
"ah bagaimana ini kalau sampai rangga ketemu sama doni terus doni salah paham gimana hubungan gue sama doni yang baru aja mau jalan" tania frustasi sampai sampai mau tidurpun masih kepikiran dan tak bisa tidur nyenyak
esok paginya tania nggan untuk berangkat sekolah tapi dia ingat pada doni kalau dia tidak ke sekolah tania tidak bertemu dengan doni
"ah ini semua gara gara rangga,awas aja loe nanti gue bakal kerjain loe"
akhirnya tania berangkat ke sekolah walaupun nggan tapi demi melihat pujaan hati akhirnya dia berangkat juga
di sekolah tania sudah seperti di sambut oleh doni karena langsung berpapasan di parkiran seketika pikiran tania tentang rangga langsung teralihkan oleh sosok doni di depannya,tania langsung tersenyum ke arah doni begitu juga sebaliknya sepertinya kejadian kemarin benar benar sudah merubah sikap keduanya
"ehem ada tania loe langsung lupa sama gue" celoteh damar pada rangga
"diam ! mau ke kelas bareng eh maaf kita harus jaga jarak kalau di sekolah maaf aku lupa" rangga menggaruk kepalanya yang tidak gatal
tania hanya tersenyum melihat tingkah doni
"baru kali ini aku melihat tingkah doni yang seperti ini ternyata sangat lucu" dalam hati tania sambil tersenyum melihat tingkah doni
akhirnya mereka bertiga masuk bareng ke dalam kelas
__ADS_1
"kok kalian bisa bareng gitu masuk kelasnya ?" reva bertanya pada tania karena merasa tania yang berhak untuk menjawab apalagi setelah melihat kejadian kemarin
"eh gue tadi berpapasan sama mereka berdua jadi ya sekalian aja bareng" kata tania yang heran melihat wajah reva yang seperti penuh curiaga
"iya tadi kita berpapasan di parkiran,jadi kita bertiga bareng jangan curiga gitu aku sama tania gak ada apa apa kok" damar begitu percaya diri dengan ucapannya
"aku bukannya curiga sama kamu tapi sama dua bocah ini,makannya nanti siang ada yang harus kita bicarakan awas kalau kalian berdua kabur" ancam reva
"iya harus ada yang di bicarain" sambung lisa
sedangkan di sudut bangku yang lain terlihat ada yang memperhatikan sikap mereka berlima yang biasanya selalu ikut gabung dengan tania tapi sekarang seperti sudah sedikit menjauh siapa lagi kalau bukan dani
saat istirahat mereka berlima sudah berkumpul di kantin
"sebenarnya apa yang akan kamu bicarakan ?"kata damar pada reva
"damar kamu tau tidak kemarin meraka berdua jalan bareng makannya aku mau penjelasan dari mereka" kata reva menjelaskan
"ya ampun biarin aja kali kita juga sering jalan bareng apa masalahnya" kata damar
__ADS_1
"kalau kita beda mereka sudah tau kalau kita dekat tapi mereka ?" kata reva
"gak usah berantem aku akan jawab pertanyaannya sebenarnya kami berdua kemarin pergi beli buku buat bahan ujian" kata tania
"bohong kalau cuma beli buku kenapa harus gandengan tangan " lisa sudah mulai kepo
"oh itu" tania memukul tangan doni di bawah meja
"eh apa" rangga belum mengerti maksud tania memukulnya
"tolong bantuin jawab doni" kata tania
"oh iya maaf,sebenarnya kemarin kami lagi jalan bareng" kata rangga menjawab dengan santai
brak reva tiba tiba menggebrak meja mendengar jawaban dari doni
" apa kenapa marah emang ada yang salah" rangga masih belum tau kalau jawabannya membuat semua orang kaget
"sepetinya tania dan doni sedang dekat apa gue boleh gabung ?" tiba tiba dani mendekat dan mengagetkan mereka berlima
__ADS_1