
setelah perbincangan kemarin dengan tania rangga benar benar terus kepikiran apa benar kalau dia sama sekali tidak mencintai tania pikiran itu terus berputar putar di kepala rangga sampai sampai rangga melamun di meja makan dan itu terlihat oleh kedua orang tuanya
"sayang apa kamu sakit ?" mamah bertanya sambil memegang tangan rangga
"nggak mah rangga cuma lagi mikirin sesuatu" rangga mencoba tersenyum ke arah mamah sambil memegang tangan mamahnya
"apa gue tanya aja ya sama mamah "dalam hati rangga
"papah bukannya mau kerja ya lebih baik berangkat sekarang takutnya nanti telat" rangga mencoba mengusir sang ayah dengan cara halus
"kamu ngusir papah,oh papah tau pasti kamu mau curhat ya sama mamah tapi takut ke tauan papah" papah rangga pun pergi dan mencium kening sang mamah
walaupun rangga sudah besar tapi rangga masih suka curhat pada mamahnya kalau sang mamah emang kebetulan sedang di rumah kalau sedang pada sibuk biasanya rangga curhat pada bu halimah ibunya damar
__ADS_1
sekarang rangga sudah berada di kamar orangtuanya sebenarnya mamahnya rangga sekarang ada urusan untuk pergi ke butik miliknya tapi karena tau rangga sedang ada masalah jadi keberangkatannya di tunda
"mah rangga mau cerita,mamah jangan di depan cermin terus" ya mamah rangga sedang menghias diri agar setelah rangga selesai cerita dia bisa langsung berangkat bukannya tidak mau lama lama bersama sang anak tapi memang pekerjaan di butik tidak bisa lama lama di tunda
"iya maaf, ok sekarang mau cerita apa ?" mamah langsung berdiri dan langsung duduk di tempat tidur
setelah melihat mamahnya duduk rangga langsung tiduran di pangkuan sang mamah, mamah rangga langsung mengelus lembut kepala rangga
"mah rangga bingung,rangga lagi dekat sama cewek nah karena cewek itu mau pergi akhirnya rangga ungkapin perasaan rangga tapi cewek itu malah bilang kamu tidak mencintai aku kamu cuma kasiahan gitu kan rangga jadi bingung"
"mamah rangga sedang cerita bukannya bantuin malah ngeledek"
"ok ok boleh tau siapa namanya ?"
__ADS_1
"namanya tania mah dia anak yang baik dan juga cantik" rangga membayangkan sosok tania
"oh tania coba kamu ceritain awal mula kamu kenal tania"
"ya kalau di ceritain lama mah kan tania teman sekolah rangga"
"maksud mamah awal kamu dekat sama tania kamu ini sama bisnis jago banget tapi masalah percintaan nol besar"
"ya kan rangga gak pernah belajar soal percintaan"
"ya udah mau lanjut cerita gak ?"
rangga pun menceritakan awal awal rangga dekat dengan tania dari mulai jalan bareng belajar bareng di puncak dan terakhir di bandara
__ADS_1
"mungkin tania hanya ingin kamu memikirkan keputusan kamu sayang kan tania juga sedang sakit sekarang di tambah awal awal kalian dekat juga karena secara tidak langsung dia yang ngungkapin perasaannya duluan jadi tania merasa mungkin secara tidak langsung dia memaksa kamu untuk menyukainya jadi tania memberi waktu untuk mengetahui isi hati kamu sayang,mamah tidak bisa bantu karena semua keputusan ada di dalam hati kamu" mamah rangga membangun kan rangga dan langsung memeluk anak semata wayangnya
setelah perbincangan itu mamah rangga pergi dan rangga langsung pergi ke kamar damar untuk minta saran pada sahabatnya itu