
Tiba tiba tania memegang baju rangga sambil bertanya "apakah kamu kenal sama doni ?"
Saat pertanyaan itu terucap rangga begitu kaget karena tania menanyakan doni,rangga terdiam sesaat, "ya gue kenal dia teman nya damar kenapa lo taya doni ke gue ?"kata rangga yang langsung melihat tania
Raut wajah tania langsung menunduk karena malu atas pertanyaan nya tadi "Gue bukan teman nya si cupu gak usah nunduk gitu gue juga gak bakalan bilang ke damar kalau lo nanyain si doni ke gue ?" rangga yang saat itu langsung mengerti keadaan tania
"kenapa lo nanyain doni jangan jangan lo suka sama si cupu itu,yang bener saja dia itu gak ada bagus bagusnya cuma modal pinter" kata rangga mencari tau apa keinginan tania sebenarnya,
tania langsung menatap tajam ke arah rangga dan berkata "kata siapa dia cuma modal pinter aja dia juga baik nyatanya kalaupun gue ngomong kasar dia gak pernah marah" tania merasa kesal pada rangga karena menjelekan doni
Saat itu rangga langsung teringat perkataan tania saat si sekolah
"pantesan dia dulu bilang maaf ternyata ini maksudnya" kata rangga dalam hati,
tiba tiba timbul perasaan kepo di dalam diri rangga akan perasaan tania kepada sosok doni yang selama ini rangga sembunyikan
"kenapa lo bisa suka sama doni,bagusan juga gue kan ganteng mapan apalagi coba yang kurang"kata rangga mencoba menunjukan kelebihan yang selama ini di sembunyikannya
__ADS_1
"mungkin lo memeng ganteng mapan,tapi hati gak bisa di paksakan dan tidak tau akan mencintai siapa iya kan ?" kata tania yang terlihat serius
Akhirnya rangga dan tania duduk di sebuah kafe yang ada di dalam mall, "lo mau pesan apa ini udah siang kita makan dulu nanti kita lanjut lagi ngobrolnya" kata rangga sambil memberikan buku menu kepada tania.
Setelah itu mereka berdua makan terlebih dahulu dan juga memberi kabar kepada damar kalau mereka berdua tidak bisa bergabung bersama mereka.
Setelah mereka selesai makan rangga yang memulai bertanya kepada tania
"sejak kapan kamu menyukai doni?" pertanyaan rangga membuat tania tersedak dan langsung melihat ke arah rangga
"kenapa lo bertanya begitu,ini bukan urusan lo ?"kata tania marah
"kok dia bisa tau kalau gue gak bisa bercerita soal doni" kata tania dalam hati
"kenapa gue harus bercerita sama lo kan gue bisa cerita sama reva atau lisa ?"kata tania merasa kalau ini tidaklah benar
"gue yakin mereka gak bakalan mau mendengarkan cerita soal si cupu" kata rangga dengan yakinnya
__ADS_1
"mending lo cerita sama gue,gue bukan teman nya si cupu jadi rahasia lo aman sama gue"
Perkataan rangga membuat tania ragu apakah rangga beneran bisa menjaga rahasianya atau tidak,tania takut kalau perasaannya bisa di ketahui oleh doni karena bagaimanapun rangga adalah teman dari damar
"ya udah gue bakal cerita soal doni sama lo tapi apa lo bisa janji kalau lo gak bakalan bilang sama damar soal ini ?" kata tania sambil memberikan jari kelingkingnya
"kaya anak kecil aja janji kelingking segala" kata rangga sambil memberikan jari kelingkingnya
"ya pokok nya harus janji awas kalau ada yang tau gue bersumpah lo bakal di sambar petir"kata tania sambil memberikan tatapan tajamnya
"wah sadis lo pakai sumpah sumpah segala" kata rangga merasa lucu mendengar ucapan tania
"ya gue gak bakalan bilang toh lo ceritanya sama orangnya langsung hehe" rangga berbicara dalam hatinya sambil tersenyum
"ngapain lo senyum senyum lagi mikirin yang aneh aneh ya" tania menunjuk nunjuk muka rangga
"siapa yang senyum senyum gue mau pesan minuman lagi buat dengerin cerita lo" rangga pun kembali memesan minuman
__ADS_1
Setelah minumannya sampai rangga sudah siap mendengarkan cerita tania soal doni
"gue jadi penasaran kenapa dia bisa suka sama sosok doni yang kutu buku" kata rangga di dalam hatinya