
Rangga dan damar sudah mulai kuliah mereka sudah janjian di persimpangan jalan karena mereka sudah pisah rumah mereka memutuskan untuk menggunakan motor (moge) agar cepat sampai
rangga kan cuma anak pengasuh kenapa punya moge ? karena damar sudah di anggap keluarga
mereka berdua sudah sampai di universitas ternyata yang masuk ke universitas dari sekolah yang sama bukan hanya mereka berdua tapi ada juga dani
mereka bertemu di gerbang dan masuk bersamaan
"gak nyangka ternyata ada kalian juga gue kira cuma gue yang masuk universitas x doni gak kuliah di sini apa dia gak dapat beasiswa haha" dani merasa selangkah lebih maju dari doni
"kenapa loe kaya benci banget sama doni" kata damar mencari tau karena mulai dari masuk ke sekolah dani selalu cari gara gara
__ADS_1
"haha sebenarnya sih gue gak pernah benci dia gue malah senang awal ketemu dia karena ada yang lebih pintar dari gue karena selama smp gue selalu juara pertama" kata dani sambil membusungkan dada
"terus kenapa awal gue masuk loe kaya benci banget sama doni" damar masih memberikan pertanyan yang sama
"hehe itu sebenarnya karena tania" kata dani sedikit malu
"haha jadi loe cemburu tunggu dulu bukannya tania dekat sama doni di akhir tahun ajaran kenapa loe benci kaya udah lama" damar masih penasaran
sedangkan orang yang sedang di bicarakan hanya diam saja tanpa mau ikut bicara.
Saat mereka bertiga berjalan ternyata banyak wanita yang sudah membicarakan mereka karena ketampanan mereka sedangkan mereka bertiga masih asik dengan dunia mereka damar dan dani asik mengobrol sedangkan rangga sibuk dengan hpnya
__ADS_1
saat akan masuk kelas ternyata mereka juga mengambil jurusan yang sama dan mereka lebih memilih tempat pojok agar tidak terlalu terlihat ternyata malah kebalikannya mereka jadi pusat perhatian rangga berada di urutan belakang yaitu paling pojok rangga juga melarang damar duduk bersebelahan dengannya karena terbiasa sendiri alhasil damar memilih bersebelahan dengan dani.
mereka mengikuti pelajaran dengan serius begitupun damar yang saat sma sering bemalas malasan sekarang lebih fokus
selesai jam pelajaran mereka pergi ke kantin kampus dan mereka juga memilih tempat paling pojok dengan alasan yang sama.
seminggu kemudian
tak terasa seminggu telah berlalu dengan rutinitas yang sama di kampus dan anehnya setiap ke kantin tempat mereka tidak pernah ada yang menempati seperti sudah menjadi milik mereka
pernah ada yang duduk di sana saat melihat mereka bertiga secara otomatis mereka langsung pindah seperti tempat itu keramat untuk siapapun padahal kalau sudah di tempati mereka bertiga akan pindah ke tempat lain entah apa yang ada di pikiran orang lain alhasil sekarang tempat pojokan itu sudah tidak pernah ada yang menduduki selain mereka bertiga
__ADS_1
"hey damar loe taukan kepribadian reva seperti apa loe yakin mau serius sama dia,kalau gue jadi loe lebih baik cari yang lain" kata dani menasehati,ya sekarang mereka sudah menjadi teman sudah tidak ada lagi permusuhan hanya ada pertemanan