
Setelah kepergian Acha dan Dani,Rangga merasakan hawa panas di sampingnya dan saat melihat ke samping Rangga dapat melihat Diana sedang dalam mode marahnya
"sepertinya Acha tadi bicara yang tidak seharusnya di bicarakan" batin rangga
entah karena sudah bucin atau bodoh Rangga tiba-tiba diam dan menunjukkan wajah puppy eyes nya mudahan dengan cara seperti ini dapat membuat Diana merasa kasihan
"ya ampun manisnya jadi pengen nyubit deh... tahan Diana Rangga sedang mempermainkan kamu Lo harus ingat"
setelah sedikit melunak tiba-tiba mode marahnya kembali datang
Rangga yang awalnya melihat Diana sudah akan melunak merasa senang tapi sepersekian detik berikutnya wajah marahnya kembali menghiasi wajahnya dan membuat Rangga sedikit takut
"gak usah pasang wajah sok imut gak pantes" bentak Diana
Rangga langsung kembali ke mode dinginnya dan mendekati wajah Diana dengan jarak yang sangat dekat, tentu saja Diana langsung takut dan anehnya Diana langsung memejamkan matanya
"jadi apa yang Acha bicarakan selain soal perjodohan" tanya Rangga berbisik di telinga Diana
mendapat bisikan dari Rangga Diana reflek langsung mengusap telinganya
"kalau cuma mau nanya begitu doang gak usah dekat-dekat nanti jantung gue jadi gak baik-baik aja ups" Diana sedikit keceplosan karena sepertinya sikap lebay nya kumat
mendengar ucapan Diana membuat Rangga terkekeh geli
"jadi Lo sering berdebar kalau dekat gue manisnya" ucap Rangga sambil mencubit pipi Diana gemas
"gak usah cubit cubit jelasin apa yang di bilang Acha beneran ?" tanya Diana sambil menepis tangan Rangga
"emangnya Acha bilang apa ?" Rangga malah balik bertanya
Rangga memegang tangan Diana menggunakan tangan kiri sedangkan tangan kanannya menyelipkan rambut Diana ke balik telinga
setelah membereskan rambut Diana tangan kanannya ikut menggenggam tangan Diana dan melihat wajah Diana
"Acha bilang kalau om dan Tante tau kalau kita cuma pacaran bohongan" ungkap Diana
"ya terus apa masalahnya" tanya Rangga balik
"itu berarti kita harus minta maaf sama om dan tente bagaimanapun kita udah bohongin mereka" Diana menunduk dalam bicaranya karena tidak mau melihat wajah Rangga karena dia yakin wajahnya sekarang sudah memerah
"hey lihat sini aku mau lihat wajah kamu" ucap Rangga sambil memegang dagu Diana agar mau melihat ke arah dirinya
saat wajah Diana menghadap Rangga, Rangga dapat melihat wajah malu-malu Diana yang sangat manis menurutnya
"kalau kita sudah minta maaf sama mamah dan papah apa yang akan kita lakukan selanjutnya" Rangga menatap Diana dengan penuh sayang
"ya kita bisa balik seperti semula" jawab Diana
__ADS_1
mendengar ucapan Diana Rangga tentu saja tidak bisa membiarkan Diana pergi apalagi sekarang dirinya tidak ingin kehilangan Diana karena Rangga sadar kalau sekarang Diana sudah berhasil masuk ke dalam hatinya
"tidak" bentak Rangga
mendengar bentakan dari Rangga Diana tentu saja kaget karena baru kali ini Rangga membentaknya dan itu sangat menakutkan menurut Diana
Diana seketika ingin menangis karena di bentak oleh Rangga karena selama dia hidup dia tidak pernah di bentak oleh siapapun
dan Rangga menyadari perubahan sikap Diana yang sepertinya akan segera menangis
rangga langsung memeluk tubuh Diana
"maaf gue cuma ingin mempertahankan hubungan kita ini" ucap Rangga yang masih memeluk tubuh Diana
"tapi kan kita tidak memiliki hubungan" lirih Diana di balik dada Rangga
"bukannya semalam aku sudah bilang kalau hubungan kita ini bukan lagi cuma kebohongan aku ingin hubungan kita ini serius" ucap Rangga
"tapi hubungan yang di awali dengan kebohongan tidak akan berhasil rangga" ucap Diana sambil melihat wajah Rangga
"kalau begitu gue akan bilang sekali lagi Diana mentari gue ingin Lo jadi pacar bagi Rangga Danu Prayoga" ucap Rangga
"gue....gue gak..." Diana gugup dia gak tau harus menjawab apa
"asal Lo tau gue gak suka penolakan" bisik Rangga
sampai dirinya sadar kalau ucapannya itu salah dan membuat wajahnya kembali memerah karena malu
karena tidak ingin di lihat oleh Rangga Diana kembali bersembunyi di balik dada bidang milik Rangga
"gue tau sekarang kita makan dulu selesai makan kita ke rumah untuk bertemu dengan mamah dan papah" ucap Rangga kemudian mencium pucuk kepala Diana
"jangan kita masih harus ke kantor nanti saja kalau sudah pulang kerja" minta Diana
"baiklah"
Rangga kemudian memesan makanan untuk mereka berdua
selesai makan sesuai permintaan Diana, Rangga dan Diana kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan masing masing.
jam pulang akhirnya tiba Diana menelpon neneknya terlebih dahulu untuk izin sekalian bilang kalau dirinya akan pulang telat
dan Rangga juga menelpon mamahnya agar tidak pergi kemanapun begitu juga dengan papahnya agar Diana merasa kalau dirinya dapat di terima oleh orang tua Rangga.
Baru saja sampai di rumah ibu Sindi langsung memeluk tubuh Diana
"akhirnya kalian datang juga sini duduk sayang mau minum apa ?" tanya ibu Sindi
__ADS_1
"apa aja tante" jawab Diana sedikit sungkan
ibu Sindi kemudian pergi ke arah dapur untuk menyuruh art untuk membuatkan minum
"jadi kalian sudah pacaran bukan lagi cuma pura-pura" ucap pak Danu
Diana yang mendengar ucapan dari papahnya Rangga merasa takut karena dirinya juga ikut membohongi orang tua Rangga,
Diana kemudian memegang tangan Rangga karena merasa takut
"papah apa sih lihat Diana kan jadi takut aku aduin mamah loh"
dan akhirnya Rangga berteriak untuk memanggil mamahnya
"mamah papah bikin takut calon mantu mamah nih"
setelah Rangga selesai berteriak ibu Sindi langsung datang dan duduk di samping suaminya sambil mencubit pinggang suaminya
"jangan bikin takut Diana atau tidak ada jatah malam ini" ancam ibu Sindi
dan ucapan mamahnya Rangga malah membuat Diana tidak fokus dan sedetik kemudian wajahnya kembali memerah karena pikiran kotornya yang tiba tiba datang
dan Rangga yang terus memperhatikan Diana menyadari perubahan itu
"mamah juga kenapa malah bermesraan di depan Rangga lihat Diana jadi berpikiran yang aneh aneh kan"
mendengar ucapan Rangga Diana langsung mencubit perut Rangga karena sepertinya Rangga berhasil menebak isi pikirannya kan Diana jadi semakin malu
karena melihat Diana yang sepertinya malu Rangga langsung mengucapkan apa yang ingin Diana ucapkan dari tadi
"sebenarnya kami berdua ingin bilang maaf karena sudah membohongi mamah dan papah tapi tenang saja mulai hari ini Rangga dan Diana sudah mulai berhubungan dan Rangga mau minta restu dari mamah dan papah" ucap Rangga dengan penuh keseriusan
Diana langsung merubah ekspresinya yang tadinya malu sekarang dirinya sudah bisa mengembalikan ekspresi di wajahnya menjadi lebih serius
"mamah dan papah pasti merestui hubungan kalian dan soal yang semalam kalian tenang saja kami tidak merasa di bohongi malahan kami merasa senang karena akhirnya anak kita mau dekat dengan perempuan" ucap ibu Sindi
kemudian ibu Sindi berbisik di telinga Diana
"malahan mamah kira Rangga sudah belok karena beberapa tahun ini Rangga dekat dengan damar"
dan ucapan itu malah membuat kedua wanita cantik itu tertawa
"kalau begitu mamah dan papah ke atas dulu"
setelah kepergian orang tua rangga tidak lama ada art yang datang membawa minuman dan cemilan untuk tuan muda mereka
"perasaan dari tadi kuping gue di bisikin terus" batin diana
__ADS_1