
"****** gue,gue lupa selama ini kan gue suka naik angkutan umum apa yang harus gue jawab" rangga sedikit panik dengan pertanyaan tania
"sebenarnya gue tinggal di rumah damar sebagai sopirnya jadi gue bisa bawa mobil" rangga berbohong karena merasa belum saatnya tania tau
"kalau emang loe sopirnya kenapa gue gak pernah lihat loe bawa mobil nya selalu damar yang bawa" tania masih penasaran
"soalnya dia suka bawa mobil sendiri" rangga menjawab
akhirnya tania diam tidak bertanya lagi,lama mereka diam di mobil tanpa berbicara akhirnya rangga bertanya duluan
"mau makan dulu ?"
"gak usah bentar lagi juga sampai" tania coba untuk menolak
akhirnya mereka kembali diam tanpak canggung di dalam mobil
"terima kasih udah nganterin pulang" kata tania sambil membuka mobil dan melirik doni
"sama sama,tania bentar gue mau ngomong" rangga mencoba menahan tania
"mau ngomong apa ?" tania penasaran dengan pertanyaan doni jadinya dia tidak jadi turun dari mobil
__ADS_1
"apa hari minggu besok kamu ada acara?" kata rangga
"nggak emang kenapa ?" tania semakin penasaran
"gue mau ngajak loe jalan,apa bisa ?" rangga sedikit ragu ragu karena takut di tolak apalagi kalau ingat masalah kemarin di kafe
"boleh gue tunggu di rumah" tania tersenyum langsung turun dari mobil
ranggapun menjalankan mobilnya menuju rumah
di rumah rangga damar sudah menunggu kedatangan sahabatnya tersebut,setalah mobil sudah terlihat damar membukakan mobil dan menunggu sahabatnya tersebut untuk bercerita tapi niat itu langsung di urungkan saat melihat mobil ayahnya rangga juga datang,damar langsung membukakan mobil tersebut
"iya pah" rangga bicara sopan sambil mencium tangannya
akhirnya rangga langsung pergi ke kamar untuk berganti baju dan langsung pergi ke ruang baca
tok tok tok
"masuk" kata pak danu
"pah ada apa manggil rangga ke sini" rangga langsung duduk di depan ayahnya
__ADS_1
"papah mau bicara soal sekolah kamu" kata pak danu
"sekolah rangga baik pah malah lagi semangat semangatnya" kata rangga mencoba jujur
"papah tau kamu lagi dekat dengan seseorang,papah gak pernah melarang kamu untuk dekat dengan siapapun papah cuma takut kalau pelajaran kamu terganggu ingat kamu adalah anak tunggal papah mau yang terbaik buat kamu" pak danu mencoba mengingatkan siapa rangga sebenarnya
"iya pah rangga ngerti" kata rangga
pembicaraan itu pun berakhir rangga dan pak danu langsung makan bersama,pembicaraan itu membuat rangga sedikit gelisah rangga tau bagaimana sifat papahnya dia selalu ingin yang terbaik dan sempurna
"bu apa mamah ada kabar kapan dia pulang" rangga bertanya pada bu halimah karena mamahnya sedang pergi ke kampung halamannya
"mungkin ibu pulang sebentar lagi" kata bu halimah
kalau rangga sedang ada keluh kesah di pikirannya dia selalu cerita pada mamahnya rangga sangat dekat dengan ke dua orangtuanya walaupun mereka sibuk tapi mereka selalu ada untuk rangga
akhirnya rangga menelpon mamahnya walaupun kecil kemungkinan untuk tersambung karena kampung halaman mamahnya berada di kampung
"halo mah" akhirnya telpon itu tersambung walaupun sedikit tidak jelas tapi mendengar suara mamah nya walaupun sebentar membuat rasa rindunya terobati
"tania gue takut kalau kita nanti bersama apa gue bisa tetap menjaga nilai nilai gue,walaupun gue tau loe gak membawa pengaruh buruk buat gue" tiba tiba rangga merasa kalau tania selalu ada di pikirannya
__ADS_1