Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 45


__ADS_3

Diana yang sudah kembali dari kerjanya merasa bingung karena tidak biasanya sang nenek menutup warung lebih awal karena merasa cemas dia mencoba masuk ke dalam rumah tapi ternyata rumah dalam keadaan terkunci,Diana terus berteriak mencari keberadaan neneknya sampai akhirnya tetangga yang di titipkan pesan menghampiri Diana "kamu sudah pulang begini tadi nenek kamu berpesan tidak usah mencarinya dia sedang pergi ke keluar sebentar bersama bos kamu jadi kamu tidak perlu panik" setelah mengucapkan pesan itu tetangga itu kembali ke rumahnya. Walaupun Diana masih khawatir tapi dia mencoba untuk tenang dan menunggu kedatangan sang nenek.


Sedangkan di salah satu restoran bintang lima Rangga sedang memesankan makanan untuk nenek Diana dan dirinya sendiri "mudahan nenek suka dengan apa yang Rangga pesankan" ucap Rangga pada sang nenek "ya ampun nak Rangga terima kasih sudah membawa nenek ke tempat makan yang begitu mewah ini pertama kali nenek makan di tempat seperti ini" ucap sang nenek yang tidak henti hentinya melihat ke sekeliling.

__ADS_1


Rangga sengaja tidak banyak memesan makanan dia hanya memesan makanan yang sekiranya mampu di habiskan oleh sang nenek,saat pesanan mereka sudah sampai Rangga dan nenek langsung menyantap makanan yang sudah di hidangkan di meja. Melihat nenek Diana yang begitu lahap memakan makanannya rangga merasa senang, Rangga pun kembali memesan menu yang sama untuk bisa di bawa pulang.


Sedangkan Diana semakin khawatir karena sang nenek tidak kunjung pulang "sebenarnya siapa yang membawa nenek ku pergi AHHHH" teriak Diana frustasi. Setelah setengah jam Diana melihat sebuah mobil yang parkir di pekarangan rumahnya dan melihat sang nenek yang turun dari dalam mobil "terima kasih nak atas makanannya apa tidak mau masuk dulu ke rumah sepertinya Diana juga sudah pulang" ucap sang nenek yang melihat motor Diana sudah terparkir "tidak usah nek Rangga buru buru terima kasih karena sudah mau menemani Rangga makan siang.. ." belum juga Rangga selesai bicara tiba tiba Diana datang dengan terburu buru dan melihat ke dalam mobil.

__ADS_1


Saat akan membalas perkataan Diana tiba tiba ponsel Rangga berdering dan memperlihatkan panggilan telpon dari damar "maaf nek Rangga angkat telpon dulu" kemudian Rangga mengangkat telpon dari damar, Diana dapat melihat kalau telpon itu sepertinya cukup penting sampai Diana sedikit terbawa suasana karena melihat tampang Rangga yang begitu tampan apabila dirinya tengah serius seperti itu, sampai Diana tidak menyadari kalau Rangga sudah selesai dengan telponnya "kenapa Lo baru sadar kalau cowok yang selalu Lo bentak ini sebenarnya sangat tampan".


Sebelum Diana membalas ucapan Rangga tiba tiba sang nenek sudah menjewer telinga Diana "apa kamu sering membentak bos kamu,kamu ini Dian Dian" Diana yang merasa kesakitan meminta ampun pada sang nenek agar melepaskan telinganya "nenek sakit" ucap Diana. Rangga hanya tertawa melihat kebersamaan antara Diana dan neneknya, Rangga bisa melihat kebahagian di wajah Diana walaupun Diana hanya hidup bersama neneknya tapi dia bisa merasakan kasih sayang yang begitu besar dari neneknya.

__ADS_1


__ADS_2