
Karena namanya di panggil mau tidak mau akhirnya Diana berbalik dan melihat orang yang selalu mengganggunya tengah tersenyum mengejek pada arahnya "sialan senyum senyum lagi" gumamnya. Diana pun menghampiri bosnya dan mulai bertanya seakan tidak tau kalau yang memanggilnya bukanlah si pemilik kafe "maaf pak apa bapak memanggil saya ?" tanya Diana pada manajer kafe "tadi yang manggil kamu adalah pak Rangga dia adalah pemilik kafe ini kebetulan dia ingin makan siang di sini dan dia sedang ingin melihat kinerja pegawai baru jadi tolong di layani ya" jawab manajer kafe.
Sebenarnya Diana malas apalagi kalau harus melayani cowok menyebalkan seperti orang di depannya tapi sekali lagi mau tidak mau dia harus mengikuti perintah dari atasannya "baik pak" kata Diana sambil tersenyum sedikit di paksakan "kalau begitu saya izin kembali ke ruangan saya pak" izin manajer kafe pada Rangga, Rangga hanya memberikan isyarat melalui tangannya dan manajer kafe itu berlalu meninggalkan Diana dan Rangga.
Diana mulai melakukan pekerjaannya untuk melayani cowok di depannya yang dia pastikan pasti hanya akan menjahilinya "maaf bapak mau pesan apa ?" tanya Diana sambil siap menuliskan pesanan yang akan di pilih oleh Rangga "coba kamu rekomendasikan menu apa saja yang enak di kafe ini ?" tanya Rangga balik sambil melihat ke arah Diana dengan senyumnya, di mata Diana senyuman yang di perlihatkan oleh Rangga menurutnya adalah senyuman mengejek "maunya apa ni orang masa gak tau menu populer di kafe sendiri" gumam Diana dalam hatinya.
Tapi walaupun sebal dia tetap mencoba untuk tersenyum dan menunjukkan sikap profesional, Diana pun menyebutkan semua menu yang paling banyak di pesan oleh para tamu "aku pesan semua yang kamu sebutkan tadi dan harus kamu yang bawa sendiri ke meja saya terima kasih" ucap Rangga sambil menutup buku menu dan kembali tersenyum ke arah Diana dengan kepalanya yang di sanggah oleh tangannya karena merasa senang berhasil menjahili Diana "baik pak" Diana tersenyum ke arah Rangga dan langsung pergi untuk menyiapkan semua pesanan Rangga. Melihat Diana yang senyum terpaksa ke arah nya membuat Rangga merasa Diana semakin lucu di matanya.
__ADS_1
Rangga terus memperhatikan Diana yang sedang membawa makanan serta minuman yang memang tadi di pesan olehnya, Rangga tidak berhenti memperhatikan Diana yang terus bulak balik mengambil semua pesanan miliknya "mau saya bantu ?" tanya Rangga saat Diana merapihkan semua hidangan di mejanya "tidak perlu pak ini sudah tugas saya" jawab Diana yang masih dengan senyum terpaksa nya.
Setelah selesai mengambil semua pesanan milik Rangga Diana segera pergi dari meja Rangga "selamat menikmati makan siang nya pak" ucap Diana "dasar orang kaya makan sendiri saja pesannya sampai memenuhi meja kembung kembung tuh perut" gumam Diana dalam hati sambil pergi meninggalkan Rangga, tapi baru saja dua langkah Diana sudah di panggil lagi oleh Rangga "kamu mau kemana sini temani aku makan" ucap Rangga.
Dengan terpaksa Diana kembali ke meja Rangga "maaf pak tapi saya tidak di perbolehkan untuk makan bersama dengan tamu jadi maaf saya harus menolaknya" jawab Diana yang memang tidak ingin satu meja bersama dengan Rangga. Tapi bukan Rangga namanya kalau tidak berhasil menjahili Diana "aku pemilik kafe ini kalau kamu tidak mau di pecat..." sebelum Rangga menyelesaikan ucapannya Diana sudah duduk di depan Rangga "anak pintar silahkan makan mana yang kamu mau" karena tidak ingin pekerjaannya hilang akhirnya Diana makan siang bersama dengan Rangga.
"bukan begitu maksud saya" Diana merasa kehabisan kata kata "begini pak kata nenek saya tidak baik membuang makanan jadi kalau bisa di habiskan di luar sana banyak orang yang kesusahan untuk mencari makan..." karena waktu sudah mepet Rangga akhirnya memotong ucapan Diana "kalau begitu kamu habiskan semua makanannya bagaimana pun caranya aku harus kembali ke kantor kalau tidak habis awas aja kamu" sebelum kembali ke kantor Rangga memanggil manajer kafe untuk melihat apakah Diana menjalankan perintah darinya.
__ADS_1
Melihat semua makanan di meja Diana merasa terjebak dia tidak tau apa yang harus dia lakukan melihat teman temannya sama sekali tidak ada yang mau membantu, melihat manajer kafe dia cuma diam dan terus memperhatikan Diana "apa salah ku sampai aku harus bertemu orang yang begitu menyebalkan" gumam Diana dalam hati, Diana merasa semakin membenci Rangga.
Tapi saat mengingat wajah Rangga entah kenapa Diana tiba tiba mendapatkan sebuah ide "pak tadi kata pak Rangga yang penting makanan ini habis kan bagaimanapun caranya bisa saya lakukan" tanya Diana mencoba meyakinkan dirinya kalau dia tidak salah dengar "benar jadi apa yang akan kamu lakukan saya hanya di perintahkan untuk melihat apakah kamu berhasil menghabiskan semua makanan ini" jawab manajer kafe "kalau begitu saya ingin membungkus semua makanan ini dan akan saya bawa pulang tolong bilangan sama pak Rangga terima kasih atas makanannya" setelah mengucapkan itu Diana kemudian membawa semua makanan itu ke dapur untuk dia bungkus dan akan di bawa pulang.
Setelah mendapat kabar dari manajer kafe soal Diana, Rangga merasa salut sekaligus merasa prihatin dengan kehidupan Diana Rangga semakin penasaran dengan kehidupan Diana dan ingin lebih mengenal sosok Diana.
Sedangkan di rumah,Diana tengah membereskan semua makanan yang tadi dia bawa dari tempat kerja "selamat makan nek Diana pastikan semua makanan ini sehat dan pastinya enak" ucap Diana pada sang nenek yang dari tadi sudah bingung dengan apa yang di bawa oleh cucunya "ya ampun Diana dari mana kamu mendapatkan semua makanan ini ?" tanya sang nenek "dari tempat kerja nek tadi kebetulan ada seorang tamu yang baik hati mau membelikan semua ini untuk Diana jadi Diana ambil saja lumayan bukan buat makan kita di rumah" jawabnya sambil tersenyum, nenek Diana pun memakan makanan yang sudah di siapkan oleh cucunya tersebut
__ADS_1