
Di kamar rangga,rangga masih membicarakan soal rena yang sedang mengobrol dengan teman cowoknya
"wah kayanya rena bakal berpaling dari loe sabar ya udah pisah sama reva sekarang rena juga berpaling hahaha" rangga merasa ada hiburan baru walaupun rangga tertawa di atas penderitaan damar tapi damar tau sahabatnya itu akan tetap mendukungnya
"sialan loe udah gue bakal k situ coba tahan tuh cowok jangan dulu pulang gue pengen lihat seganteng apa dia" damar langsung mematikan telponnya
Setelah memberi kabar soal rena rangga langsung mandi setelah mandi rangga langsung turun,rangga akan melihat sedekat apa dia dengan cowok tersebut
ehem
karena mendengar suara rena dan rendi melihat ke arah suara
"nama loe siapa dan ada hubungan apa loe sama sepupu gue?" kata rangga sambil duduk di kursi
"namaku rendi kak aku teman sekolahnya rena" kata rendi menjawab sambil melihat ke arah rangga
"boleh juga nie bocah berani menatap ke arah gue,gue salut "kata hati rangga
__ADS_1
"sekarang udah mulai petang mau makan malam di sini" kata rangga mengingat pesan damar akhirnya dia mencoba mengundur waktu
"gak usah kak bentar lagi juga mau pulang"
"iya apa apan sih rendi baru aja sembuh jadi belum boleh pulang malam udara malam gak baik" kata rena sedikit khawatir akan kesehatan rendi
"ternyata rena khawatir sama gue bagus masih ada harapan" dalam hati rendi
"ya udah kak rena aku pulang dulu" rendi berpamitan kepada rangga dan rena,rena mengantar rendi sampai pintu ternyata saat membuka pintu di sana terlihat sudah ada damar yang akan masuk ke dalam rumah
"kak damar ke sini" rena sedikit terkejut dengan kedatangan damar ke rumah
"gue kira seganteng apa masih kalah sama gue rena gak bakal berpaling" dalam hati damar*
"rena aku pulang dulu sampai ketemu besok di sekolah" rendi tersenyum ke arah rena dan sekilas melirik ke arah damar
"gue gak bakal kalah dari loe" dalam hati rendi
__ADS_1
"wah sialan nie bocah ngajak ribut gue gak bakal biarin rena sama loe" dalam hati damar dan ikut melihat ke arah rendi
damar langsung masuk ke dalam sambil menggandeng tangan rena dan langsung menutup pintu setelah rendi sudah ada di luar
"kak damar apa apaan sih kok langsung nutup pintu gitu gak sopan tau"
"kenapa emangnya lagian dia juga udah di luar" damar masih memegang tangan rena,rena begitu senang karena damar belum melepas tangannya
"besok aku akan nganterin kamu sekolah jadi sebelum aku datang kamu jangan pergi dulu, sekarang masuk kamar terus mandi" damar langsung melepaskan tangan rena
"siap kak" rena begitu senang karena akhirnya damar mau suka rela mengantarnya rena langsung berlari ke arah kamar untuk melaksanakan perintah damar
"ya ampun loe mulai beraksi ya ingat dia sepupu gue kalau loe cuma mau main main lebih baik loe jauhin dia,walaupun gue mendukung loe tapi kalau loe nyakitin dia gue bakal kasih loe perhitungan walaupun loe sahabat gue" rangga sedikit memberikan ancaman untuk damar
"tenang aja gue gak bakalan nyakitin dia" kata damar sambil menepuk pundak rangga
"lebih baik loe cepat selesaiin masalah loe sama reva gue gak mau rena nanti terkena masalah gara gara loe"
__ADS_1
"ok tenang aja"