
"karena kamu gak jawab itu tandanya kamu setuju kalau ini harus di bicarakan,sebenarnya kamu sekarang ada di pikiran ku..." rangga mencoba menarik nafas karena merasa belum siap untuk di bicarakan
"hei cepetan ngomong gue udah deg degan dari tadi tapi loe malah muter muter terus ngomongnya" tania semakin geret pada doni
"tania aku mau kamu tau dari aku bukan dari orang lain sebenarnya aku udah nyaman deket sama kamu jadi aku pengen kamu selalu ada deket aku" rangga mencoba memegang tangan tania
"ya ampun akhirnya gue mau di tembak ah gue harus jawab apa nanti" tania sudah girang dalam hati karena merasa kalau doni akan menyatakan perasaannya
"aku pengen kita terus sama sama tapi maaf..." lagi lagi rangga memotong pembicaraannya
"eh kok minta maaf masa gak jadi sih nembaknya" kata hati tania mulai sakit
"maaf sebenarnya aku mau kamu jadi pacar aku,tapi setelah di pikir pikir sebentar lagi ujian sekolah jadi aku mau lebih fokus pada pelajaran jadi aku minta maaf,aku hanya ingin kamu tau kalau kamu sudah ada di hati aku" rangga melepaskan tangan tania dan langsung menundukan kepalanya
__ADS_1
"aku seneng kamu mau jujur,aku mau kok selalu ada di samping kamu kita bisa bareng bareng terus jadi kita bisa belajar bersama jadi gak akan mengganggu ujian" tania memegang tangan doni dan memberikan senyumannya
rangga merasa senang karena tania masih mau berada di sampingnya dan pikirannya telah terbebas dari ucapan papahnya
"tania kita pergi makan kayanya mie ayam itu enak" rangga memegang tangan tania tanpa meresa canggung karena tania sudah bersedia berada di sampingnya
"don sebaiknya kalau di sekolah kita jangan kelihatan terlalu dekat aku takut kalau teman temanku..." tania sedikit takut untuk berbicara karena takut doni tersinggung
"tenang aja aku ngerti kok aku gak mau kamu jadi bahan gosip lagian selama ada damar kayanya orang yang gak suka sama aku mulai berkurang hehe" rangga coba tersenyum
setelah selesai jalan jalan di taman rangga dan tania pergi ke toko buku untuk membeli keperluan ujian tangan mereka tidak pernah lepas selama mencari buku seperti keduanya takut kalau pasangannya akan pergi,sedangkan dari kejauhan sudah ada yang memperhatikan mereka siapa lagi kalau bukan dua sahabatnya tania reva dan lisa
"ya ampun bukannya itu tania kok sama si cupu sih" kata lisa sedikit tidak suka
__ADS_1
"biarin aja nanti kita minta penjelasannya kenapa dia bisa jalan sama si doni" reva mencoba untuk mengerti
"eh kok loe gak marah sih bukannya kamu juga gak suka sama si cupu" lisa masih tidak mengerti kenapa reva tidak marah padahal biasanya dia yang selalu marah duluan apalagi menyangkut doni
"gue gak tau kenapa gue gak marah tapi sepertinya gue udah bisa nerima doni sebagai teman gue" reva mencoba jujur
"ya udah kalau loe gak masalah gue juga coba untuk terima" lisa mencoba menerima kenyataan kalau teman temannya sudah mulai terbiasa dengan doni
"lagian kenapa sih kita dulu bisa gak suka sama doni" lisa mulai ingin tau kenapa dulu mereka gak suka sama doni
"ya kalau gue sih gak suka karena dia gak suka bergaul aja kaya sombong gitu mentang mentang pintar,kalau loe kenapa gak suka ?" kata reva balik nanya
" kalau gue sih ngikutin kalian aja" lisa mencoba jujur karena memang tidak tau apa alasannya
__ADS_1
di toko buku tania dan rangga masih asik mencari buku sambil sedikit bercanda bersama