Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 14


__ADS_3

Karena sudah di jadwalkan akhirnya rangga dan damar berangkat menuju negara S untuk menemui ayah tania


"rangga berangkat dulu mah, papah istirahat yang cukup nanti kalau rangga pulang ke sini rangga pengen ketemu sama papah di rumah" rangga memeluk tubuh kedua orang tuanya


"damar juga izin pamit om tante" damar mencium kedua tangan orang tua rangga


"tante titip rangga ya sama kamu rangga dari kemarin sering melamun tolong hibur dia selama di perjalanan" ibu sindi sangat mengkhawatirkan kondisi rangga apalagi melihat kondisinya sekarang yang sering melamun


"baik tante pokoknya tante tenang saja damar akan selalu menjaga rangga"


Mereka berdua pun pergi menuju bandara dengan di antar oleh sopir pribadi


...----------------...


Sedangkan di rumah reva


reva sedang melihat berita di televisi dia sedang melihat kasus menghilangnya pesawat reva begitu terkejut saat mendengar nama pesawat yang hilang kontak adalah pesawat yang di tumpangi oleh tania


"bukannya pesawat itu adalah pesawat yang di tumpangi oleh tania itu berarti sekarang rangga sedang sedih ini adalah kesempatan ku untuk menarik perhatiannya tapi rangga tidak mungkin mau dengan ku apalagi rangga tau aku adalah mantannya damar sebaiknya aku kasih tau lisa saja biar dia yang mendekati rangga"


Reva langsung menghubungi lisa

__ADS_1


"ya halo ada apa rev ?" lisa menjawab telpon reva


"lisa kamu sudah melihat berita soal pesawat yang hilang itu kan itu adalah pesawat yang di tumpangi oleh tania jadi sekarang rangga pasti sedang sedih ini adalah kesempatan kita untuk menghibur rangga bagaimana menurut lo ?" reva mulai menghasut lisa agar mau ikut ke dalam rencananya


"boleh juga kita ke rumahnya sekarang bukannya tania sudah memberikan alamat rumah rangga sebelumnya lebih baik kita berangkat sekarang"


Reva menutup telpon dan langsung menuju ke kamarnya untuk mandi dan mempersiapkan diri


...----------------...


Sedangkan di rumah lisa


"reva kamu benar benar naif kamu ingin memanfaatkan ku untuk mendekati rangga dan setelah aku dekat dengan rangga kamu pasti akan menyuruhku melakukan semua rencana mu jangan harap dengan mendapatkan rangga aku sudah tidak butuh teman seperti mu".


Reva dan lisa memutuskan untuk bertemu di persimpangan jalan di dekat rumah rangga.


Mereka berdua benar benar bertemu dan anehnya mereka bertemu dengan waktu yang sama yaitu 1 jam lebih awal dari waktu yang di tentukan


"wah kita benar benar hebat karena kita satu hati kalau begitu kita pergi bersama sebaiknya kamu naik mobil ku saja biar tidak menimbulkan keramaian dengan mobil yang saling beriringan" lisa akhirnya turun dari mobil dan masuk ke dalam mobil yang di sewa oleh reva


Setelah lisa masuk ke dalam mobil, reva kembali melajukan mobilnya dan sampailah mereka di alamat yang di berikan oleh tania

__ADS_1


Reva membunyikan bel yang ada di depan gerbang


"mau mencari siapa ya ?" satpam rumah menghampiri reva dan lisa


"begini pak kami berdua temannya rangga apa kita bisa bertemu dengan rangga ?" reva yang menjawab pertanyaan dari satpam sambil melihat rumah rangga yang bisa di bilang sangatlah besar


"ini sih lebih besar dari rumah damar untungnya tania sudah tidak ada tapi walaupun rangga tidak mungkin mencintaiku tapi dengan statusku sebagai sahabat tania gue yakin rangga gak bakal ninggalin gue" reva berbicara dalam hati begitu juga dengan lisa


"aku harus bisa mendapatkan rangga dengan sikap pendiam ku gue yakin rangga pasti akan mencintai ku"


"maaf mba den rangga sedang tidak ada di rumah soalnya pak danu mengalami sakit jadi harus di larikan ke rumah sakit apa den rangga tidak memberi tau kalian ?" satpam rumah sama sekali tidak membukakan gerbang untuk reva dan lisa karena takut kalau mereka bukanlah tamu dari majikannya


"kalau begitu apa boleh kami tau alamat rumah sakitnya" sekarang lisa lah yang bertanya


"tunggu sebentar saya telpon majikan saya dulu"


satpam itu kembali ke pos jaga dan menelpon bu sindi


Setelah mendapat persetujuan akhirnya satpam itu kembali menemui reva dan lisa


"pak danu di rawat di rumah sakit harapan di ruangan VIP kalian boleh datang ke sana"

__ADS_1


Reva dan lisa kemudian kembali masuk ke dalam mobil setelah tau nama rumah sakitnya dan langsung melajukan mobilnya


"hah dasar tidak tau terima kasih langsung pergi begitu saja untung aku memiliki majikan yang baik terima kasih tuhan sudah memberikan majikan yang begitu baik pada ku" satpam itu kembali menuju pos jaganya.


__ADS_2