
Damar langsung pergi ke arah rangga yaitu kantin dan ternyata rangga tidak sendiri sudah ada 2 wanita yang menemaninya tapi seperti yang terlihat rangga sama sekali tidak tertarik malah terlihat acuh padahal menurut damar mereka berdua cukup cantik
"sudah selesai" tanpa mendengarkan jawaban dari damar rangga langsung pergi dan di susul oleh damar
"ya ampun dia ini,maaf dia memang seperti itu" damar meminta maaf akan sifat sahabatnya tak lama setelah mengucapkan itu damar langsung menyusul rangga
di dalam mobil
"rangga bagaimana menurut loe sikap gue pada reva" ya damar telah menceritakan semuanya
"sikap loe udah benar gue juga kalau ada yang menghina nyokap gue pasti marah,lagian kenapa sih loe bisa langsung suka sama reva aneh"
"hehe loe kan tau gue gimana kalau gue udah nargetin sesuatu harus gue dapatin"
"ah kapan kebiasaan loe itu ilang nanti malah jadi bumereng buat loe"
__ADS_1
"hanya sepertinya yang sekarang gue salah target hahaha" damar tertawa saat tau kegagalannya karena berakhir dengan terhinanya mamah tercinta.
Damar memiliki kebiasaan kalau dia sudah menargetkan sesuatu harus dia dapatkan apa pun itu mau barang ataupun wanita tapi dia termasuk orang yang setia,setia pada teman ataupun pacar dan sampai sekarang dia belum pernah benar benar mencintai seseorang selain sang mamah jadi saat mendengar perkataan reva damar benar benar marah
rangga tau akan kebiasaan sahabatnya itu apalagi setelah dia selesai dengan suatu hubungan dia termasuk orang yang cepat move on mungkin karena tidak benar benar mencintai
di kampus
ternyata sampai kampus rangga dan damar di beri kejutan yaitu ke adaan dani yang seperti sedang bertengkar dengan salah satu senior kampus
"loe tau apa soal kita jangan mentang mentang loe senior gue takut sama loe" dani sudah emosi dan sepertinya kejadiannya sudab cukup lama
flash back
"ehem lagi ngomongin gue ya"
__ADS_1
"wah salah satu yang di omongin udah datang kemana 2 lagi apa mereka sedang tebar pesona di luar kampus"
"apa maksud loe ngomong gitu loe sirik karena gak ada yang merhatiin loe gak terkenal kaya gue apa loe juga sirik karena gue lebih tampan dari loe" dani sudah mulai serius dan tau akan kemana arahnya nanti akhir pembicaraannya yaitu bertengkar
"apa maksud loe ngomong gitu gue senior di sini loe cuma junior dan satu hal lagi loe dan teman teman loe gak bakalan lama di sini karena setelah teman gue datang gue jamin loe bakal di DO dan gue juga tau kalian itu cuma anak mamih yang cuma bisa ngandalin duit orang tua untuk poya poya" kata salah satu senior meremehkan
flash back of
rangga dan damar langsung menghampiri kerumunan yang di sebabkan oleh ulah temannya
"wow ada kejadian apa ni" kata damar sambil merangkul pundak dani
"akhirnya loe datang nie senior belagu masa mau DO kita cuma karena kita lebih tampan"
"woy siapa yang bilang begitu gue cuma gak suka lihat tingkah kalian yang sombong belagu merasa yang punya kampus jangan mentang mentang kalian kaya bisa seenaknya" senior itu sudah benar benar emosi
__ADS_1
"udah kita pergi bentar lagi jam masuk" rangga langsung mengajak damar dan dani untuk pergi karena menurutnya masalah ini benar benar gak penting
dan sikap damar membuat senior itu lebih membenci mereka,sebenarnya dia lebih benci pada rangga karena tanpa di ketahui oleh rangga dia menjadi penyebab hubungannya dengan sang kekasih kandas