
Setelah damar menampar reva damar langsung membawa rena pergi sedangkan reva masih stay di tempat dan merenungi perbuatannya
rangga yang melihat kejadian itu hanya diam tanpa mau melerai atau membela karena menurutnya itu bukan urusannya
melihat damar sudah pergi rangga langsung masuk dan hendak makan tapi ternyata reva masih ada rangga langsung menghampiri meja damar dan memesan ulang makanannya
"mba saya pesen spaghetti bolognese minumnya teh manis dingin makasih, oh iya yang tadi pesen di sini sekalian bilnya barengin sama punya saya"kata rangga
pelayanpun langsung pergi
"lebih baik loe pulang malu di lihatin orang atau mau minum dulu" kata rangga sambil melihat ke arah reva
"gak perlu gue masih pengen di sini" kata reva sedikit jutek
"damar emang gitu orangnya dia paling gak suka kalau orang yang di sayanginya kenapa napa pasti bakalan marah apalagi loe menghina mamahnya di tambah tadi menghina rena dobel deh marahnya untung loe cuma di tampar,setelah ini lebih baik jangan hubungin dulu damar yang ada dia bakalan benci sama loe" rangga mencoba menasehati reva bagaimanapun reva temannya tania
melihat pesanannya sudah datang rangga langsung makan tanpa melirik lagi ke arah reva
__ADS_1
karena makannya telah selesai rangga langsung pergi setelah membayar sedangkan reva sudah pergi.
Sedangkan damar dan rena sudah berada di kamar acha dan tengah mengobrol sedangkan papah acha akan pergi karena tiba tiba orang kepercayaannya menelpon dan menyuruhnya untuk kembali
"sayang papah pergi dulu ada urusan penting di kantor kamu baik baik di sini" papah acha pergi dan mencium kening anak satu satunya itu
"iya pah papah hati hati di jalan" acha mencium tangan papahnya
"acha ibu gue khawatir sama loe dari tadi nanyain loe terus lagian kenapa loe gak pindah rumah sakit aja sih dari rumah ke sini jauh banget tau " kata damar memulai obrolan lagi
damar yang di beri sikutan hanya tertawa kecil
"ya ampun mesra banget sih udah berani sikut sikutan" acha sedikit menertawakan sikap rena yang mulai memperlihatkan kedekatannya dengan damar
"apa kak damar sudah membuka hatinya buat loe ?" acha sedikit berbisik ke telinga rena dan rena hanya menganguk
"bentar lagi tahun baru kalian udah ada rencana mau di rayain di mana?" kata damar melihat ke arah rena dan acha
__ADS_1
"belum ada renacana apa apa sih emang kak damar udah punya renacana apa" kata acha antusias karena selama ini acha selalu merayakan tahun baru di rumah
"tadinya sih gue mau barbeque di rumah aja bareng kalian tapi kalau di pikir pikir lebih asik kalau di tepi pantai bagaimana menurut kalian?" damar mencoba meminta saran pada rena dan acha
"boleh juga tuh sekalian ajak ibunya kak damar sama papah biar rame gimana" acha benar benar antusias dengan rencana itu
"boleh juga udah lama ibu gak jalan jalan tapi sayang tahun baru besok gak bisa ngerayain bareng rangga" damar sedikit kecewa karena biasanya damar akan merayakan acara apapun bareng sahabatnya itu
"kenapa nama gue di bawa bawa" tiba tiba rangga sudah ada di dekat pintu
"ya kan emang bener tahun baru nanti loe gak ada, gue tau loe udah punya janjikan sama tania" damar langsung merangkul sahabatnya itu
"he he he gue emang gak bisa nutupin apapun dari loe" kata rangga sedikit canggung karena rencananya di ketahui oleh damar
"wah kalau gitu salamin buat kak tania ya bilangin kapan pulang" kata rena ikut nimbrung
"siapa tania apa dia pacarnya kak rangga " kata acha dalam hati
__ADS_1