Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
Jalan Jalan 1


__ADS_3

"tania gue takut kalau kita nanti bersama apa gue bisa tetap menjaga nilai nilai gue,walaupun gue tau loe gak membawa pengaruh buruk buat gue" tiba tiba tania selalu ada di pikirannya


besok harinya sesuai janji rangga pada tania rangga berangkat ke rumah tania menaiki sepeda motor yang dia pinjam dari sopir pribadi papahnya,walaupun secara teknis itu masih tetap milik keluarganya tapi itu sudah termasuk akomondasi untuk pekerja di rumahnya kalau kalau libur bekerja


tok tok tok "permisi" rangga mencoba mengetuk rumah tania yang terlihat sepi


akhirnya pintu terbuka terlihat wanita paruh baya yang membuka pintu


"maaf cari siapa ?" kata penjaga rumah


"maaf bu apa tanianya ada,saya teman sekolahnya tania ?" kata rangga sopan


"maaf saya panggilkan dulu nona tanianya anda bisa menunggu dulu di sana" kata penjaga tersebut sambil menunjuk ke arah kursi di sebelah


tak lama setelah itu tania langsung keluar dengan penampilan yang sudah rapi


"maaf nunggu lama ya" tania sudah ada di depan doni

__ADS_1


"nggak kok baru dateng maaf ya naik motor gak papakan ?" kata rangga


"gak apa apa kok gue juga mau coba rasanya naik motor" tania memberikan senyumannya


"maaf ya kalau aja aku bisa bawa mobil damar" rangga menyebut dirinya aku karena merasa kalau sekarang tania sudah mulai ada di pikiran dan hatinya


"apa loe bilang tadi ?" tania kaget karena rangga sudah menyebut dirinya dengan sebutan aku


"apa ! apa aku salah bicara ?" rangga masih belum mengerti dengan pertanyaan tania


"oh ya menerut ku kita udah sedikit dekat kenapa gak menyebut aku kamu aja bukan nya terdengar sedikit bagus kita mungkin aja bisa lebih dekat" rangga mengeluarkan yang ada di benaknya


DEG "apa doni mulai membuka hatinya buat gue,ah benar benar seperti mimipi ini kan rencana gue masuk ke sekolah itu agar bisa dekat sama dia ya ampun akhirnya ke sampaian juga" tania bicara dalam hati sampai tidak merasa kalau dirinya sudah senyum senyum sendiri


"tania kamu gak papakan ?" rangga menepuk bahu tania karena tidak ada respon dari tania


"oh iya maaf gue gak papa kok,eh maksudnya aku" kata tania sambil tersenyum

__ADS_1


akhirnya mereka pergi dari rumah tania dan menuju ke taman kota


"kita jalan jalan di sini aja ya kan enak udaranya segar banyak makanan juga" rangga sudah mematikan mesin motor dan menggandeng tangan tania agar jalan bersama,tania hanya mengangguk dan mengikuti doni sambil melihat tangannya yang sedang di gandeng oleh doni


"tania kita duduk dulu ya ada yang mau aku omongin ?" kata rangga


"ya ampun dia mau ngomong apa nih bikin jantungan aja " tania berbicara dalam hatinya lagi


"tania sebenarnya aku mau bicara serius sama kamu aku merasa kalau ini harus di bicarakan sama kamu makannya aku membawa ke tempat seperti ini agar tidak canggung" kata rangga panjang lebar


"sebenarnya dia mau ngomong apa sih kok muter muter gitu bicara nya" masih bicara dalam hati


"tania kok gak jawab sih" rangga menatap tania


"apa yang harus gue jawab,partanyaan loe gak ada jawabannya" tania sudah mulai emosi


"karena kamu gak jawab itu tandanya kamu setuju kalau ini harus di bicarakan,sebenarnya kamu sekarang ada di pikiran ku..." rangga mencoba menarik nafas karena merasa belum siap untuk di bicarakan

__ADS_1


__ADS_2