
rangga mengendari mobilnya menuju hotel tapi sebelum ke hotel rangga mampir dulu ke sebuah toko perhiasan untuk membeli cincin pasangan untuk di berikan pada tania besok "mba boleh lihat cincin pasangannya" mba itu pun menunjukan beberapa cincin pasangan yang ada di etalase rangga terus melihat lihat sampai dia menemukan cincin yang sekiranya cocok untuk tania "yang ini saja mba dan sekalian apa bisa di dalamnya terukir nama saya dan pasangan saya" mba itu mengangguk "maaf apa boleh tau namanya siapa" rangga pun menyebutkan namanya "rangga tania" setelah mengetahui namanya pelayan itupun masuk ke dalam untuk memberikan cincin "tolong tunggu satu jam ya mas" rangga pun mengangguk
setelah satu jam menunggu akhirnya cincin pesanannya sudah jadi rangga langsung mengambil dan melihat hasilnya karena sudah merasa puas rangga pun membayar setelah itu dia pun pulang ke hotel, sesampai di hotel rangga langung menuju lift menuju kamarnya karena sudah merasa lengket rangga langsung membersihkan diri tanpa melihat ponselnya terlebih dahulu, selesai membersihkan diri rangga melihat ponselnya dan banyak sekali panggilan dari tania dan damar "damar juga nelpon gue pasti ini anak lagi badmood sudahlah telpon tania dulu" rangga pun menelpon tania sambil memilih baju yang akan dia pakai "sayang kemana aja kenapa baru di angkat"
mendengar suara tania yang sepertinya sedang sebal padanya rangga malah membiarkannya "aku habis mandi sekarang lagi pakai baju" rangga menjawab seadanya saja tanpa mau menutupi "rangga bilang saja habis mandi kalau lagi pakai bajunya gak usah bilang" rangga malah senyum senyum sendiri mendengar protes dari tania "iya maaf ada apa sayang bukannya istirahat besok kita akan ada penerbangan loh kamu harus istirahat yang cukup" tania pun mendengarkan nasehat dari rangga "iya aku memang mau tidur tapi aku ingin tau apa kamu sudah sampai apa belum ke hotel" rangga senang karena sekarang selain orang tua sudah ada orang lain yang perhatian padanya "nah sekarang kamu sudah tau kalau aku sudah sampai sekarang kamu tidur dan istirahat" tania pun menutup telponnya rangga pun langsung mengistirahatkan tubuhnya.
__ADS_1
keesokan harinya rangga menjemput tania ayah tania pun belum berangkat kerja karena ingin mengantar tania dan rangga ke bandara "nanti selama di sana kamu harus nurut apa kata rangga kamu mengerti sayang" tania mengangguk "iya ayah tenang saja aku pasti bakalan nurut sama rangga" ayah tania pun puas dengan jawaban anaknya "nak rangga titip tania ya" rangga pun menjawab sambil menggenggam tangan tania "iya om rangga janji akan selalu menjaga tania" ayah tania pun tersenyum melihat anaknya sudah mendapatkan orang yang tepat
merekapun akhirnya sampai di bandara dan berpamitan pada ayah tania mereka langsung menuju pesawat yang akan mereka tumpangi "tania sekarang kamu istirahat tidur yang nyenyak nanti kalau sudah sampai nanti aku bangunkan" tania malah cemberut karena dia tidak ingin cepat cepat tidur karena sudah lama dia tidak naik pesawat "rangga kamu pakai parfum yang aku berikan kemarin ya ah wanginya memang pas buat kamu aku tidak salah pilih" merasa bangga pada dirinya sendiri "iya wanginya benar benar enak kamu memang pintar dalam memilih" karena rangga sudah terpancing untuk berbicara tania bermaksud untuk mengobrol selama di dalam pesawat
selama di pesawat tania banyak bicara rangga sendiri merasa galau karena belum menemukan momen yang pas untuk memberikan cincin untuk tania, akhirnya mereka sampai juga di tanah air rangga langsung membawakan koper milik tania dan menuju mobil pribadi milik keluarga rangga tania begitu antusias saat sampai di tanah kelahirannya "akhirnya aku kembali tidak sabar untuk bertemu dengan teman teman lama seperti apa ya mereka sekarang" rangga hanya mendengarkan celotehan tania tanpa mau menjawab karena rangga langsung disibukan oleh telpon dari damar yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan tania karena memang sudah lama tidak bertemu "maaf tapi di rumah lo sekarang sedang rame jadi gue akan langsung pulang ke rumah gue ingin agar tania bisa istirahat yang cukup" tentu saja damar yang mendengar itu sedikit kecewa apalagi acha yang dari tadi sudah menunggu rangga
__ADS_1
mereka berdua akhirnya sampai di rumah rangga "sayang apa tidak bisa aku tinggal di rumah ku sendiri" mendengar itu rangga langsung tidak setuju "no kamu tinggal sendiri di sana aku tidak mau kamu kenapa napa ingat kata ayah kamu harus nurut apa kata ku selama di sini kamu akan tinggal di rumah ku lagian mamah dan papah juga sudah setuju sekarang kita masuk karena orang tuaku sudah menunggu kedatangan kita" rangga dan tania pun masuk ke dalam rumah dan benar saja di sana sudah ada orang tua rangga dan juga rena
melihat tania sudah datang rena langsung melepas kangennya pada tania dan langsung memeluknya "kak tania rena kangen" tania hanya mengusap kepala rena dan membalas pelukan rena "sudah lepasin pelukan kamu tania pasti gerah di peluk kamu terus" rena tentu saja marah mendengar perkataan rangga tapi rena tetap menuruti perintah rangga agar melepas pelukannya, tania dan rangga langsung mencium tangan kedua orang tua rangga "akhirnya kalian sampai juga sekarang makan dulu selepas itu istirahat di kamar" rangga dan tania pun makan bersama dan selesai makan rangga mengantar tania ke kamarnya.
sedangkan di rumah damar acha sedang galau karena tadi sempat mendengar kalau rangga membawa tania pulang tentu saja itu membuat hati acha tidak karuan takut bercampur senang, takut karena ada tania pasti rangga tidak akan peduli dengan kehadirannya senang karena akhirnya dia bisa melihat rangga kembali "ah sejak kapan aku begitu peduli dengan kak rangga aku benar benar tidak suka perasaan ini" acha mengacak acak rambutnya karena sudah merasa pusing dengan hati dan pikirannya yang tidak bisa sejalan
__ADS_1