Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 38


__ADS_3

Rangga melihat jam di tangannya dia bermaksud untuk pergi menemui diana dan akan mengerjainya saat rangga akan membaca berkas yang akan di tandatangani matanya menatap cincin yang selama ini selalu tersemat di jari manisnya seketika dia kembali teringat akan sosok tania


"tania bagaimana bisa aku melupakannya hanya karena orang baru maaf sayang" rangga mencium cincin yang ada di jari manisnya "aku benar benar minta maaf aku tidak bermaksud melupakan mu". Rangga merasa bersalah padahal dia sudah berjanji tidak akan melupakan tania.


Setelah sedikit tenang akan kesedihannya rangga kembali menyelesaikan tugasnya dia akhirnya membatalkan kepergiannya untuk melihat diana.


Jam makan siang akhirnya datang damar mendapat telpon dari rena untuk bertemu di kafe milik rangga


"rangga gue pergi dulu makan bareng rena lo mau nitip gak ?" tanya damar


"gak perlu gue udah order tadi melalui aplikasi" ucap rangga.


Damar pun pergi ke luar untuk bertemu dengan rena.


Sesampainya di kafe damar tidak melihat keberadaan rena, manajer kafe sudah datang menemui damar


"maaf pak saya tidak datang menyambut" ucap manajer cafe


"tenang saja pak saya datang kesini bukan untuk urusan kerja tapi ada janji dengan pacar saya, oh iya pak katanya rangga merekomendasikan seorang karyawan yang mana orangnya pak tolong panggilkan saya ingin melihat" ucap damar.


Sedangkan diana sedang memperhatikan manajer cafe yang sedang berbicara begitu hormat dengan seseorang yang sepertinya masih begitu muda


"kak dia itu siapa yang sedang berbicara dengan manajer ?" tanya diana


"oh dia itu bos kafe ini jangan berharap lebih dia tidak akan tertarik pada mu" ucap senior diana


"eh siapa yang berharap kak tidak mungkin aku juga sadar diri" ucap diana


"ya karena kebanyakan karyawan di sini pasti bilang ya ampun masih muda udah punya usaha sendiri sudah tampan kaya lagi aku pengen deh jadi pacarnya begitu" ucap senior itu sambil meniru gaya para juniornya dulu.


Diana yang melihat gaya seniornya malah ingin tertawa karena menirukan gaya orang lain. Tapi matanya langsung tertuju pada manajernya karena berjalan ke arahnya

__ADS_1


"kak apa manajer sedang berjalan ke arah sini atau hanya perasaan ku saja" ucap diana.


Baru saja bertanya manajer cafe sudah ada di dekat diana


"diana pak damar ingin bertemu dengan mu" ucap manajer kafe


"baik pak" ucap diana.


Diana pun berjalan mengikuti manajer kafe, diana begitu takut karena di panggil oleh bos


"pak dia orangnya" ucap manajer cafe


"siang pak" ucap diana


"baiklah kamu boleh kembali" ucap damar pada manajer cafe


"dan kamu silahkan duduk aku mau bicara" ucap damar pada diana.


Diana merasa gugup dan juga takut dia terus saja berdiri karena merasa tidak pantas duduk bersama dengan bosnya


Seketika diana langsung duduk dengan tegak karena ketakutan


"jadi apa kamu mengenal rangga" tanya damar


"maaf pak saya tidak mengenal orang yang bernama rangga" ucap diana.


Damar merasa heran karena ternyata perempuan di depannya tidak kenal dengan rangga.


Saat sedang berbincang dengan diana rena tiba di kafe dan langsung berjalan ke arah damar


"jadi siapa perempuan baru ini apa teman baru lagi" tanya rena dengan nada sedikit emosi

__ADS_1


"sayang kamu sudah datang duduk lah aku akan perkenalkan" damar memperkenalkan diana pada rena "dia ini adalah perempuan yang di rekomendasikan rangga namanya diana" ucap damar.


Rena tentu saja kaget mendengar perkataan damar


"kakak yakin rangga yang merekomendasikannya kakak gak salah" ucap rena dia langsung mengitari diana karena merasa heran


"padahal kalau di bandingkan dengan kak tania dia tidak mirip malah lebih mirip acha lihat gayanya iyakan tapi kenapa rangga tidak bisa dengan acha ?" ucap rena terus duduk di kursi dekat damar


"mana kakak tau sudah lah kamu boleh kembali bekerja" ucap damar pada diana.


Diana merasa aneh karena bosnya sama sekali tidak membicarakan soal pekerjaan malah lebih ke hal yang dia tidak mengerti sama sekali apalagi menginat hal yang di tanyakan oleh bosnya itu membuat diana bertanya tanya


"rangga itu sebenarnya siapa" tanya diana di sela sela bekerjanya.


Sedangkan rena sudah mulai berbicara serius dengan damar


"kak kemarin elsa mendatangi ku di kampus dan dia menunjukkan foto ini dia juga meminta untuk bertemu dengan kakak" ucap rena sambil menunjukkan foto yang di berikan oleh elsa


"terus kamu percaya dengan foto ini ?" tanya damar


"ya aku percaya kalau foto ini asli tapi melihat hasil fotonya rena yakin di ruangan ini tidak hanya ada kakak saja dan elsa jadi rena percaya kalau kakak tidak melakukan apapun dengan elsa tapi aku tetap marah karena kakak sudah tidur berdua dengan elsa" ucap rena panjang lebar


"terus dia ingin bertemu di mana biar semuanya kita selesaikan kakak ingin saat kita bertunangan tidak ada lagi elsa dalam hubungan kita" ucap damar


"nah itu elsa tidak bilang waktunya dia cuma bilang ingin bertemu di kafe milik rangga yang dekat sekolah SMA itu" ucap rena


"baiklah nanti kakak akan telpon elsa untuk mencari tahu waktu pastinya" ucap damar


"baiklah tapi kalau sudah dapat waktu pasti langsung beri tahukan pada ku" ucap rena


"siap sayang ya udah sekarang kita makan aku pasti belum makan kan" damar langsung memanggil pelayan dan menyebutkan menu makanan untuk makan siangnya hari ini.

__ADS_1


......................


Sedangkan di kantor rangga kembali mengingat diana yang sedang memarahinya tanpa rangga sadari dia tersenyum hanya karena mengingat perbuatan diana, rangga tidak sadar kalau sebenarnya dalam hatinya sudah ada sosok baru yang mulai tinggal di hatinya dan mulai menggeser posisi tania di hatinya tapi karena rasa kehilangan rangga belum bisa melupakan sosok tania dan dia masih menganggap kalau dirinya masih mencintai tania


__ADS_2