
Acha dan rena begitu senang tinggal di rumah damar dan berbincang bincang dengan bu halimah sedangkan damar pamit untuk pergi ke tempat rangga,damar ingin meminta penjelasan tentang temannya rena
damar langsung pergi dengan motornya ke rumah rangga karena rangga memberi kabar kalau dia sudah di rumah tanpa ba bi bu damar langsung tancap gas ke rumah rangga
sekitar 20 menit damar sudah sampai ke rumah rangga dan damar langsung menuju ke kamar rangga ternyata yang punya kamar sedang mandi damar langsung rebahan di kasur rangga dengan pikiran yang masih pusing antara ibu dan sang kekasih
ceklek
suara pintu kamar mandi terbuka dan terlihat rangga selesai mandi dan hanya menggunakan handuk
"ya ampun loe udah di sini aja" kata rangga sambil mengambil baju baru
"rangga gue pusing mikirin sikap nyokap gue kenapa bisa beda banget,dia baik banget sama rena tapi sama reva ketemu aja gak mau" damar bangun dari tempat tidur dan pergi menuju balkon
"kalau masalah itu gue gak tau mungkin aja nyokap loe lebih suka sama kepribadian rena reva kan sedikit manja mungkin nyokap loe suka yang mandiri" rangga langsung menyusul damar ke balkon setelah memakai baju
__ADS_1
"tau ah gue pusing" kata damar sambil mengacak ngacak rambutnya
keheningan pun tercipta karena merasa rangga tidak bisa membantu jadi dia memilih diam sedangkan damar mencoba memikirkannya sendiri
tiba tiba suara hp rangga berbunyi ternyata sang papah menelpon dari kantor
"hallo pah ada apa ?" kata rangga
"rangga bisa tolong papah kayanya papah gak bisa jemput mamah soalnya masih banyak berkas yang harus papah urus"
"udah gak usah banyak nanya tolong jemput mamah di restoran xx soalnya tadi mamah bilang lagi metting di sana" papah rangga langsung menutup telponnya
"hah damar gue pergi dulu loe kalau mau tetep di sini silahkan gue cabut dulu" rangga langsung pergi dan meninggalkan damar
rangga langsung membawa mobilnya dengan kecepatan sedang karena waktu sore biasanya banyak kendaran ya maklum soalnya pada pulang kerja
__ADS_1
rangga akhirnya sampai di restoran xx pukul 4.30 sore dan ternyata sang mamah sedang menunggu jemputan
"maaf rangga telat mah soalnya tadi macet banget" kata rangga sambil membukakan pintu untuk mamahnya
"udah gak apa apa untung mamah nunggunya di restoran jadi gak kelaparan" mamah rangga langsung masuk ke dalam mobil
"emangnya mobil mamah kemana kayanya tadi gak ada di parkiran" rangga sempat melihat ke parkiran dan ternyata mobil mamahnya emang gak ada
"tadi waktu mamah menuju ke restoran xx seperti tidak enak di bawa mobilnya jadi mamah menyuruh sopir untuk pergi ke bengkel"
rangga pun bercerita soal kesehariannya pada sang mamah karena kalau sudah bersama mamahnya rangga akan menjadi anak yang manja
"wah anak mamah jadi populer dong di kampusnya biasanya juga pake gaya kutu buku kenapa sekarang jadi pengen menggunakan identitas rangga hem kenapa" mamah rangga begitu bahagia memiliki anak seperti rangga walaupun sudah besar tapi masih mau bermanja manjaan padanya padahal biasanya anak seusia rangga pasti sudah sibuk dengan dunianya sendiri
"karena tania pernah bilang jadi lah diri sendiri jangan jadi orang lain" rangga tiba tiba teringat akan sosok tania
__ADS_1
"kapan aku bisa menyusul mu tania"