
keesokkan harinya rangga dan tania sudah membuat janji untuk bertemu dengan reva dan lisa tapi karena rangga sudah lama tidak masuk kuliah jadi rangga memutuskan pertemuannya di undur menjadi sore karena rangga akan kuliah terlebih dahulu dan tania menyetujuinya, di kampus rangga menceritakan pada damar dan dani soal rencananya bertemu dengan teman teman tania tentu saja dani setuju tapi berbeda dengan damar dia lebih memilih untuk tidak ikut "kenapa sebaiknya lo ikut kasihan tania pasti dia ingin teman teman SMA nya kumpul semua" dani mencoba membujuk damar, rangga yang mengerti kenapa damar seperti ini mencoba memakluminya bagaimanapun damar pasti merasa tidak enak hati pada reva yang memutuskan hubungan dengan sepihak walupun perbuatan reva memang salah
tapi setelah dani terus membujuk damar akhirnya damar akan ikut karena dia memikirkan perasaan tania bukan karena bujukan dari dani "baiklah tapi kalau nanti aku pulang duluan jangan marah" dani tersenyum dan menepuk pundak damar, rangga yang melihat ekspresi keterpaksaan di wajah damar merasa tidak enak hati karena rangga tidak membantu damar berbicara tapi mau bagaimana lagi rangga juga ingin semua teman dekat tania saat SMA datang karena tania pasti akan pulang ke negara s karena memang tania datang hanya untuk menghadiri acara pernikahan bukan untuk kembali menetap di tanah air.
Sore pun tiba sesuai perjanjian mereka akan bertemu di kafe milik rangga yang ada di dekat sekolah, tania sudah siap dengan semua oleh oleh yang sudah di belinya di negara s untuk sahabatnya. Tania begitu bahagia dan rangga yang melihat itu juga merasa bahagia karena bisa membuat tania tersenyum "ayo nanti kita telat lagi dan mereka menunggu lama kan kasihan" rangga membukakan bagasi mobil tania menyimpan semua oleh olehnya di sana setelah menyimpan semua barang yang di bawa rangga kembali membukakan pintu untuk tania, setelah tania masuk rangga langsung melajukan mobilnya menuju kafe
waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore saat rangga sampai ternyata reva dan lisa sudah datang lebih dulu tentu saja melihat kedatangan tania reva dan lisa langsung berlari dan memeluk tubuh tania "kita kangen banget sama kamu" reva langsung melepaskan pelukannya dan menggandeng tania agar duduk di sampingnya, reva kaget saat melihat rangga turun dari mobil yang sama dengan tania "kamu sekarang sama rangga wah kalian benar benar pasangan serasi beda banget kalau sama doni yang kampungan itu sudah jangan lepasin rangga dia cocok sama kamu" reva melihat rangga yang membawa banyak bingkisan di tangannya membuat reva merasa iri dengan percintaan tania yang begitu sempurna
__ADS_1
reva berbicara dalam hatinya sambil sesekali melihat ke arah rangga "ah sial kenapa gak dari dulu aku pepet aja rangga kenapa harus sama damar toh dulu tania sukanya sama doni kalau aja dulu aku kejar terus rangga pasti sekarang yang di manja itu bukan tania tapi gue" ada rasa benci yang tiba tiba muncul di hatinya tapi reva mencoba menahannya "tania apa kamu akan tinggal di sini lagi ?" reva mencoba mengorek sedikit kehidupan tania mungkin saja dia akan mendapat kesempatan kalau tania tidak tinggal di sini "tidak aku akan kembali ke negara s" saat melihat rangga sudah mendekat tania langsung memegang tangan rangga agar duduk di sampingnya "sudah simpan sini aja tangan kamu pasti pegal kan bawa banyak bingkisan" rangga menggeleng "tidak ini ringan jadi tangan ku tidak pegal"
tidak lama mobil milik dani sudah datang dan di susul oleh mobil milik damar, melihat damar yang turun dari mobil reva begitu senang karena akhirnya dia bisa bertemu lagi dengan damar tapi rasa senangnya itu hilang saat melihat siapa yang di bawa oleh damar rasa benci kembali muncul dan sekarang sudah tidak dia tutup tutupi tania rangga dan lisa dapat melihat itu apalagi melihat tangan reva yang sudah mengepal seakan ingin memukul orang
rena yang ikut bersama damar dapat melihat kebencian dari mata reva seketika merasa ketakutan dan langsung merangkul tangan damar dan langsung bersembunyi di belakang tubuh damar
saat damar akan berangkat ke kafe kebetulan rena sedang bermain ke rumah acha, acha yang melihat penampilan kakaknya sedikit berbeda langsung curiga "kak mau pergi kemana ?" damar langsung menghentikan langkahnya "kakak mau ketemu sama teman SMA kakak kebetulan tania pulang jadi mau sekalian reunian" acha yang mendengar itu langsung heboh dia juga ingin ikut walaupun acha tau rangga akan membawa tania tapi setidaknya dia akan bertemu dengan rangga "kak aku juga mau ikut" damar yang mendengar itu tentu saja menolak "tidak boleh ini acara kakak ngapain kamu ingin ikut"
__ADS_1
acha yang tidak suka di tolak akhirnya mendapatkan satu cara agar dirinya dapat ikut bersama dengan damar "eh rena kita ikut yuk kak damar mau bertemu dengan teman SMA nya bukannya mantan kak damar teman SMA nya jadi kamu juga bisa mencegah kak damar untuk bertemu mantannya setidaknya agar mereka tidak bisa mengobrol" acha berbicara sedikit pelan agar hanya bisa di dengar oleh rena, mendengar itu rena akhirnya memutuskan untuk ikut bersama dengan damar "kak bagaimana kalau aku juga ikut agar acha ada temannya" damar yang mendengar rena juga akan ikut tentu saja senang damar seketika setuju dan lupa kalau reva juga akan datang di acara itu
flashback off
reva yang melihat rena begitu dekat dengan damar tentu saja langsung marah dia langsung menghampiri damar dan melepas tangan rena dari tangan damar "jangan berani beraninya lo pegang tangan damar dia adalah pacar gue sebaiknya lo jauh jauh dari damar" rena yang takut tentu saja langsung mundur tapi tangannya di pegang oleh damar "reva kita sudah putus sudah tidak ada lagi hubungan di antara kita sebaiknya kamu lepaskan tangan mu itu" reva yang mendengar itu tentu saja kembali tersulut emosi "sejak kapan kita putus aku tidak pernah menyetujui hal itu jadi sampai sekarang status kita masih pacaran dan lo kalau tidak mau di bilang pelakor lebih baik jauh jauh dari cowok gue"
rena tentu saja langsung melepaskan tangan damar dan menghampiri acha, acha yang tidak suka sahabatnya di permalukan di depan umum langsung kembali memarahi reva "siapa yang lo sebut pelakor hah lo sebagai cewek tidak tau diri udah di putusin juga masih aja nempel nempel sama kakak gue sebaiknya lo jauh jauh dari kakak gue" reva yang tidak tau kalau damar mempunyai adik meminta penjelasan pada damar
__ADS_1