Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 33


__ADS_3

Acha merasa kecewa dengan keputusan papahnya dia tau kalau papahnya hanya ingin membantunya tapi sayang seharusnya papahnya membicarakan rencana ini terlebih dahulu. Saat acha melewati kamar kakaknya acha mendengar sayup sayup suara kakaknya sedang berbicara dengan rena di telpon dia merasa iri karena hubungannya dengan rangga tidak semulus hubungan kakaknya dengan rena


"rangga kapan kamu akan membuka kembali hati mu untuk perempuan lain" acha merasa kalau usahanya selama ini akan sedikit membuahkan hasil tapi nyatanya sampai sekarang rangga masih belum bisa menerima dirinya. Acha pun masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat sekalian memikirkan cara agar dapat lebih dekat dengan rangga.


Matahari pagi mulai menunjukan cahayanya dan memberikan kehangatan untuk bumi, rangga sudah selsai dengan lari paginya dan bersiap untuk membersihkan diri tapi aktifitasnya terhenti saat rangga mendengar suara ketukan pintu


"ya sebentar" rangga membuka pintu untuk mengetahui siapa yang mengetuk pintu kamarnya


"mamah ada apa tumben pagi pagi sudah ke kamar rangga ?" rangga merasa aneh karena tidak biasanya mamahnya datang ke kamar rangga saat pagi


"sayang mamah dan papah akan pergi ke luar kota untuk bertemu uwa kamu jadi tolong jaga rena selama mamah dan papah tidak ada" ucap ibu sindi


"emangnya uwa kenapa dan rena kenapa tidak ikut memangnya dia tidak mau bertemu dengan ibunya" ucap rangga


"rena sekarang sedang sibuk sibuknya mengerjakan skripsi jadi tidak bisa ikut tidak apa apakan mamah nitip rena" ucap ibu sindi


"baiklah mah kapan berangkat ?" ucap rangga


"pagi ini juga papah sudah siap tinggal menunggu mamah" ucap ibu sindi


"baiklah mah hati hati di jalan" rangga mencium tangan mamahnya.


Ibu sindi pun kembali turun ke bawah untuk menemui suaminya.


Selesai membersihkan diri rangga langsung pergi menuju kamar rena, rangga pun mengetuk pintu kamar rena


"rena kamu di dalam" ucap rangga


"iya masuklah rangga" ucap rena dari dalam kamar.

__ADS_1


Rangga pun masuk ke dalam rena sedang bersiap siap untuk pergi ke kampus


"rena kenapa mamah dan papah tiba tiba mau ketemu dengan uwa apa kamu tau sesuatu" rangga mencari tau lewat rena


"oh itu karena semalam kak damar membicarakan soal pertunangan dengan ku tapi aku belum bisa memutuskan jadi aku bercerita dengan bibi mungkin bibi pergi ke rumah ibu untuk membicarakan ini" ucap rena acuh merasa kalau yang di bicarakan nya ini bukanlah hal besar


"dan kamu malah tenang seperti ini kamu itu benar benar berbeda oh iya aku mau berangkat kerja selesai kuliah kamu harus langsung pulang jangan kemana mana ingat" ucap rangga mengingatkan.


Rena hanya mengangguk, rangga pun berangkat bekerja sambil berpikir kalau sahabatnya sudah akan mulai menata masa depannya sedangkan dirinya masih terbelenggu dengan masa lalu, saat pikirannya kacau rangga hampir saja menabrak seseorang dan itu membuat dirinya terkejut


"maaf kamu tidak apa apa ?" rangga keluar dari dalam mobilnya


"lebih hati hatilah" kata perempuan yang hampir saja tertabrak oleh rangga dia berdiri dan kembali berjalan tanpa melihat ke arah rangga


"ternyata masih ada orang yang tidak memanfaatkan situasi seperti ini aku benar benar salut" rangga kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya ke kantor.


Sesampainya di kantor rangga sudah di sambut oleh damar yang sepertinya datang lebih awal, damar langsung memberikan berkas pada rangga mereka berjalan bersamaan. Setiap karyawan membungkuk setiap kali rangga berjalan di depan mereka


"rena sudah cerita ya tapi sebenarnya masih ada hal yang membuat aku takut" ucap damar


"takut kenapa bukannya elsa sudah lama tidak menghubungi mu" ucap rangga mulai fokus melihat ke arah damar


"iya memang tapi kalau sesuai prediksi ku seharusnya tahun ini elsa balik ke tanah air dan aku takut kalau prediksi ku benar kemungkinan besar elsa akan menemui rena" ucap damar menceritakan kekhawatirannya


"kamu tenang saja rena pasti akan baik baik saja dia sudah mulai berpikiran dewasa dia tau bagaimana harus bersikap" rangga kembali mengerjakan tugas kantornya


"rangga aku akan berhenti berkerja di sini soalnya papah menyuruhku untuk mengurus perusahaan miliknya" ucap damar


"boleh tapi kamu harus mencari orang untuk menggantikan kamu" rangga tidak mau ambil pusing soal kepergian damar karena dia sudah menyiapkan diri walaupun berat tapi dia sudah harus siap

__ADS_1


"baiklah kalau begitu aku kembali keruangan ku" ucap damar, rangga mengangguk.


Siang hari rangga bermaksud untuk mencari makan di luar sedangkan damar sudah berjanji untuk makan siang dengan rena, jadinya rangga pergi sendiri dan sialnya saat menemukan belokan rangga hampir menabrak orang kembali


"kalau nyetir itu lihat lihat ah sial dia berhasil kabur lagi" perempuan itu memukul mobil rangga melampiaskan kekesalan dan kembali berlari. Melihat banyaknya warga yang mengejar membuat rangga penasaran dan menghentikan salah satu warga


"maaf pak ada apa ya ?" ucap rangga yang sudah keluar dari mobilnya


"oh itu mas ada pencopet kasihan yang di copet seorang nenek nenek" warga itu kembali berlari setelah menjawab pertanyaan rangga.


Rangga melihat ada seorang nenek nenek yang terus melihat ke arah warga yang berlarian karena merasa bersalah rangga menghampiri nenek nenek tersebut


"maaf nek apa nenek yang kecopetan" ucap rangga


"iya nak padahal uang itu untuk modal nenek berjualan" ucap sang nenek


"nek ambil uang ini saya benar benar minta maaf karena tadi saya hampir saja menabrak orang yang mengejar pencopet itu dan membuat pencopet itu kabur saya takut pencopet itu tidak tertangkap jadi tolong ambil uang ini ya nek sebagai pengganti uang nenek yang hilang" ucap rangga selepas berbicara seperti itu rangga kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya.


Uang yang di berikan rangga sekitar lima juta dan itu membuat sang nenek menangis karena dengan uang yang di berikan oleh rangga dia bisa membuat warungnya lebih lengkap dan sisanya bisa untuk keperluan sehari hari.


Diana yang sudah berhasil membawa kembali dompet milik neneknya merasa kaget saat melihat neneknya sedang menangis


"nenek kenapa tenang saja uangnya sudah dian dapatkan nenek tidak usah menangis" ucap diana merasa bersalah karena tidak bisa menjaga neneknya sampai harus kena copet


"dian nenek menangis bukan karena kecopetan lihat uang ini" nenek memperlihatkan uang yang begitu banyak pada diana sampai sampai tangan sang nenek bergetar saking bahagianya


"nek dari mana uang sebanyak ini" ucap diana yang baru kali ini melihat uang sebanyak itu


"tadi ada seorang anak muda yang memberikan nenek uang ini sebagai permintaan maaf karena sudah menyebabkan pencopet itu kabur dia takut pencopetnya tidak berhasil tertangkap jadi dia memberikan uang ganti rugi" ucap nenek diana.

__ADS_1


Mendengar ucapan sang nenek membuat diana tau siapa orang yang sudah memberi uang untuk neneknya "ternyata masih ada orang yang begitu bertanggung jawab" ucap diana merasa bersalah karena tadi sempat memukul mobilnya


__ADS_2