Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 24


__ADS_3

Acara kelulusan akhirnya telah selesai rangga dan yang lainnya memutuskan untuk langsung pulang karena masih akan mempersiapkan acara untuk nanti malam


"sudah di putuskan kita berkumpul di rumah kak rangga pukul lima sore bagi yang telat harus menjadi koki untuk kita" acha begitu semangat akhirnya dia bisa datang ke rumah rangga tanpa harus membuat alsan untuk bertemu rena


"baiklah sesuai acha saja nanti tante akan siapkan semua keperluannya" ibu sindi merasa senang karena akhirnya rumah akan kembali ramai.


Karena rangga sekarang lebih banyak berdiam di kamar dia selalu mengerjakan banyak hal jadi jarang berkumpul dengan keluarga, rena juga sama akhir akhir ini sering di sibukkan dengan pelajaran jadi jarang berkumpul dengan paman dan bibinya.


"tante nanti lisa akan datang lebih awal untuk membantu apa boleh ?" lisa mulai mengambil hati orang tua rangga


"ambil hati kedua orangtuanya kemudian anak nya"


"tidak usah nanti kamu malah kecapean kalau mau datang lebih awal juga boleh mungkin rangga akan senang karena ada teman di rumah" ibu sindi tidak keberatan dengan siapa rangga akan berteman selama anaknya tidak merasa terganggu


"baiklah tante nanti lisa datang rada siangan terima kasih" lisa tersenyum ke arah acha dengan senyuman kemenangannya


"hahaha acha gue selangkah lebih cepat dari lo" begitulah arti kata tatapan lisa


"jangan senang dulu lo jual gue beli" lisa juga membalas tatapan lisa dan juga berbicara dalam hatinya


Lisa dan acha saling melancarkan serangan permusuhan sedangkan yang sedang di perebutkan acuh tak acuh karena sibuk menelpon dan membicarakan urusan kantor.


Damar yang memang sudah memiliki janji dengan elsa langsung berangkat ke tempat tujuan karena waktu sudah menunjukan pukul 2.30 damar tidak ingin terlambat apalagi akan ada acara di rumah rangga damar tidak ingin membuang buang waktu.


Melihat damar yang hanya berpamitan pada orangtuanya membuat rena semakin berpikiran jauh

__ADS_1


"semakin ke sini kak damar semakin jauh dengan ku apa semua perlakukan kak damar padaku hanya main main saja" rena berbicara dengan nada yang pelan raut wajahnya pun semakin sedih


Acha sebagai sahabat bisa melihat ekspresi rena yang mendadak sedih dan melihat ke arah kakaknya yang terlihat sudah pergi meninggalkan parkiran


"sebenarnya bagaimana perasaan kakak pada rena" acha yang melihat sikap kakaknya pada rena merasa serba salah di tambah sekarang dia sudah mendapatkan saingan cinta membuat acha melupakan tentang perasaan sahabatnya.


...----------------...


Jam tiga sore damar sudah ada di tempat perjanjian begitu juga dengan elsa.


Elsa yang selalu terlihat anggun dan cantik menjadi pusat perhatian yang ada di sana di tambah dengan yang ada di depannya seorang laki laki yang juga terlihat tampan dan keren juga menjadi pusat perhatian kaum hawa


"elsa maaf banget aku gak bisa lama lama jadi apa yang mau kamu bicarakan ?" damar langsung to the points karena waktunya memang mepet


"aku ingin bertanya apa perempuan dulu yang aku temui di negara S masih mengganggu kamu ?" elsa melihat sikap damar yang memang sepertinya sedang terburu buru


"tidak sudah dua tahun ini dia sama sekali tidak ada kabar lisa sahabatnya pun tidak tau, kenapa kamu bertanya seperti ini ?" damar menjadi penasaran dengan apa yang akan di bicarakan oleh elsa


"aku tau kamu pasti sudah tau tetang perasaan ku kepada mu iyakan jadi aku tidak perlu menjelaskan ?" elsa merasa kalau sekarang damar mulai tenang jadi dia akan sedikit mengulur waktu agar bisa lebih lama dengan damar


"aku tidak mengerti maksud kamu elsa ?" damar meminum minuman yang sudah di pesannya


"perempuan yang bernama reva mantan kamu itu tidak akan pernah mengganggu kamu lagi karena kenapa... " elsa menggantung omongannya


"apa maksud kamu elsa bicara yang benar" damar mulai kehilangan kesabaran apalagi mendengar ucapan elsa

__ADS_1


"hey tenang lah siapa pun yang mengganggu mu dan membuat kamu marah akan hilang kamu adalah orang yang aku cintai kamu adalah orang yang melihat ku apa adanya kamu orang spesial untuk ku" elsa tersenyum ke arah damar.


Damar yang mendengar ucapan elsa merasa terkejut karena elsa yang dia kenal bukanlah perempuan yang seperti ini


"kamu apakan reva ?" damar lebih mengontrol emosinya karena sepertinya elsa bisa melakukan apa saja


"dia sudah pergi sekarang dia tidak akan mengganggu mu, kamu senang kan damar akhirnya pengganggu itu sudah pergi" elsa masih tersenyum kepada damar


"sebenarnya apa yang di lakukan elsa pada reva" damar kembali dihantui rasa bersalah


"aku akan pergi ke luar negri untuk melanjutkan sekolah ku aku ingin memberikan kabar gembira ini sebelum aku pergi dan satu lagi aku juga ingin hadiah dari kamu karena sudah bisa menghilangkan mantan kamu yang pengganggu itu" elsa memegang tangan damar dan menunjukan ekspresi yang begitu rumit di mata damar


"aku tidak tau apa yang di inginkan oleh elsa apa yang akan dia minta" damar menjadi sedikit takut pada elsa


"hadiah yang aku inginkan adalah kamu jadi pacarku dan kamu tidak bisa menolaknya tapi bukan sekarang nanti setelah aku kembali dari luar negri" elsa terus menatap damar dengan tatapan memuja


"kalau aku menolak" damar memberanikan diri untuk bertanya


"kalau kamu menolak aku akan membuat semua perempuan yang dekat dengan mu menghilang termasuk TEMAN ADIK KAMU" elsa sedikit menekankan nada suaranya di kalimat terakhir dengan maksud kalau dia tidak sedang main main.


glek


Damar menelan saliva nya karena sepertinya perkataan elsa bukanlah main main


"seharusnya dulu aku tidak menghibur perempuan gila ini"

__ADS_1


Damar hanya bisa menyesali perbuatannya dulu


__ADS_2