
Mereka berdua akhirnya sampai di rumah sakit mereka langsung menanyakan ruangan VIP pada salah satu suster
"permisi kalau ruangan VIP ada di sebelah mana ya ?" lisa bertanya pada salah satu suster yang lewat
suster itu pun menunjukkan arahnya
"mba tinggal lurus dari sini kemudian belok ke arah kanan di sana terdapat ruangan VIP mba mau bertemu dengan pasien atas nama siapa ?"
lisa kembali menjawab "kami ingin bertemu dengan pak danu"
"oh kalau pasien atas nama pak danu berada di ruangan VIP no 1"
"terima kasih" lisa kembali menjawab
Setelah itu mereka berdua langsung menuju ke arah yang sudah di beri tahu oleh suster
akhirnya mereka sampai di depan pintu ruangan, reva langsung mengetuk pintu dan yang membuka pintu adalah ibu sindi
"silahkan masuk kalian pasti temannya rangga kan ?" ibu sindi mempersilahkan mereka untuk masuk
"iya tante kami berdua temannya rangga maaf kami kesini mau bertemu dengan rangga sekalian melihat kondisi om danu katanya beliau sakit kami mendapat kabar ini dari satpam yang menjaga rumah" reva mencoba menjaga tutur kata agar tidak menimbulkan kecurigaan
"terima kasih karena sudah mau menengok om tapi kalau rangga tidak ada di sini dia sedang pergi" pak danu yang menjawab karena pak danu kebetulan tidak sedang tidur sedangkan ibu sindi sedang membereskan bingkisan yang di bawa oleh reva dan lisa.
Karena akan ke rumah sakit reva dan lisa berhenti sejenak untuk membeli buah buahan untuk di berikan pada kedua orang tua rangga mereka merasa malu kalau hanya untuk menanyakan rangga.
"memang nya rangga pergi kemana om tante ?" sekarang lisa yang bertanya
"rangga sedang pergi ke negara S untuk bertemu dengan ayah tania"
__ADS_1
Reva dan lisa saling melirik satu sama lain
"kok rangga tidak memberi tau kami ya kalau tau rangga pergi untuk menemui ayah tania kami juga pasti akan ikut bagaimana pun kan kami sahabat tania juga" reva pura pura sedikit kecewa agar kedua orang tua rangga berpikir kalau mereka sangat dekat
"begini mungkin karena rangga perginya dengan damar jadi rangga lupa mengabari kalian ya bagaimanapun kan rangga baru saja kehilangan tania jadi mohon di maklumi ya" ibu sindi merasa kedua perempuan yang ada di depannya terlihat sangat kecewa
"jadi tante rangga perginya dengan damar, damar kok gak ngasih tau aku ya" reva kembali bertingkah seolah oleh dia sedang bersedih
Lisa kemudian mencoba untuk menyakinkan mamahnya rangga kalau reva dan damar memiliki hubungan
"mungkin karena kalian sedang bertengkar jadi damar masih marah sama kamu" lisa melakukan ini agar jalannya untuk mendapatkan rangga tidak terhalang oleh reva jadi orang tua rangga dapat menyimpulkan kalau reva sudah ada hubungan dengan damar
"oh maaf sebelumnya tante baru ingat, kalian sahabatnya tania saat SMA ya tante pernah melihat poto kalian di album kenangan milik rangga saat SMA kalau tidak salah kamu yang berdiri dekat damar sedangkan kamu berdiri dekat rangga aduh tante benar benar pangling melihat kalian"
Reva dan lisa saling pandang karena mereka berdua merasa tidak pernah satu SMA dengan rangga
"maaf tante tapi kami tidak satu sekolah dengan rangga kami cuma satu sekolah dengan damar" lisa mencoba memberikan penjelasan
"oh maaf tante kami tidak kenal soalnya di sekolah rangga bilang dirinya bernama doni jadi saya juga tidak dapat mengenali rangga" lisa merasa malu karena tidak bisa mengenali rangga
"aduh maaf ini malah jadi kesana-kemari ngobrol nya kalian ngobrol saja dengan om soalnya tante harus ke ruangan dokter dulu tante tinggal ya" ibu sindi kemudian keluar dari ruangan
Reva dan lisa akhirnya menghampiri ranjang pak danu
"bagaimana kondisi om sekarang ?" lisa yang bertanya karena reva sedang sibuk dengan hpnya untuk membeli tiket pesawat agar dapat menyusul rangga dan damar tapi tentu saja dengan bujet yang sesuai dengan isi kantong nya
"om sekarang sudah membaik om dengar kalian sahabatnya tania ya apa kalian ingin melihat kondisi ayahnya tania juga" om danu yang memang baik merasa bersalah karena anaknya tidak mengajak sahabat tania untuk melihat ayah tania
"iya sebenarnya om reva sedang mencari tiket pesawat ya bagaimanapun tania adalah sahabat kami, kami juga ingin menghibur ayah tania om" reva sekarang yang menjawab setelah tidak menemukan tiket yang pas karena harga tiket pesawat ke negara S ternyata sangat mahal
__ADS_1
"begini saja om akan membelikan tiket pesawat untuk ke negara S agar kalian bisa bertemu dengan ayah tania sebagai permintaan maaf karena rangga melupakan kalian nanti om akan suruh orang om untuk menemui kalian di bandara"
reva dan lisa tentu saja merasa senang karena mendapatkan tiket pesawat secara gratis
"terima kasih om atas niat baik nya" reva dan lisa tersenyum
"iya sama sama" pak danu kemudian melihat hp dan dia sudah mendapatkan chat dari bawahannya
"lebih baik sekarang kalian pulang untuk beres beres karena penerbangan kalian di jadwalkan berangkat pukul 9 jadi masih ada waktu 1 jam sebelum berangkat"
mereka berdua melihat jam yang ada hp mereka
"kalau begitu kami pamit pulang om" lisa dan reva kemudian keluar dari ruangan
Tapi saat di luar reva dan lisa bertemu dengan rena dan acha
"eh ada acha bagaimana kabar nya ?" reva mencoba bersikap baik pada acha
"tidak usah pura pura baik aku bukan kak damar yang mudah tertipu oleh sikap lo"
acha kemudian berlalu meninggalkan reva dan lisa
"oh iya gue mau nyusul damar ke negara S jadi lo siap siap aja untuk melihat kami bersama kembali" reva berbisik ke telinga rena
Rena yang mendengar kalau reva akan menyusul damar sedikit kaget tapi rena mencoba untuk tetap tenang
"iya silahkan aku yakin kalau kak damar pasti bisa memilih mana yang tepat untuk dirinya" rena membalas perkataan reva
Rena akhirnya berlalu meninggalkan reva,
__ADS_1
reva yang mendapat balasan dari rena merasa kesal "awas saja aku yakin bisa merebut damar kembali" reva kemudian pergi dan menyusul lisa yang sudah pergi duluan