
Karena ada pengawal yang merangkap jadi sopir jadi rena dan acha tidak sulit untuk ke luar masuk daerah tersebut
"ren sebenarnya gue mau di bawa ke mana kenapa buru buru banget" acha sudah masuk lagi ke dalam mobil rena karena rena begitu tergesa gesa dan terus menarik narik acha
"katanya loe mau kerja gue udah punya kerjaan bagus buat loe" rena sudah di dalam mobil dan langsung menyuruh sang sopir untuk berangkat ke rumah damar
"loe gak bakal jual gue kan" acha sedikit takut karena cara rena yang membuatnya sedikit curiga
"ngawur loe tenang aja tugas loe cuma 2 selama kerja pertama loe harus bantuin calon mertua gue dan yang kedua loe harus mata matain calon pacar gue" rena begitu semangat 45 saat memberikan tugas pada acha
"bentar maksud loe gue bakalan tinggal di rumah cowok yang lagi loe incar begitu" acha sedikit mencari tau
"betul banget dan tenang aja loe bakalan aman selama tinggal di sana" rena mengacak ngacak rambut acha karena merasa punya teman yang pintar di ajak menyusun rencana
"jadi kalau nanti kak damar ngajak pacarnya ke rumah loe kerjain aja tapi jangan sampai ketauan loe tau lah caranya gimana masa orang yang dapat beasiswa gak bisa mikir" rena benar benar lagi senang jadi omongannya sedikit ngawur
__ADS_1
"ngapain beasiswa gue di bawa bawa sih,tapi gak apa apa gue bakal kerjain tugas dari loe gue kan sahabat baik loe" rena dan acha saling berpelukan
sesampainya di rumah damar ternyata damar sudah ada di rumah karena di beri tau oleh rangga kalau bakalan ada orang baru yang bantuin pekerjaan di rumah
sedangkan rena dan acha masih bisik bisik di mobil sambil melihat ke arah damar
"jadi itu cowok yang loe taksir lumayan juga boleh lah gak kalah ganteng sama sepupu loe pinter juga loe cari calon pacar" kata acha memuji pilihan sahabatnya
"ya harus lah milih cowok itu jangan asal asalan" kata rena senang karena sahabatnya memuji pilihannya tapi kesenangan itu sirna seketika saat melihat reva juga ternyata ikut damar pulang
setelah kepergian reva damar langsung menghampiri mobil rena
"hay rena udah beberapa hari gak ketemu makin cantik aja dia teman kamu yang di omongin rangga" kata damar sambil membuka pintu mobil rena
"makasih kak,iya ini teman rena yang bakalan bantuin ibu kan kasihan pasti cape ngurusin rumah sebesar ini" kata rena ya rena sudah memanggil bu halimah dengan sebutan ibu karena sudah di beri lampu hijau untuk mengejar sang anak
__ADS_1
"hallo kak nama aku acha" acha memperkenalkan dirinya
padahal tanpa memperkenalkan diri damar sudah tau karena rangga sudah memberi tahu tapi demi kesopanan damar pun memperkenalkan dirinya juga
mereka bertigapun masuk tapi tidak melihat bu halimah di dalam seperti bu halimah tidak ada di rumah tapi sesaat kemudian dari kamar atas terlihat bu halimah turun karena seperti mendengar suara rena
"ibu rena mampir" rena langsung berlari dan memeluk ibu damar
"makasih sayang udah mampir ke sini" bu halimah juga memeluk rena balik sambil mengusap kepala rena
"oh iya bu kenalin ini teman rena namanya acha dia bakal bantuin ibu di sini biar gak kecapean"
"salam nyonya nama saya acha saya akan bantu bantu selama tinggal di sini terimakasih sudah membolehkan saya kerja di sini" kata acha sopan
"jangan panggil nyonya panggil saja bu halimah"
__ADS_1
damar sedikit sedih saat melihat begitu dekat nya sang ibu dengan rena tapi tidak bisa dekat dengan reva wanita yang di cintainya "apa gue harus coba buka hati gue buat rena agar nyokap gue bisa bahagia terus tapi gue juga gak mau kehilangan reva" kebimbangan terlihat di wajah damar kala melihat sikap sang ibu,dia harus memilih antara ibu atau wanita yang di cintainya