi ke puncak sang ayah langsung melarang rencana itu tapi saat mendengar alasan tania raut wajah sang ayah langsung bersedih mungkin ini juga bisa menjadi motivasi tania untuk melawan penyakitnya akhirnya dengan berat hati ayah tania mengijinkannya
__ADS_1
di rumah rangga
"bagaimana hubungan loe sama tania kenapa gak ada kemajuan bukannya kalian udah janji akan memperjelas hubungan kalian"
"ya gue harus gimana ngedengar tania mau kuliah di negara s aja udah bikin gue ngerasa gak yakin sama hubungan kita yang namanya LDR itu biasanya gak pernah bertahan"
"lah loe tau dari mana kalau LDR itu gak pernah bertahan lama pacaran aja loe gak pernah hahaha..."
"rese loe"
"ok ok maaf,kalau menurut gue sih soal hubungan itu asal saling percaya aja mau itu deket atau jauh kalau gak saling percaya tetep aja gak bakal bertahan,lebih baik loe ungkapin aja yang ada di hati loe gue yakin tania bakal terima" kata damar yang langsung pergi ke kemarnya
pagi hari
sesuai rencana reva,tania dan juga lisa sedang menunggu jemputan di kafe,setelah damar dan juga rangga sampai mereka langsung berangkat tapi tiba tiba tania dan reva minta berhenti karena melihat supermarket mereka akan membeli sedikit cemilan
saat tania dan yang lainnya keluar hanya ada rangga di dalam mobil karena di sana terkenal akan rawan pencurian jadi rangga memutuskan untuk tinggal
tiba tiba hp tania berdering karena memang sengaja di simpan di dalam tas
__ADS_1
saat rangga akan mengambil hp tania untuk di berikan kepada tania betapa terkejutnya rangga saat melihat banyak sekali obat obatan di dalam tasnya tania
"apa yang sedang kamu sembunyikan tania"
setelah melihat semua isi tas tania rangga langsung mengambil hp tania dan langsung memberikan nya pada tania
setelah menerima telpon tania langsung kembali ke dalam mobil dan di susul oleh rangga
di dalam mobil
"tania apa kamu jadi berangkat ke negara s?"
"iya ini permintaan dari papah"
"terus bagaimana hubungan kita bukannya kita udah janji untuk memperjelas hubungan kita setelah ujian selesai"
"maaf don mungkin hubungan kita memang cuma bisa sampai di pertemanan"
setelah pembicaraan itu tania dan rangga saling mendiamkan satu sama lain dan itu terlihat jelas oleh teman temannya
__ADS_1